close

Kondisi Umum & Penyakit

InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Risiko Kesehatan dari Kegemukan dan Obesitas

kegemukan

Kelebihan berat badan atau obesitas bukan hanya masalah kosmetik atau kecantikan. Kondisi ini sangat meningkatkan risiko Anda terhadap masalah kesehatan lainnya. Berikut ini adalah risiko kesehatan dari mereka yang kegemukan atau obesitas.

1. Penyakit jantung koroner

Ketika indeks massa tubuh Anda naik, begitu juga risiko penyakit jantung koroner (PJK). PJK adalah suatu kondisi di mana zat lilin yang disebut plak terbentuk dalam arteri koroner. Arteri ini memasok darah kaya oksigen ke jantung Anda. Plak dapat mempersempit atau memblokir arteri koroner dan mengurangi aliran darah ke otot jantung. Hal ini dapat menyebabkan angina atau serangan jantung.

Obesitas juga dapat menyebabkan gagal jantung, yaitu suatu kondisi serius di mana jantung Anda tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh Anda.

2. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah adalah kekuatan darah yang mendorong dinding arteri ketika jantung memompa darah. Jika tekanan ini meningkat dan tetap tinggi dari waktu ke waktu, hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh. Risiko mengalami tekanan darah tinggi akan semakin besar jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas.

3. Stroke

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri Anda. Akhirnya, area plak bisa pecah, menyebabkan terbentuknya bekuan darah. Jika berada dekat dengan otak, bekuan darah ini dapat memblok aliran darah dan oksigen ke otak dan menyebabkan stroke. Risiko mengalami stroke meningkat ketika indeks massa tubuh (BMI) meningkat.

4. Diabetes Tipe 2

Diabetes adalah penyakit yang terjadi ketika kadar glukosa darah atau gula darah terlalu tinggi. Normalnya, tubuh memecah makanan menjadi glukosa dan kemudian membawanya ke sel-sel di seluruh tubuh. Sel-sel menggunakan hormon yang disebut insulin untuk mengubah glukosa menjadi energi.

Pada diabetes tipe 2, sel-sel tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan benar. Pada awalnya, tubuh bereaksi dengan membuat lebih banyak insulin. Seiring waktu, bagaimanapun, tubuh tidak dapat membuat cukup insulin untuk mengontrol kadar gula darahnya. Diabetes adalah penyebab utama kematian dini, penyakit jantung koroner, stroke, penyakit ginjal, dan kebutaan. Kebanyakan orang yang memiliki diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat badan.

5. Lemak darah yang tidak normal

Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, Anda akan mengalami peningkatan risiko untuk kadar lemak darah yang tidak normal. Lemak tersebut termasuk kadar trigliserida dan LDL (kolesterol jahat) yang tinggi dan rendahnya tingkat HDL (kolesterol baik). Kadar lemak darah yang tidak normal ini merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung koroner.

6. Sindrom metabolik

Sindrom metabolik adalah nama untuk sekelompok faktor risiko yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan stroke.

Anda dapat mengembangkan salah satu dari faktor-faktor risiko dengan sendirinya, tetapi faktor-faktor ini cenderung terjadi bersama-sama. Diagnosis sindrom metabolik dilakukan jika Anda memiliki setidaknya tiga faktor risiko berikut:

– Pinggang yang besar. Ini disebut obesitas abdominal atau “memiliki bentuk apel.” Memiliki lemak ekstra di daerah pinggang merupakan faktor risiko yang lebih besar untuk PJK daripada memiliki lemak ekstra di bagian lain dari tubuh, seperti di pinggul.

– Kadar trigliserida yang lebih tinggi dari normal
– Kadar kolesterol HDL yang lebih rendah dari normal
– Tekanan darah yang lebih tinggi dari normal
– Kadar gula darah puasa yang lebih tinggi dari normal

7. Kanker

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko Anda untuk kanker usus besar, payudara, endometrium, dan kantong empedu.

 

Sumber: www.nhlbi.nih.gov

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Apakah Diabetes Bisa Disembuhkan?

diabetes bisa disembuhkan

Dengan semua penelitian tentang diabetes dan kemajuan dalam perawatan diabetes, semua pasti bertanya-tanya apakah diabetes bisa sembuh. Namun, kenyataanya, tidak ada obat untuk diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2.

Namun, ada perawatan, termasuk hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan setiap hari, yang akan memberikan dampak yang signifikan.

 

Apakah Diabetes dapat Disembuhkan dengan Terapi Alami?

