close

Kesehatan

InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Apa Itu Penyakit Kanker Hati?

kanker hati

Kanker hati adalah kanker yang berawal di hati. Untuk memahami kanker hati, artikel berikut ini membantu memahami jenis-jenis kanker hati.

Kanker yang dimulai di hati (kanker hati primer)

Tempat munculnya kanker disebut situs primer, sehingga kanker yang dimulai di hati dikenal sebagai kanker hati primer.

1. Hepatocellular carcinoma (HCC)

Ini adalah kanker hati yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Kanker ini dimulai di hepatosit, tipe utama dari sel hati. Sekitar 4 dari 5 kanker yang dimulai di hati adalah jenis ini. Kanker hati yang dimaksud pada sebagian besar artikel adalah karsinoma hepatoseluler.

2. Kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma)

Kanker saluran empedu terjadi pada 1 atau 2 dari setiap 10 kasus kanker hati. Kanker ini bisa bermula di sebuah tabung kecil (disebut saluran empedu) yang membawa empedu yang dibuat di hati ke kandung empedu atau dari kandung empedu ke usus.

3. Jenis langka dari kanker hati primer

Angiosarcomas dan hemangiosarcomas adalah kanker langka yang dimulai di sel-sel yang melapisi pembuluh darah hati. Tumor ini tumbuh dengan cepat. Seringkali pada saat ditemukan, sel-sel ini telah menyebar luas. Pengobatan mungkin membantu memperlambat penyakit, tetapi kanker ini biasanya sangat sulit untuk diobati.

Hepatoblastoma adalah jenis yang sangat jarang dari kanker hati yang biasanya ditemukan pada anak-anak yang berusia sekitar 4 tahun. Sekitar 2 dari 3 anak-anak dengan tumor ini mendapatkan hasil yang baik dengan operasi dan kemoterapi, meskipun tumor lebih sulit diobati jika telah menyebar di luar hati.

 

Kanker yang menyebar ke hati (kanker hati sekunder)

Jika kanker dimulai di tempat lain dan kemudian menyebar ke hati, maka kanker ini disebut kanker hati sekunder. Kanker hati sekunder jauh lebih umum dari kanker yang dimulai di hati (kanker hati primer). Beberapa jenis kanker, termasuk kolon, rektum, paru-paru, dan payudara, menyebar (bermetastasis) ke hati. Kanker hati sekunder sangat berbeda dari kanker hati primer. Sel-sel kanker masih terlihat dan bertindak seperti sel-sel kanker dari bagian tubuh tempat sel kanker tersebut berasal, dan jenis kanker ini membutuhkan pengobatan yang ditujukan untuk jenis kanker-kanker tersebut, dan bukan untuk kanker hati.

 

Sumber: www.cancer.org

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

5 Cara Mencegah Kanker Otak

pencegahan kanker otak

Kanker otak adalah serangan tumor kecil di otak. Dokter belum memahami penyebab utama dari tumor otak primer. Tumor tumbuh dan menyebar hingga pada akhirnya kanker telah mengambil alih otak. Setiap kali terjadi pertumbuhan jaringan atau sel yang tidak normal, fungsi sistem saraf mulai mengalami masalah dan dapat memicu tanda-tanda dan gejala bahwa ada sesuatu yang salah. Pengobatan paling umum yang digunakan untuk kanker otak adalah operasi. Radiasi dan kemoterapi juga dapat digunakan, begitu juga steroid untuk mengecilkan pembengkakan otak. Berikut ini adalah 5 cara yang bisa Anda lakukan sebagai upaya pencegahan kanker otak.

 

1. Tanyalah riwayat kesehatan keluarga Anda

Salah satu cara untuk mencegah kanker otak adalah dengan mengetahui riwayat kesehatan keluarga Anda. Memahami sejarah kanker otak di keluarga Anda dapat membantu identifikasi gejala dan pilihan pengobatan. Harapan hidup bisa besar ketika kanker bisa terdeteksi lebih awal.

2. Perhatikan kondisi lingkungan

Mutasi molekuler dan seluler di otak dapat menyebabkan tumor otak dan menyebabkan kanker. Paparan elemen lingkungan tertentu juga dapat meningkatkan risiko kanker otak. Untuk mencegah kanker otak, hindari vinil klorida dan bahan kimia penyebab kanker lainnya. Sangat hati-hatilah dengan perawatan kesehatan yang dipusatkan di kepala. Radiasi dosis rendah untuk kepala bisa terjadi setiap saat, khususnya jika Anda sedang melakukan perawatan untuk jenis kanker lainnya. Radiasi di kepala juga bisa terjadi sejak kanak-kanak, yaitu ketika radiasi digunakan untuk memerangi infeksi jamur pada kulit kepala.