Tidak. Terapi alami seperti pernafasan perut yang dalam, relaksasi otot progresif, dan biofeedback dapat membantu menghilangkan stres. Dan stres emosional mempengaruhi kadar gula darah Anda. Jadi belajar untuk bersantai penting dalam pengelolaan diabetes Anda.

Suplemen juga tidak menyembuhkan diabetes. Beberapa suplemen alami dapat berinteraksi berbahaya dengan obat diabetes Anda. Memang beberapa suplemen telah terbukti bisa memperbaiki kondisi pengidap diabetes, tapi selalu konsultasikan dengan dokter sebelumnya.

Bersikaplah skeptis tentang klaim obat diabetes. Obat yang asli tentu telah diuji berulang kali dalam uji klinis dengan hasil sukses yang terlihat jelas.

 

Perubahan Gaya Hidup Bisa Membantu Mengelola Diabetes?

Meskipun tidak ada obat diabetes, diabetes dapat diobati dan dikontrol. Untuk mengelola diabetes secara efektif, Anda perlu melakukan hal berikut:

1. Mengelola kadar gula darah Anda

Pahami cara-cara menjaga agar gula darah selalu sebisa mungkin mendekati normal setiap hari: Periksa kadar glukosa Anda sesering mungkin. Minum obat diabetes Anda secara teratur. Dan seimbangkan asupan makanan Anda dengan obat-obatan, olahraga, manajemen stres, dan kebiasaan tidur yang baik.

2. Rencanakan apa yang Anda makan setiap kali makan

Sebisa mungkin dan sesering mungkin, Anda harus mengikuti rencana makan yang telah Anda buat.

3. Bawa camilan sehat

Dengan membawa camilan sehat selalu, Anda akan terhindar untuk memakan snack yang kosong kalorinya.

4. Olahraga secara teratur

Olahraga membuat tubuh Anda tetap fit. Olahraga juga membantu membakar kalori dan membantu menormalkan kadar glukosa darah Anda.

5. Bertemu dengan dokter secara teratur

Temui dokter Anda secara teratur untuk memantau kesehatan Anda.

 

Apakah Sel Induk (Stem Cell) Bisa Mengobati Diabetes?

Sel induk adalah sel yang dapat berkembang menjadi jenis sel. Para ilmuwan telah menemukan beberapa hasil sukses dengan sel induk pada diabetes tipe 1.

 

Apakah Transplantasi Sel Inlet Bisa Menjadi Obat untuk Diabetes?

Transplantasi sel islet yang berhasil dapat meningkatkan kualitas hidup orang pengidap diabetes. Ini adalah teknologi yang berkembang yang masih diteliti. Sel islet merasakan kadar gula darah dan membuat insulin. Sel-sel berasal dari donor.

Setelah transplantasi berhasil, sel donor mulai membuat dan melepaskan insulin sebagai respon terhadap gula darah. Prosedur ini dapat memberikan lebih banyak fleksibilitas dengan perencanaan makan dan membantu melindungi terhadap komplikasi diabetes serius jangka panjang seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, dan saraf dan kerusakan mata. Orang yang menerima transplantasi harus minum obat selama sisa hidup mereka untuk mencegah tubuh mereka menolak sel donor.

 

Apakah Transplantasi Pankreas Bisa Menyembuhkan Diabetes?

Transplantasi pankreas dimungkinkan untuk penderita diabetes tipe 1. Transplantasi ini biasanya juga dilakukan pada pengidap penyakit ginjal (renal) stadium akhir.

Transplantasi pankreas akan membantu memulihkan kontrol gula darah. Seperti orang lain yang mendapat transplantasi, pasien perlu minum obat selama sisa hidup mereka untuk membantu tubuh mereka menerima pankreas baru.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Gejala-Gejala Diabetes

gejala diabetes

Bagaimana Anda bisa tahu jika Anda mengidap diabetes? Gejala awalnya biasanya adalah tingkat glukosa darah yang lebih tinggi dari biasanya. Kadang gejala tersebut tidak begitu terlihat, terutama untuk diabetes tipe 2. Biasanya beberapa orang tidak menyadari penyakit ini sampai terjadi kerusakan jangka panjang. Untuk diabetes tipe 1, gejalanya biasanya terjadi begitu cepat, dalam hitungan beberapa hari atau minggu, dan bisa menjadi parah.