3. Periksalah masalah sistem kekebalan tubuh atau masalah kesehatan lainnya

Gangguan sistem kekebalan tertentu bisa menyebabkan munculnya jenis kanker otak yang langka yang disebut limfoma sistem saraf pusat (central nervous system lymphoma). Kehilangan penglihatan dan kelemahan otot termasuk beberapa gejala yang mungkin akan diperiksa oleh dokter.

4. Perhatikan penggunaan telepon seluler

Tidak ada bukti bahwa menggunakan ponsel bisa menyebabkan kanker otak. Tetapi untuk mencegah kanker otak, penting untuk memahami bahwa ponsel memancarkan energi radiasi pada bagian-bagian tubuh Anda. Terus pantau penelitian yang terus-menerus dilakukan untuk meneliti masalah ini. Perhatikan jumlah waktu yang Anda habiskan untuk menggunakan ponsel dan hindari menggunakan perangkat elektronik seperti komputer dan laptop untuk waktu yang lama.

5. Hidup sehat

Cara terbaik untuk mencegah kanker otak dan semua jenis kanker lainnya adalah dengan berolahraga, makan makanan yang sehat dan bergizi, tidak merokok, menghilangkan stres, dan minum secukupnya.

 

Sumber: www.wikihow.com

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Kanker Otak: Gejala dan Tanda

gejala kanker otak

Setelah mempelajari tentang apa itu kanker otak, sekarang kita gali lebih dalam tentang gejala dan ciri-cirinya.

 

Gejala Kanker Otak

Orang yang terkena tumor otak mungkin mengalami gejala atau tanda-tanda yang disebutkan di ini. Kadang-kadang, orang dengan tumor otak tidak menunjukkan gejala-gejala tersebut. Atau, gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh kondisi medis selain tumor otak.

Gejala tumor otak dapat bersifat umum atau khusus. Gejala umum disebabkan oleh tekanan dari tumor pada otak atau sumsum tulang belakang. Gejala spesifik disebabkan ketika bagian tertentu dari otak tidak bekerja secara normal karena tumor. Banyak orang yang terkena tumor otak didiagnosis ketika mereka pergi ke dokter setelah mengalami masalah, seperti sakit kepala atau perubahan lainnya.

 

Gejala Umum Kanker Otak

– Sakit kepala, yang mungkin parah dan mungkin memburuk dengan melakukan aktivitas atau muncul di pagi hari
– Kejang. Kejang motorik adalah gerakan tak terkendali tiba-tiba dari otot seseorang. Orang mungkin mengalami berbagai jenis kejang, termasuk myclonic dan tonic-klonic (grand mal). Obat-obatan tertentu dapat membantu mencegah atau mengendalikan kejang. Perbedaan antara jenis kejang adalah:

1. Myclonic

  • Satu atau beberapa otot berkedut, tersentak, atau kejang

2. Tonic-Clonic (Grand Mal)

  • Kehilangan kesadaran dan nada tubuh, diikuti oleh otot-otot yang berkedut dan relaksasi yang disebut kontraksi
  • Kehilangan kontrol fungsi tubuh
  • Sekitar 30 detik tidak bernapas dan tubuh seseorang bisa berubah menjadi biru
  • Setelah mengalami kejang jenis ini, seseorang mungkin mengantuk dan mengalami sakit kepala, kebingungan, kelemahan, mati rasa, dan nyeri otot.

3. Indrawi

  • Perubahan sensasi, penglihatan, pembauan, dan/atau pendengaran tanpa kehilangan kesadaran

4. Kompleks parsial

  • Dapat menyebabkan hilangnya kesadaran sebagian atau keseluruhan
  • Mungkin berhubungan gerakan berulang yang tidak disengaja, seperti kedutan

– Perubahan kepribadian atau memori
– Mual atau muntah
– Kelelahan

 

Gejala Khusus Kanker Otak

Gejala yang sifatnya khusus berdasarkan lokasi tumor otak meliputi:

– Tekanan atau sakit kepala di dekat tumor
– Kehilangan keseimbangan dan kesulitan dengan keterampilan motorik halus bisa disebabkan oleh tumor di otak kecil
– Perubahan dalam penilaian, termasuk kehilangan inisiatif, kelesuan, dan kelemahan otot atau kelumpuhan bisa disebabkan oleh tumor di lobus frontalis otak besar
– Hilangnya sebagian atau keseluruhan penglihatan bisa disebabkan oleh tumor di lobus oksipitalis atau lobus temporalis dari otak besar
– Perubahan dalam cara berbicara, pendengaran, memori, atau keadaan emosional, seperti agresivitas dan masalah pemahaman kata-kata bisa disebabkan oleh tumor di lobus frontalis dan temporalis otak besar
– Perubahan persepsi sentuhan atau tekanan, kelemahan lengan atau kaki pada satu sisi tubuh, atau kebingungan dengan sisi kiri dan kanan tubuh bisa disebabkan oleh tumor di lobus frontalis atau parietalis dari otak besar
– Ketidakmampuan untuk melihat ke atas bisa disebabkan oleh tumor kelenjar pinealis
– Laktasi, yang merupakan sekresi ASI dan perubahan periode menstruasi pada wanita, dan pertumbuhan tangan dan kaki pada orang dewasa bisa disebabkan oleh tumor hipofisis
– Kesulitan menelan, kelemahan atau mati rasa pada wajah, atau penglihatan ganda bisa disebabkan oleh tumor di batang otak
– Perubahan penglihatan, termasuk hilangnya bagian dari penglihatan atau penglihatan ganda bisa disebabkan oleh tumor di lobus temporalis, lobus oksipitalis, atau batang otak

 

Sumber: www.cancer.net

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Operasi untuk Pengobatan Kanker Otak

operasi kanker otak

Pengobatan untuk tumor otak berbeda tergantung pada beberapa faktor: usia, kesehatan umum, serta ukuran, lokasi, dan jenis tumor. Jika Anda mempunyai banyak pertanyaan tentang kanker otak, pengobatan, efek samping, dan prospek jangka panjangnya, tim perawatan kesehatan Anda adalah sumber informasi terbaik. Jangan ragu untuk bertanya.

 

Ikhtisar Penyembuhan Kanker Otak

Pengobatan kanker otak biasanya memang kompleks. Kebanyakan rencana pengobatan melibatkan beberapa dokter. Tim dokter tersebut meliputi ahli bedah saraf (spesialis di otak dan sistem saraf), ahli onkologi, ahli onkologi radiasi (dokter yang praktek terapi radiasi), dan, tentu saja, penyedia layanan kesehatan primer Anda. Tim dokter Anda juga mungkin termasuk ahli gizi, pekerja sosial, ahli terapi fisik, dan, mungkin, spesialis lain.

Protokol pengobatannya bervariasi sesuai dengan lokasi, ukuran dan jenis tumor, usia Anda, dan masalah medis tambahan yang mungkin Anda miliki.

Perawatan yang paling banyak digunakan adalah operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi. Dalam kebanyakan kasus, ada lebih dari satu jenis perawatan yang digunakan.

 

Operasi Kanker Otak

Banyak penderita tumor otak menjalani operasi. Tujuan operasi adalah untuk mengkonfirmasi bahwa kelainan yang terlihat selama pengujian memang benar tumor dan sekaligus untuk mengangkat tumor tersebut. Jika tumor tidak dapat diangkat, ahli bedah akan mengambil sampel tumor untuk diidentifikasi jenisnya.

Dalam beberapa kasus, terutama pada tumor jinak, gejala dapat sepenuhnya disembuhkan dengan operasi pengangkatan tumor. Ahli bedah saraf akan berusaha untuk menghilangkan semua tumor bila memungkinkan.

Anda mungkin harus menjalani beberapa perawatan dan prosedur sebelum operasi, antara lain:

– Anda mungkin akan diberi obat steroid, seperti deksametason (Decadron), untuk meringankan pembengkakan.

– Anda akan menjalani pengobatan dengan obat antikonvulsan untuk menghilangkan atau mencegah kejang.

– Jika Anda memiliki kelebihan cairan serebrospinal yang terkumpul di sekitar otak, sebuah tabung plastik tipis yang disebut shunt akan ditempatkan untuk mengalirkan cairan tersebut. Salah satu ujung shunt ditempatkan dalam rongga di mana cairan dikumpulkan; ujung lainnya ditempatkan di bawah kulit Anda untuk disalurkan ke bagian lain dari tubuh. Cairan akan mengalir dari otak ke sebuah tempat dari mana cairan dapat dengan mudah dihilangkan.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Otak

penyebab kanker otak

Setelah mengetahui apa itu kanker otak, sekarang kita akan mempelajari tentang penyebab kanker otak beserta faktor risikonya.