 

Gejala-Gejala Umum pada Diabetes Tipe 1 dan 2

Kedua jenis diabetes memiliki beberapa tanda-tanda peringatan yang sama, antara lain sebagai berikut:

1. Kelaparan dan kelelahan

Tubuh Anda mengubah makanan yang Anda makan menjadi glukosa yang digunakan sebagai energi oleh sel-sel Anda. Tetapi sel Anda perlu insulin agar glukosa bisa masuk. Jika tubuh Anda tidak membuat cukup insulin, atau jika sel-sel Anda menolak insulin yang dibuat oleh tubuh Anda, glukosa tidak bisa masuk ke dalam tubuh dan akhirnya Anda tidak memiliki energi. Hal ini dapat membuat Anda lebih lapar dan lelah dari biasanya.

2. Lebih sering kencing dan lebih sering haus

Orang biasa rata-rata kencing 4 sampai 7 kali dalam 24 jam, tapi orang pengidap diabetes biasanya lebih sering kencing. Biasanya tubuh Anda menyerap kembali glukosa saat melewati ginjal. Tapi ketika diabetes menaikkan gula darah Anda, tubuh Anda tidak mungkin bisa membawa semuanya kembali. Akhirnya, untuk membuang kelebihan tersebut, tubuh membuat lebih banyak urin. Karena Anda kencing terlalu banyak, Anda bisa menjadi sangat haus. Ketika Anda minum lebih banyak, Anda juga akan kencing lebih banyak.

3. Mulut kering dan kulit gatal

Karena tubuh Anda menggunakan cairan untuk membuat kencing, Anda kekurangan air untuk hal-hal lain. Anda bisa mengalami dehidrasi, dan mulut Anda mungkin merasa kering. Kulit kering dapat membuat Anda merasa gatal.

4. Penglihatan kabur

Perubahan tingkat cairan dalam tubuh bisa membuat lensa mata Anda membengkak. Lensa tersebut akan berubah bentuk dan kehilangan kemampuan untuk fokus.

 

Gejala Diabetes Tipe 2 Lainnya

Untuk diabetes tipe 2, gejala lainnya meliputi:

1. Infeksi ragi

Pria dan wanita yang mengidap diabetes bisa mengalami infeksi ragi. Ragi memakan glukosa sehingga glukosa yang tinggi membuat ragi tumbuh subur. Infeksi bisa tumbuh pada lipatan kulit yang lembab, termasuk:

– antara jari tangan dan kaki
– di bawah payudara
– di sekitar atau di dalam organ intim

2. Luka yang lambat sembuh

Seiring waktu, gula darah tinggi dapat mempengaruhi aliran darah dan menyebabkan kerusakan saraf yang menyebabkan tubuh sulit untuk menyembuhkan luka.

3. Nyeri atau mati rasa di kaki atau telapak kaki

Hal ini juga merupakan akibat lain dari kerusakan saraf.

 

Gejala Diabetes Tipe 1 Lainnya

Untuk diabetes tipe 1, gejala lainnya meliputi:

1. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Jika tubuh Anda tidak bisa mendapatkan energi dari makanan Anda, otot dan lemak akan dibakar untuk menghasilkan energi. Anda mungkin akan meskipun Anda tidak mengubah cara makan Anda.

2. Mual dan muntah

Ketika tubuh Anda membakar lemak, tubuh menghasilkan ‘keton’, yang bisa terbangun di dalam darah dalam jumlah yang membahayakan, dan kondisi yang mengancam jiwa ini disebut sebagai ketoasidosis diabetikum. Keton dapat membuat Anda merasa sakit perut.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
KesehatanKondisi Umum & PenyakitTips

8 Cara Mengatasi Insomnia Secara Alami

ramuan alami untuk insomnia

Insomnia memang banyak faktor penyebabnya. Namun, bukan berarti hal ini tidak bisa disembuhkan. Alih-alih mengkonsumsi obat tidur, berikut ini adalah beberapa tips untuk menyembuhkan insomnia secara alami.

 

1. Bangun pada waktu yang sama setiap hari

Memang menggoda untuk tidur larut malam di akhir pekan, terutama jika Anda sudah susah tidur selama seminggu. Namun, jika Anda menderita insomnia Anda harus bangun pada waktu yang sama setiap hari untuk melatih tubuh Anda untuk bangun pada waktu yang konsisten. Bangun secara konsisten juga akan mendukung untuk bisa tidur secara konsisten.

2. Menghilangkan alkohol dan stimulan seperti nikotin dan kafein

Efek kafein bisa bertahan selama beberapa jam, bahkan mungkin hingga 24 jam. Jadi, hal ini mungkin bisa mempengaruhi tidur Anda secara signifikan. Kafein tidak hanya menyebabkan kesulitan memulai tidur, tetapi juga dapat menyebabkan Anda sering terbangun. Alkohol mungkin memiliki efek sedatif untuk beberapa jam pertama setelah konsumsi, tetapi kemudian dapat menyebabkan sering terbangun dan tidak nyenyak tidur.

3. Batasi tidur siang

Walaupun tidur siang sepertinya bisa digunakan untuk membayar hutang tidur di malam hari, tapi tidak selalu bagus hasilnya. Sangat penting bagi Anda untuk membangun dan mempertahankan pola tidur yang teratur dan melatih diri untuk mengasosiasikan tidur dengan isyarat seperti kegelapan dan waktu tidur yang konsisten. Tidur siang dapat mempengaruhi kualitas tidur di malam hari.

4. Olahraga secara teratur

Olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas dan durasu tidur. Namun, berolahraga tepat sebelum tidur dapat memiliki efek stimulan pada tubuh dan harus dihindari. Cobalah untuk menyelesaikan berolahraga setidaknya tiga jam sebelum Anda berencana tidur di malam hari.

5. Batasi aktivitas di tempat tidur

Tempat tidur adalah tempat untuk tidur dan berhubungan seks (bagi suami istri). Hanya itu! Hindari melakukan kegiatan lain di tempat tidur, seperti menonton TV, mengecek email, mendengarkan radio, dll.

6. Jangan makan atau minum tepat sebelum tidur

Makan, ngemil, atau minum sebelum tidur dapat mengaktifkan sistem pencernaan dan membuat Anda terjaga. Selain itu, minum banyak cairan sebelum tidur dapat membanjiri kandung kemih sehingga Anda selalu ingin ke toilet.

7. Buatlah lingkungan tidur yang nyaman

Suhu, pencahayaan, dan kebisingan harus dikontrol untuk membuat kamar tidur yang kondusif. Anda harus merasa nyaman saat tidur sehingga tidur Anda bisa nyenyak.

8. Lupakan semua kekhawatiran sebelum Anda naik ke tempat tidur

Jika Anda masih memikirkan rapat besok ketika sedang berbaring, mungkin Anda perlu untuk menyisihkan waktu memikirkan hal-hal tersebut sebelum tidur, misalnya saat selesai makan malam. Tujuannya adalah untuk menghindari memikirkan banyak hal ketika akan tidur. Sebelum tidur, Anda juga bisa membuat daftar tugas yang berhubungan dengan pekerjaan untuk hari berikutnya sehingga kekhawatiran Anda berkurang.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
KesehatanKondisi Umum & PenyakitTips

5 Cara Alami Meredakan Gejala Flu

flu

Gejala flu dapat menyebabkan kita merasa sengsara, entah itu demam atau rasa sakit di tenggorokan. Tanpa minum obat, sebenarnya ada cara untuk membuat kita merasa lebih baik. Berikut ini adalah cara alami untuk membantu menyembuhkan flu.

1. Minum air putih

Flu bisa membuat Anda dehidrasi, terutama jika Anda mengalami muntah dan diare. Jadi pastikan Anda mendapatkan cukup cairan. Sebaiknya hindari kopi karena kopi bersifat diuretik. Jika Anda merasa mual, cobalah minum sedikit air. Minum banyak air bisa membuat Anda muntah. Untuk memastikan Anda minum cukup air, urin Anda akan berwarna kuning pucat, hampir tidak berwarna.

2. Coba kompres hangat

Anda bisa mencelupkan kain ke air hangat, memerasnya, lalu meletakkan di dahi dan hidung. Kain hangat ini akan berguna untuk meredakan sakit kepala atau nyeri sinus.

3. Berkumur air garam

Berkumur dengan air garam membantu menyingkirkan lendir tebal yang dapat terkumpul i bagian belakang tenggorokan, terutama setelah Anda berbaring lama. Hal ini juga dapat membantu meringankan telinga tersumbat.

4. Sup hangat

Banyak orang yang merasa baikan setelah minum sup hangat. Bahkan kadang banyak yang sembuh setelah makan mi rebus panas. Namun, beberapa dokter menyatakan bahwa sebenarnya sup tidak bisa menyembuhkan gejala flu. Manfaat sup ini biasanya bersifat emosional. Setelah menghirup kuahnya dan makan supnya, Anda akan merasa tenang dan merasa enakan.