 

Penyebab Kanker Otak

Sampai saat ini penyebab pasti kanker belum diketahui. Kanker otak yang berasal di otak disebut tumor otak primer. Hal ini dapat menyebar dan merusak bagian-bagian terdekat dari otak. Kanker payudara, paru-paru, sel-sel kulit, atau darah (leukemia atau limfoma) juga dapat menyebar (bermetastasis) ke otak, menyebabkan kanker otak metastatik. Kelompok sel kanker ini kemudian dapat tumbuh di daerah tunggal atau di berbagai bagian pada otak.

Tumor otak, seperti tumor lainnya, tidak menular dan tidak dapat diteruskan kepada orang lain.

 

Faktor Risiko Kanker Otak

Faktor risiko meliputi:

– imunosupresi (misalnya minum obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh, HIV / AIDS)
– paparan vinil klorida (zat kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik)
– risiko warisan genetic
– merokok
– infeksi HIV
– racun lingkungan (misalnya, bahan kimia yang digunakan dalam kilang minyak, pembalseman bahan kimia, bahan kimia industri karet)

Faktor Risiko Kanker Otak juga bisa ditentukan berdasarkan:

a. Gender

Tumor otak sedikit lebih sering ditemukan pada pria dibandingkan pada wanita.

b. Usia

Meskipun tumor otak dapat berkembang pada usia berapa pun, risiko perkembangan tumor otak bisa meningkat seiring dengan pertambahan usia. Namun, beberapa jenis tumor otak lebih sering terjadi pada remaja. Anak-anak juga dapat terkena tumor otak.

c. Kondisi Genetis

Tumor otak tidak disebabkan oleh gen rusak yang diwariskan yang dapat diteruskan kepada anggota keluarga lainnya. Sejumlah kecil tumor otak terjadi pada orang yang memiliki kondisi genetik tertentu, seperti neurofibromatosis tipe 1 dan tipe 2, tuberous sclerosis, atau sindrom berikut:

– Li-Fraumeni
– Von Hippel-Lindau
– Turcot
– Gorlin

d. Perawatan radioterapi sebelumnya

Orang-orang yang telah terkena radiasi ke kepala mereka, seperti anak-anak yang menjalani radioterapi ke kepala untuk pengobatan leukemia, memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk terkena tumor otak. Jika tumor memang berkembang, biasanya terjadi bertahun-tahun setelah radioterapi.

 

Beberapa Penyebab Kanker Otak yang Belum Terbukti

Beberapa berpendapat bahwa faktor-faktor lain, seperti ponsel, kabel listrik dan virus tertentu kemungkinan bisa menjadi penyebab tumor otak. Banyak penelitian telah meneliti adanya kemungkinan tersebut, khususnya ponsel. Namun, dari bukti-bukti sampai saat ini, masih belum bisa dikatakan dengan pasti apakah ponsel merupakan salah satu faktor penyebab atau faktor yang meningkatkan risiko perkembangan tumor otak.

Sementara itu, penyebab tumor otak sekunder selalu kanker primer di tempat lain dalam tubuh.

 

Sumber: www.macmillan.org.uk

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Apa Itu Penyakit Kanker Otak?

kanker otak

Kanker otak adalah penyakit otak di mana sel-sel kanker (ganas) muncul dalam jaringan otak. Sel-sel kanker tumbuh membentuk suatu massa jaringan kanker (tumor) yang mengganggu fungsi otak seperti kontrol otot, sensasi, memori, dan fungsi-fungsi tubuh normal lainnya. Tumor yang terdiri dari sel-sel kanker disebut tumor ganas, dan tumor yang terdiri dari sel-sel non-kanker disebut tumor jinak. Sel-sel kanker yang berkembang dari jaringan otak disebut tumor otak primer sementara tumor yang menyebar dari bagian tubuh lain menuju otak yang disebut metastasis atau tumor otak sekunder. Statistik menunjukkan bahwa kanker otak jarang terjadi dan kemungkinan akan berkembang pada sekitar 23.000 orang baru per tahun dengan sekitar 13.000 kematian seperti yang diperkirakan oleh National Cancer Institute (NCI) dan American Cancer Society.

 

Jenis-Jenis Kanker Otak

Tidak semua kanker otak sama, bahkan jika kanker tersebut berasal dari jenis jaringan otak yang sama. Kanker otak dibagi menjadi beberapa grade, tergantung dari seperti apa sel-sel dalam tumor terlihat secara mikroskopis. Grade ini juga memberikan informasi mengenai tingkat pertumbuhan sel. NCI menjabarkannya dalam daftar berikut:

Grade I

Jaringannya jinak. Sel-selnya terlihat hampir seperti sel-sel otak yang normal, dan sel-sel tersebut tumbuh perlahan-lahan.

Grade II

Jaringannya ganas. Sel-sel terlihat tidak terlalu mirip seperti sel-sel normal jika dibandingkan di sel-sel di grade I.

Grade III

Jaringan ganasnya memiliki sel-sel yang terlihat sangat berbeda dari sel yang normal. Sel-sel yang abnormal secara aktif tumbuh dan memiliki penampilan yang jelas tidak normal (anaplastik).

Grade IV

Jaringan ganasnya memiliki sel-sel yang terlihat paling tidak normal dan cenderung tumbuh dengan cepat.

 

Tumor otak primer paling umum dinamai berdasarkan jenis jaringan otak tempat t7mbuhnya tumor tersebut, yaitu tumor glioma, meningioma, adenoma hipofisis, schwannomas vestibular, dan neuroectodermal primitif (medulloblastomas). Glioma memiliki beberapa subtipe yang meliputi astrocytomas, oligodendrogliomas, ependymomas, dan papiloma pleksus koroid. Ketika grade disatukan dengan nama tumor-tumor tersebut, dokter akan mendapatkan pemahaman lebih mengenai keparahan kanker otak. Misalnya, Grade III (anaplastik) glioma adalah tumor agresif, sementara neuroma akustik adalah tumor jinak grade I. Namun, bahkan tumor jinak pun dapat menyebabkan masalah serius jika mereka tumbuh cukup besar sehingga menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial atau menghalangi struktur pembuluh darah atau aliran cairan serebrospinal.

Kanker otak dibagi menjadi beberapa stadium sesuai dengan jenis sel dan kelasnya karena sel kanker tersebut jarang menyebar ke organ lain, sementara kanker lainnya, seperti kanker payudara atau kanker paru-paru, didasarkan pada stadium menurut lokasi dan penyebaran sel-sel kanker. Secara umum, stadium kanker ini berkisar dari 0 sampai 4, dengan stadium 4 menunjukkan kanker telah menyebar ke organ lain (stadium tertinggi).

 

Sumber: www.medicinenet.com

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Gejala Penyakit Kanker Serviks pada Wanita

gejala kanker serviks

Setelah mempelajari tentang kanker serviks dan pencegahannya, sekarang kita akan membahas tentang gejala kanker serviks pada wanita. Gejala kanker serviks tidak selalu jelas dan mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali sampai telah mencapai stadium lanjut. Untuk itulah, sangat penting bagi Anda untuk mengadakan janji skrining dengan dokter Anda. Namun, berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa menandai kanker serviks.

 

Gejala Utama Kanker Serviks: Pendarahan yang Tidak Biasa

Dalam kebanyakan kasus, perdarahan vagina adalah gejala pertama yang mencolok dari kanker serviks. Pendarahan ini biasanya terjadi setelah berhubungan seks. Perdarahan pada waktu lainnya, selain periode bulanan Anda, juga dianggap sebagai pendarahan yang tidak normal.

Pendarahan yang tidak biasa ini juga termasuk perdarahan setelah menopause (ketika periode bulanan wanita telah berhenti). Jika Anda mengalami pendarahan yang tidak biasa pada vagina Anda, segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan penjelasan dan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Gejala Kanker Serviks Lainnya

Gejala lain dari kanker serviks dapat meliputi:

– Rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks
– Keputihan dengan bau yang tidak menyenangkan

 

Gejala Kanker Serviks Stadium Lanjut

Jika kanker menyebar dari serviks ke jaringan dan organ sekitarnya, akan dapat memicu berbagai gejala lainnya, termasuk:

– Sembelit
– Darah dalam urine Anda (hematuria)
– Hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)
– Nyeri tulang
– Pembengkakan salah satu kaki Anda
– Sakit parah di tubuh bagian samping atau belakang yang disebabkan oleh pembengkakan di ginjal yang terkait dengan suatu kondisi yang disebut hidronefrosis
– Perubahan aktivitas usus dan kandung kemih Anda
– Kehilangan nafsu makan
– Penurunan berat badan
– Kelelahan dan kekurangan energi

 

Kapan Anda Harus Mencari Bantuan Medis

Disarankan agar Anda menghubungi dokter jika Anda mengalami:
– Pendarahan setelah berhubungan seks (perdarahan postcoital)
– Perdarahan di luar periode normal Anda
– Perdarahan baru setelah menopause

Pendarahan vagina sebenarnya sangatlah umum terjadi dan dapat disebabkan beberapa alasan, sehingga tidak selalu berarti bahwa Anda mengalami kanker serviks. Namun, perdarahan vagina yang tidak biasa adalah gejala yang perlu diselidiki lebih lanjut oleh dokter.