5. Istirahat

Dengarkan tubuh Anda. Jika tubuh Anda merasa tak enak untuk olahraga, jangan paksakan berolahraga. Jika sangat mendesak bagi Anda untuk menghabiskan sepanjang hari di tempat tidur, lakukan. Jangan tekan tubuh Anda dengan tugas sehari-hari karena hal ini justru akan memperparah flu Anda. Cara terbaik menyembuhkan flu adalah dengan beristirahat.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

5 Penyakit yang Harus Diwaspadai Pria

penyakit yang harus diwaspadai pria

Banyak pria seringkali lebih memperhatikan kesehatan gadget atau mobilnya, tapi malah mengabaikan kesehatannya sendiri. Anda harus tahu sikap abai terhadap kesehatan ini bisa membawa masalah kesehatan jangka panjang bagi hidup Anda. Sekarang, mulailah untuk lebih peduli dengan kesehatan Anda.

Berikut ini adalah beberapa risiko kesehatan pada pria yang harus Anda ketahui.

1. Penyakit jantung

Penyakit jantung bisa muncul dalam berbagai bentuk, yang semuanya bisa berakibat fatal bila dibiarkan tidak terdeteksi. Beberapa penyakit jantung ini bisa menyebabkan kematian. Yang harus diperhatikan adalah stroke dan tekanan darah tinggi yang banyak menyerang pria.

2. Penyakit pernafasan

Berbagai penyakit pernapasan biasanya dimulai dengan ‘batuk perokok’. Seiring waktu, batuk yang dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti kanker paru-paru, emfisema, atau COPD, yang semuanya bisa mengganggu pernapasan normal. Untuk kanker paru-paru, disebutkan salah satu penyebab utamanya adalah merokok.

3. Penyakit liver

Liver berukulan seperti bola sepakbola. Fungsinya meliputi mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan membersihkan tubuh dari zat-zat beracun. Penyakit hati termasuk kondisi seperti sirosis, hepatitis virus, autoimun atau penyakit hati genetik, saluran empedu atau kanker hati, dan bahkan penyakit hati alkoholik. Menurut sebuah studi yang diposting oleh American Cancer Society, penggunaan alkohol dan tembakau meningkatkan risiko penyakit liver.

4. Diabetes

Anda harus sangat paham mengenai kesehatan gula Anda. Pria dengan diabetes menghadapi risiko lebih besar untuk impotensi seksual dan kadar testosteron yang lebih rendah, yang dapat menyebabkan peningkatan depresi atau kecemasan. Ketika tidak ditangani, diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf dan ginjal, penyakit jantung dan stroke, dan bahkan masalah penglihatan atau kebutaan.

 

5. HIV dan AIDS

Pria yang terinfeksi HIV mungkin tidak menyadarinya, sebagai gejala awal mungkin meniru pilek atau flu. Namun, infeksi baru sedang berkembang di kalangan gay, biseksual dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Untuk alasan inilah hubungan sesame jenis sangat dilarang di negara ini.

Untuk beberapa penyakit ini atau penyakit lainnya, Anda bisa melakukan skrining untuk mendeteksi sehingga pengobatan dini bisa dilakukan.

 

Sumber: www.healthline.com

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

7 Tes Skrining yang Wajib untuk Semua Wanita

skrining untuk wanita

Tidak hanya pria saja yang wajib melakukan skrining untuk kesehatannya, perempuan pun juga wajib melakukan skrining, untuk mengetahui kondisi kesehatan, khususnya mengenai penyakit yang berisiko tinggi pada perempuan. Skrining bertujuan untuk pencegahan. Jika terdeteksi penyakit, bisa dilakukan pengobatan dini.

Berikut ini adalah beberapa skrining yang harus dilalukan oleh setiap wanita.

1. Kanker Payudara

Semakin awal Anda mendeteksi kanker payudara, semakin besar kemungkinan untuk disembuhkan. Kanker payudara kecil memiliki lebih sedikit kecenderungan untuk menyebar ke kelenjar getah bening dan organ-organ vital seperti paru-paru dan otak. Jika Anda berusia 20-an atau 30-an, dokter harus melakukan pemeriksaan payudara sebagai bagian dari check-up setahun sekali atau 3 tahun sekali. Anda mungkin perlu lebih sering melakukan skrining jika Anda termasuk dalam kategori risiko tinggi. Salah satu cara skrining adalah dengan mammogram.