 

Sumber: www.nhs.uk

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Pencegahan Dan Deteksi Dini Kanker Serviks

deteksi kanker serviks

Setelah mengetahui tentang apa itu kanker serviks, kita perlu mempelajari tentang upaya pencegahannya. Yang perlu Anda ketahui, kanker serviks adalah penyakit yang dapat dicegah dan, jika terdeteksi dini, kanker ini dapat diobati. Berikut ini adalah cara untuk mencegah kanker serviks dan mendeteksi penyakit ini sejak dini.

 

Pencegahan Kanker Serviks

1. Hindari infeksi HPV dengan mempraktekkan seks yang lebih aman

HPV dapat menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom, sehingga menggunakan kondom dapat membantu mengurangi risiko Anda terkena infeksi. Akan tetapi, kondom tidak bisa memberikan perlindungan yang lengkap terhadap HPV karena virus ini bisa menginfeksi daerah yang tidak tercakup oleh kondom. Resiko terkena infeksi HPV meningkatkan semakin dini Anda memulai aktivitas seks aktif dan dengan lebih banyak mitra seksual yang Anda miliki meskipun perempuan yang hanya memiliki satu pasangan seksual juga dapat menderita penyakit ini.

2. Hindari merokok

Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena kanker serviks dengan tidak merokok. Orang yang merokok kurang mampu menghilangkan infeksi HPV dari tubuh, yang dapat berkembang menjadi kanker.

 

Deteksi Dini Kanker Serviks

1. Semua wanita harus mulai memeriksa kanker serviks pada usia 21

Wanita berusia 21-29 tahun harus menjalani tes Pap setiap 3 tahun. Tes HPV tidak boleh digunakan untuk skrining pada kelompok usia ini kecuali jika digunakan sebagai tindak lanjut untuk tes Pap yang abnormal.

2. Wanita berusia 30-65 tahun harus menjalani tes Pap plus tes HPV setiap 5 tahun

Ini adalah jenis pendekatan yang paling disukai. Tapi jika Anda ingin melakukan tes Pap tersendiri setiap 3 tahun sekali juga tidak masalah. Wanita berisiko tinggi, misalnya yang terkena DES sebelum lahir atau yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, mungkin harus lebih sering menjalani skrining.

3. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai vaksin HPV

Vaksin HPV memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang paling mungkin menyebabkan kanker. Yang paling efektif adalah jika seseorang divaksinasi sebelum menjalani aktivitas seksual secara aktif. Vaksin ini direkomendasikan bagi anak perempuan yang berusia 11 sampai 12 tahun. Anak perempuan berusia 9 atau 10 tahun juga bisa divaksin. Sampai usia 18 tahun, anak-anak perempuan ini akan mendapatkan vaksin lanjutan (catch-up). Perempuan muda usia 19-26 tahun yang belum pernah divaksinasi juga bisa mendapatkan vaksinasi.

4. Wanita di atas usia 65 tahun yang telah menjalani tes kanker serviks secara teratur dengan hasil yang normal tidak perlu melakukan tes untuk kanker serviks

Wanita dengan riwayat pra-kanker serviks yang serius harus terus diuji selama setidaknya 20 tahun setelah diagnosis tersebut, bahkan jika tes tersebut terus berlanjut melewati usia 65 tahun.

5. Wanita yang telah menjalani histerektomi harus berhenti skrining kecuali jika operasi tersebut dilakukan sebagai pengobatan untuk kanker atau pra-kanker serviks

Wanita yang telah menjalani histerektomi tapi serviksnya masih tertinggal harus terus mengikuti pedoman seperti yang tertera di atas.

 

Sumber: preventcancer.org

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Kanker Serviks

kanker serviks

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah kanker serviks yang diderita oleh beberapa wanita di Indonesia. Dan selain kanker payudara, kanker serviks ini juga yang paling membunuh bagi kaum wanita. Namun, apa sebenarnya kanker serviks itu dan bagaimana perkembangannya? Berikut ini adalah penjelasan mengenai penyakit kanker serviks.

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks berawal di sel-sel yang melapisi leher rahim—bagian bawah uterus (rahim). Bagian ini kadang-kadang disebut serviks uterus. Janin tumbuh dalam tubuh rahim (bagian atas). Leher rahim menghubungkan tubuh rahim ke vagina (jalan lahir). Bagian yang paling dekat leher rahim ke tubuh rahim disebut endoserviks sementara bagian di samping vagina adalah exocervix (atau ectocervix). Dua jenis sel utama yang meliputi serviks adalah sel skuamosa (pada exocervix) dan sel-sel kelenjar (di endoserviks). Dua jenis sel tersebut bertemu di sebuah tempat yang disebut zona transformasi. Lokasi yang tepat dari zona transformasi berubah seiring dengan pertambahan usia Anda dan ketika Anda melahirkan.

Sebagian besar kanker serviks dimulai di sel di zona transformasi. Sel-sel ini tidak tiba-tiba berubah menjadi kanker. Sebaliknya, sel-sel normal leher rahim pertama-tama secara bertahap berkembang menjadi pra-kanker yang kemudian berubah menjadi kanker. Dokter menggunakan beberapa istilah untuk menggambarkan perubahan pra-kanker, termasuk neoplasia serviks intraepitel (CIN), squamous intraepithelial lesion (SIL), dan displasia. Perubahan ini dapat dideteksi dengan tes Pap dan diobati untuk mencegah kanker berkembang.

Kanker serviks dan pra-kanker serviks diklasifikasikan berdasarkan penampakan mereka di bawah mikroskop. Jenis utama dari kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma.

Sebagian besar (bisa mencapai 9 dari 10) kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa. Kanker ini terbentuk dari sel-sel di exocervix dan sel-sel kanker tersebut memiliki fitur sel skuamosa di bawah mikroskop. Karsinoma sel skuamosa paling sering berawal di zona transformasi (di mana exocervix bergabung dengan endoserviks).

Sebagian besar kanker serviks lainnya adalah adenocarcinoma. Adenocarcinoma adalah kanker yang berkembang dari sel-sel kelenjar. Adenokarsinoma serviks berkembang dari sel-sel kelenjar penghasil lendir dari endoserviks. Adenokarsinoma serviks telah menjadi lebih umum dalam 20 sampai 30 tahun terakhir.

Yang tidak begitu umum terjadi, kanker serviks memiliki fitur dari kedua karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Hal ini disebut karsinoma adenosquamous atau karsinoma campuran.

Meskipun kanker serviks dimulai dari sel dengan perubahan pra-kanker, hanya beberapa wanita yang mengalami pra-kanker leher rahim yang berkembang menjadi kanker. Biasanya diperlukan waktu beberapa tahun bagi pra-kanker serviks untuk berubah menjadi kanker serviks, tetapi bisa saja terjadi dalam waktu kurang dari satu tahun. Bagi kebanyakan wanita, sel-sel pra-kanker akan hilang tanpa pengobatan. Namun, pada beberapa wanita, pra-kanker berubah menjadi kanker sungguhan (invasif). Merawat semua pra-kanker serviks dapat mencegah hampir semua kanker serviks invasif.

Meskipun hampir semua kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa atau adenokarsinoma, kanker jenis lain juga dapat berkembang di leher rahim. Jenis-jenis kanker lain, seperti melanoma, sarkoma, dan limfoma, lebih sering ditemukan pada tubuh bagian lain.

 

Sumber: www.cancer.org

read more
InfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Apakah Madu Bisa Disertakan untuk Diet Diabetes?

madu untuk diabetes

Diet diabetes secara ketat dikontrol khususnya berhubungan dengan asupan gula dan senyawa mineral. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa “apakah madu diperbolehkan untuk pasien diabetes” adalah pertanyaan yang sering diajukan ketika membicarakan diet untuk diabetes.

Diabetes adalah gangguan pankreas, dimana insulin tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup atau diproduksi tapi tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Diabetes pada dasarnya adalah gangguan metabolisme, terutama metabolisme karbohidrat. Gula dan pati yang tertelan tidak dapat digunakan, dan karenanya dieliminasi dalam urin. Gejala diabetes antara lain sering buang air kecil, rasa haus atau kelaparan yang ekstrim, penurunan berat badan, kelelahan, mati rasa, dan infeksi.

Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak memproduksi insulin apapun, sedangkan, orang dengan diabetes tipe 2 juga tidak menghasilkan cukup insulin atau sel-sel mereka menolak insulin, dan mereka cenderung kelebihan berat badan, karena kadar insulin yang tinggi, sehingga tidak bisa mengalirkan glukosa ke dalam sel otot, yang kemudian mengubah glukosa menjadi lemak dan kolesterol sebagai gantinya. Hal ini menyebabkan tidak hanya obesitas, tapi juga penyakit jantung, sirkulasi darah yang buruk di kaki dan penyakit mata. Sementara diabetes tipe 1 diobati dengan suntikan insulin, yang membantu glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh dan mempertahankan kontrol glukosa darah, diabetes tipe 2 biasanya menggunakan obat penurun glukosa. Kebanyakan penderita diabetes mengidap diabetes tipe 2 dan biasanya di atas usia 40-an.