2. Kanker Serviks

Dengan melakukan Pap smear secara teratur, kanker serviks akan lebih mudah dicegah. Serviks adalah lorong sempit di antara rahim (di mana bayi tumbuh) dan vagina (jalan lahir). Pap smear akan membantu menemukan sel abnormal pada serviks, yang bisa dibuang sebelum berkembang menjadi kanker. Kanker serviks Dengan Pap smear secara teratur, kanker serviks (foto) mudah untuk mencegah. Serviks adalah lorong sempit di antara rahim (di mana bayi tumbuh) dan vagina (jalan lahir). Pap smear menemukan sel-sel abnormal pada leher rahim, yang dapat dihapus sebelum mereka pernah berubah menjadi kanker. Jika Anda aktif secara seksual dan beresiko, Anda juga butuh pemeriksaan Jika Anda aktif secara seksual dan beresiko, Anda akan membutuhkan pengujian vagina untuk klamidia dan gonore setiap tahun. Penyebab utama kanker serviks adalah human papillomavirus (HPV), sejenis STD. Dua vaksin, Gardasil dan Cervarix, dapat melindungi perempuan di bawah 26 dari beberapa jenis HPV.

3. Osteoporosis dan Retak Tulang

Osteoporosis terjadi ketika tulang seseorang melemah dan menjadi rapuh. Setelah menopause, perempuan mulai kehilangan massa tulang, yang ditandai dengan rasa sakit yang tiba-tiba. Jenis khusus dari X-ray, dual energy X-ray absorptiometry (DXA), dapat mengukur kekuatan tulang dan mendeteksi osteoporosis sebelum terjadi. Skrining ini direkomendasikan untuk semua wanita usia 65 ke atas. Jika Anda memiliki faktor risiko untuk osteoporosis, Anda mungkin perlu melakukan tes ini lebih awal.

4. Kanker Kulit

Ada beberapa jenis kanker kulit, dan pengobatan dini bisa efektif menyembuhkan semuanya. Yang paling berbahaya adalah melanoma, yang mempengaruhi sel-sel yang memproduksi pewarna kulit. kadang-kadang, orang mewarisi risiko kanker ini, yang akan semakin parah dengan paparan matahari. Perhatikan setiap perubahan tanda kulit Anda, termasuk tahi lalat dan bintik-bintik. Perhatikan perubahan bentuk, warna, dan ukurannya. Anda juga harus melakukan pemeriksaan kulit di dokter.

5. Tekanan Darah Tinggi

Saat usia bertambah, resiko tekanan darah tinggi meningkat, terutama jika Anda kelebihan berat badan atau memiliki kebiasaan kesehatan yang buruk. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke tanpa peringatan apapun. Pemeriksaan tekanan darah melibatkan dua angka: sistolik (tekanan darah saat jantung berdetak) dan diastolic (tekanan antar ketukan). Tekanan darah orang dewasa normal adalah di bawah 120/80. Tekanan darah tinggi, juga disebut hipertensi, adalah 140/90 ke atas.

6. Tingkat Kolesterol

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan plak yang menyumbat arteri. Plak dapat terbentuk selama bertahun-tahun, dan akhirnya menyebabkan serangan jantung atau stroke. Untuk memeriksa kadar kolesterol, Anda harus berpuasa selama 12 jam. Kemudian Anda harus melakukan tes darah mengukur kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), dan HDL (kolesterol baik). Jika Anda berusia 20 tahun atau lebih, Anda harus melakukan tes ini setidaknya setiap lima tahun.

7. HIV

HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS. HIV dapat bebas gejala selama bertahun-tahun. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes darah. Jika Anda mendapatkan hasil positif, Anda perlu melakukan tes kedua untuk mengkonfirmasi hasil. Namun, jika Anda terinfeksi, hasilnya bisa saja negatif, jadi Anda perlu melakukan uji ulang. Setiap orang harus diuji setidaknya sekali di antara usia 13-64 tahun.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Tidur Berjalan (Sleepwalking): Gejala dan Penyebab

sleepwalking (tidur berjalan)

Tidur berjalan adalah gangguan tidur yang menyebabkan orang terbangun dan berjalan dalam keadaan tidur. Hal ini biasanya terjadi ketika orang berpindah dari keadaan tidur lelap (deep sleep) menuju tahapan tidur yang lebih ringan atau keadaan terjaga. Orang yang tidur berjalan tidak bisa merespon ketika hal ini sedang berlangsung dan biasanya tidak bisa mengingatnya. Dalam beberapa kasus, orang tersebut mungkin berbicara hal-hal yang tidak masuk akal.

Tidur berjalan biasanya terjadi dalam masa kanak-kanak, antara usia 4 sampai 8 tahun. Namun, hal ini bisa juga terjadi pada orang dewasa.

 

Gejala Tidur Berjalan

Ketika seseorang tidur sambil berjalan, mereka biasanya berjalan dengan tenang di sekitar kamar mereka. Atau mereka mungkin berlari atau berusaha untuk ‘kabur’. Biasanya mereka tidur dengan mata terbuka dan tatapan berkaca-kaca saat dia menjelajah rumah. Jika Anda menanyainya, dia akan merespon dengan lambat atau tidak merespon sama sekali. Jika Anda mengembalikannya ke tempat tidur tanpa membangunkannya, kemungkinan besar dia tidak akan mengingat peristiwa tersebut.

Pada anak yang lebih besar, biasanya mereka akan cenderung mudah tersadar pada saat peristiwa berjalan tersebut.

 

Penyebab Tidur Berjalan

Ada beberapa hal yang menyebabkan tidur berjalan.

Hal ini bisa diturunkan dalam keluarga. Kembar identik lebih mungkin untuk berjalan dalam tidur. Jika Anda memiliki orang tua, saudara, atau adik yang tidur berjalan, kemungkinan bagi Anda untuk tidur berjalan akan 10 kali lebih besar daripada mereka yang berasal dari keluarga yang tidak mengidap gangguan tidur ini.

Anda kemungkinan juga akan mengalami gangguan tidur jika Anda:

– kurang tidur
– berada di jadwal tidur yang berantakan
– stres
– mabuk
– mengkonsumsi obat seperti obat penenang hipnotik(yang membuat Anda bisa relaksasi atau tidur), neuroleptik (digunakan untuk mengobati psikosis), stimulan (yang meningkatkan aktivitas), dan antihistamin (digunakan untuk mengobati gejala alergi).

Kondisi kesehatan yang dikaitkan dengan tidur berjalan, meliputi:

– masalah irama jantung
– demam
– mulas
– asma di malam hari
– kejang di malam hari
– apnea obstruktif (suatu kondisi di mana Anda secara singkat berhenti bernapas saat tidur)
– sindrom kaki gelisah
– gangguan kejiwaan, misalnya, gangguan stres pasca trauma, serangan panik, atau keadaan disosiatif, seperti gangguan kepribadian ganda.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Narkolepsi: Penyebab dan Gejalanya

narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi pengendalian tidur dan waktu terjaga. Penderita narkolepsi mengalami kantuk di siang hari yang berlebihan dan intermiten. Mereka sering sekali jatuh tertidur saat siang hari. Serangan tidur yang tiba-tiba ini terjadi dalam setiap jenis kegiatan di sepanjang hari.

Dalam siklus tidur yang normal, kita akan memasuki beberapa tahap awal tidur diikuti dengan tahap-tahap tidur yang lebih dalam, dan akhirnya (setelah sekitar 90 menit) kita masuk ke tidur REM (rapid eye movement). Pada penderita narkolepsi, tidur REM terjadi sangat cepat dalam siklus tidur, serta secara berkala selama jam bangun. Dalam tidur REM inilah kita mengalami mimpi dan kelumpuhan otot – yang menjelaskan beberapa gejala narkolepsi.

Narkolepsi bisa mulai terjadi antara usia 15-25, tapi akan semakin jelas pada usia berapapun. Dalam banyak kasus, narkolepsi tidak terdiagnosis sehingga tidak teratasi.

Apa Penyebab Narkolepsi?

Penyebab narkolepsi tidak diketahui; Namun, para ilmuwan telah membuat kemajuan dalam mengidentifikasi gen yang terkait dengan gangguan tidur tersebut. Gen ini mengontrol produksi bahan kimia dalam otak yang mungkin menandakan siklus terjaga dan tidur. Beberapa ahli berpikir narkolepsi mungkin disebabkan oleh kurangnya produksi bahan kimia yang disebut hypocretin oleh otak. Selain itu, para peneliti juga menemukan kelainan di berbagai bagian dari otak yang terlibat dalam mengatur tidur REM. Kelainan ini tampaknya berkontribusi terhadap munculnya gejala. Menurut para ahli, kemungkinan narkolepsi melibatkan beberapa faktor yang berinteraksi dalam menyebabkan disfungsi neurologis dan gangguan tidur REM.