 

Penggunaan Madu dalam Diet Diabetes

Dengan kontrol yang tepat, banyak penderita diabetes dan pra-diabetes (orang dengan kadar glukosa darah yang lebih tinggi dibandingkan orang normal tetapi tidak cukup tinggi untuk dipertimbangkan sebagai diabetes) masih dapat menikmati madu alam dengan aman. Sebelum memasukkan madu ke dalam perencanaan diet mereka, cari tahu berapa banyak cairan manis yang dapat dikonsumsi setiap harinya.

Setiap jenis diabetes berbeda dan harus dipelajari bagaimana tubuh penderita bereaksi terhadap beraneka makanan yang mengandung karbohidrat. Ingatlah bahwa jumlah total pati atau karbohidrat dalam makanan adalah pertimbangan utama, bukan jumlah gula. Madu adalah makanan karbohidrat juga, seperti beras dan kentang. Jadi, perlu diingat bahwa 1 sendok makan madu saja mengandung sekitar 17 gram karbohidrat, yang berarti bahwa ini mengurangi porsi asupan karbohidrat harian Anda.

Penderita diabetes dapat mengkonsumsi madu sama seperti pemanis atau karbohidrat lainnya. Untuk memantau respon terhadap madu, kadar gula darah bisa dicatat sebelum konsumsi dan dicek lagi dua jam kemudian. Dan lagi, ketika membeli madu komersial untuk pasien diabetes, pastikan bahwa madu tersebut adalah madu murni dan tidak tercemar oleh glukosa, pati, gula tebu, dan bahkan malt, yang harus dihindari dalam diet diabetes.

 

Pendapat Dokter tentang Madu untuk Diet Diabetes

Dokter kemungkinan besar akan mengatakan “jangan” jika Anda menanyakan tentang penggunaan madu dalam diet diabetes. Hal ini tidak mengherankan karena ide makan madu untuk mengatur glukosa darah tampaknya agak kontra intuitif. Tapi dokter mungkin tidak memberitahu Anda bahwa studi klinis telah menunjukkan bahwa madu murni merupakan pilihan yang lebih sehat dalam diet diabetes dari pada gula meja dan pemanis non-nutrisi lain seperti Splenda, sakarin, aspartame. Madu membutuhkan tingkat insulin yang lebih rendah dibandingkan dengan gula putih biasa dan tidak meningkatkan kadar gula darah secepat gula meja karena memiliki Glycemic Index lebih rendah daripada gula.

Meskipun madu mengandung kadar gula yang besar, tapi gula tersebut terbagi menjadi dua unit sederhana, glukosa dan fruktosa, yang diserap pada tingkat yang berbeda ke dalam tubuh. Bahkan, Dr Ron Fessenden mengungkapkan dalam bukunya The Honey Revolution bahwa “semakin seseorang intoleran terhadap gula, semakin rendah respon gula darah setelah konsumsi madu versus semakin tinggi respon gula darah setelah mengkonsumsi sukrosa atau glukosa”. Buku ini lebih lanjut menjelaskan mengapa madu mampu melakukan peran regulasi yang luar biasa ini. Rasio 1:1 fruktosa dan glukosa yang ditemukan dalam madu memfasilitasi asupan glukosa ke hati, yang mencegah kelebihan glukosa memasuki sirkulasi darah. Dan madu alam adalah satu-satunya gula yang memiliki kemampuan khusus ini.

Selanjutnya, penggunaan fruktosa monosakarida sering dianjurkan untuk mempermanis diet penderita diabetes karena GI-nya secara signifikan lebih rendah. Masalahnya adalah, fruktosa diserap berbeda dari gula-gula lainnya. Fruktosa tidak dimanfaatkan untuk energi seperti glukosa, tetapi disimpan dalam hati sebagai trigliserida. Hal ini memberikan beban metabolisme yang besar pada hati dan akhirnya dapat menyebabkan masalah kesehatan utama yang berhubungan dengan obesitas dan gangguan kesehatan lebih lanjut bagi penderita diabetes. Sayangnya, dalam upaya mereka untuk menghindari gula dalam makanan, banyak penderita diabetes kehilangan fokusnya dalam merencanakan diet mereka dengan menyertakan “gula buah fruktosa”, “kue ulang tahun khusus diabetes”, “es krim NutraSweet”, “permen bebas gula”, dll, yang semuanya mengandung sirup jagung atau pemanis buatan yang bahkan lebih berbahaya daripada gula biasa bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

 

Sumber: www.benefits-of-honey.com

read more
1 23 24 25 26 27 28
Page 25 of 28