 

Gejala-Gelaja Narkolepsi

Gejala narkolepsi meliputi:

1. Rasa kantuk berlebih di siang hari

Rasa kantuk berlebih di siang hari atau disebut excessive daytime sleepiness (EDS) secara umum bisa mengganggu aktivitas normal sehari-hari, entah orang tersebut mengidap narkolepsi ataupun tidak. Orang yang mengalami EDS melaporkan bahwa mereka mengalami kekaburan mental, kekurangan energi dan konsentrasi, keadaan tertekan, atau kelelahan ekstrim.

2. Cataplexy

Gejala ini meliputi kehilangan bentuk otot secara tiba-tiba yang menimbulkan perasaan lemah dan hilangnya kontrol otot sukarela. Hal ini dapat menyebabkan gejala mulai dari bicara cadel hingga kehancuran tubuh secara keseluruhan, tergantung pada otot yang terlibat, dan sering dipicu oleh emosi yang intens seperti kejutan, tawa, atau marah.

3. Halusinasi

Biasanya, pengalaman delusional ini sangat jelas dan biasanya menakutkan. Isinya sangat visual tapi bisa juga melibatkan indera lain. Hal ini disebut halusinasi hypnagogic ketika terjadi saat tidur dan halusinasi hypnopompic ketika terjadi saat terjaga.

4. Kelumpuhan tidur

Gejala ini melibatkan ketidakmampuan sementara untuk bergerak atau berbicara saat tidur atau bangun. Episode ini umumnya singkat, berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Setelah episode akhir, orang biasanya bisa memulihkan kapasitas penuh mereka dengan cepat untuk bergerak dan berbicara.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

6 Gangguan Kesehatan Akibat Kurang Tidur

akibat kurang tidur

Apakah Anda suka begadang hingga larut malam bahkan dini hari, entah karena Anda sedang melakukan telepon di jam murah, menonton pertandingan sepak bola dari tim favorit, atau sedang asyik dengan media sosial Anda. Bahkan tak jarang beberapa dari Anda mungkin begadang sambil mabuk. Wah, ini tak baik bagi kesehatan Anda.

Berikut ini adalah beberapa gangguan kesehatan yang mungkin Anda alami ketika Anda suka begadang hingga larut malam.

1. Insomnia

Efek yang hampir pasti dialami oleh mereka yang sering tidur selepas tengah malam adalah insomnia, karena terganggunya ritme sirkadian alami Anda. Tak hanya susah tidur, Anda juga akan mengalami kesulitan untuk bisa tetap tidur dalam jangka waktu yang lama. Bahkan jika Anda mempunyai jadwal yang memungkinkan Anda bangun siang, tubuh Anda tak akan bisa menyesuaikan. Seringkali, suara dan keributan ringan membangunkan Anda lebih cepat dari yang Anda harapkan.

2. Kurangnya fokus dan kecelakaan kerja

Efek dari kurang tidur bisa berakibat pada kurangnya fokus , menurunnya produktivitas, kesalahan, bakan kecelakaan kerja. Dan risiko paling besar adalah penurunan kemampuan mengemudi. Mengemudi saat mengantuk dan kelelahan menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya.

3. Menurunnya respon imun

Dalam sebuah eksperimen, peserta yang sehat tidur selama 6 jam per malam. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan TNF-alpha pada lelaki dan IL-6 pada lelaki dan perempuan, yang merupakan tanda adanya sistemik, yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri dan dapat menyebabkan osteoporosis atau penyakit autoimun.

4. Risiko kardiovaskular

Kurang tidur juga berhubungan dengan peningkatan penyakit kardiovaskular. Mereka yang tidur kurang dari 7 jam mengalami peningkatan risiko kejadian koroner. Para pekerja shift juga rawan terhadap gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kardiovaskular. Meskipun, peneliti belum menemukan hubungan yang pasti antara risiko kardiovaskular dan kurang tidur.

5. Kanker

Dalam sebuah studi prospektif dari 23.995 wanita Jepang, durasi tidur yang lebih pendek, khususnya enam jam atau kurang per malam, dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan perempuan yang tidur tujuh jam per malam. Faktor kunci yang menghubungkan kurang tidur dan kanker adalah adanya melatonin, yang disekresikan terutama dari kelenjar pineal.

6. Obesitas

Para ilmuwan berhipotesis bahwa kurang tidur menyebabkan obesitas. Kurang tidur sepertinya mengubah regulasi tubuh Anda terhadap hormone yang mengatur nafsu makan.

 

Sumber: www.medicaldaily.com

read more
1 7 8 9 10 11 14
Page 9 of 14