close

Ibu & Anak

Ibu & AnakInfoKesehatan

5 Gejala Penyakit pada Anak yang Tak Boleh Diabaikan

penyakit pada anak

Beberapa penyakit khas dialami oleh anak-anak dimanapun, antara lain hidung meler, sakit perut, ruam gatal, dan masih banyak lagi. Hal-hal seperti ini sangat normal dan tentu orang tua tak harus terlalu khawatir.

Namun, bagaimana jika masalah kesehatan yang lebih serius menimpa anak kita. Apa yang harus kita lakukan?

Berikut ini adalah gejala umum yang terjadi pada anak-anak di atas umur 1 tahun yang memerlukan kunjungan ke dokter, klinik, atau ruang gawat darurat.

1. Demam tinggi pada anak di atas 1 tahun

Jika tubuh anak Anda memerah dan panas, Anda harus segera ke dokter, meskipun mungkin sebenarnya dia tidak apa-apa.

Demam merupakan bagian dari cara tubuh mempertahankan diri terhadap infeksi. Jika seorang anak mengalami demam, itu berarti bahwa sistem kekebalan tubuhnya bekerja. Untuk mengukur suhu paling pas adalah melalui dubur. Demam biasanya dimulai dari 38 C. Anda tidak disarankan memberikan obat turun panas karena obat tersebut tidak melawan infeksi yang menyebabkan demam, tapi hanya mengurangi demam sementara.

Kebanyakan demam pada anak bukanlah darurat medis. Anda disarankan untuk segera ke dokter jika panas tubuh anak 38 C atau lebih.

2. Pusing yang parah

Bagaimana Anda bisa tahu apakah sakit kepala anak Anda cukup serius dan perlu dibawa ke dokter ataukah itu cuma alasannya saja untuk bolos sekolah? Sakit kepala ringan biasanya segera sembuh dengan obat dari apotek.

Jika sakit kepala anak Anda bertahan selama beberapa jam—atau jika rasa sakit begitu kuat sehingga anak tidak bisa makan, bermain, atau bahkan menikmati acara TV favoritnya—segera telepon dokter.
Sakit kepala umumnya disebabkan oleh otot-otot tegang di kulit kepala, dan bukan masalah yang berkaitan dengan otak. Tapi sakit kepala dengan gejala neurologis (misalnya kebingungan, penglihatan kabur, atau kesulitan berjalan) harus dievaluasi oleh seorang dokter di ruang UGD.

Sakit kepala yang bersamaan dengan demam, muntah, kebingungan, ruam, atau leher kaku juga harus dievaluasi karena mungkin saja anak mengalami infeksi atau penyakit serius, meningitis, yang merupakan keadaan darurat medis.

3. Ruam yang menyebar

Jangan terlalu khawatir dengan ruam di lengan atau kaki anak Anda karena biasanya tidak berbahaya. Jika Anda menekan ruam warnanya menjadi putih lalu menjadi merah lagi begitu Anda melepaskan tekanan, itu artinya ruam tersebut tidak berbahaya. Jika ruam tidak berubah warna ketika ditekan, hal ini dapat menunjukkan darurat medis seperti meningitis atau sepsis, terutama jika disertai dengan demam.

Jenis ruam juga dapat muncul di wajah setelah batuk atau muntah yang beratsehingga tidak selalu merupakan tanda sesuatu yang serius, terutama jika hanya muncul di satu daerah saja. Namun, untuk amannya, tiap kali anak mengalami ruam berwarna merah atau ungu yang tidak berubah warna jika ditekan, segera hubungi dokter.

4. Sakit perut parah

Ketika anak Anda keracunan makanan, pantau seberapa sering mereka muntah atau diare. Muntah dan diare dapat menyebabkan dehidrasi. Jika anak mengalami dehidrasi ringan, dokter mungkin menyarankan untuk memberi elektrolit di rumah, meskipun pengobatan juga tergantung pada usia anak. Jika keadaan anak Anda memburuk, segera bawa ke dokter.

Muntah tiga kali tidak akan menyebabkan dehidrasi, tapi delapan kali diare selama delapan jam mungkin menyebabkan dehidrasi, sebagaimana muntah yang disertai diare. Dehidrasi perlu dimonitor dan kadang-kadang membutuhkan perawatan darurat.

5. Leher kaku

Leher kaku bisa menjadi gejala meningitis, suatu keadaan darurat medis. Jadi, jika anak Anda berdiri kaku, tidak menggerakkan leher, atau menolak melihat kiri atau kanan, segera hubungi dokter. Namun, bisa jadi leher kaku tadi hanya masalah nyeri otot biasa.

Lihatlah konstelasi gejala. Leher kaku bisa diakibatkan posisi tidur yang salah. Meningitis adalah kombinasi demam dengan leher kaku, sensitivitas cahaya dan sakit kepala, dan kadang disertai muntah dan lesu.

Muntah dan leher kaku bisa juga merupakan gejala penyakit sederhana, seperti seperti radang tonsil atau kelenjar getah bening yang bengkak. Namun, jika Anda khawatir, segera bawa ke dokter.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
Ibu & AnakInfoKehamilan & PersalinanKesehatan

Apakah Kehamilan Kedua Berbeda dari Kehamilan Pertama?

kehamilan kedua

Apakah kehamilan kedua akan sama dengan kehamilan pertama? Kemungkinannya adalah TIDAK.
Kebanyakan wanita merasakan bahwa kehamilan kedua mereka berbeda dari kehamilan pertama. Sebagai contoh, intensitas kelelahan atau seberapa cepat Anda merasakan tendangan bayi mungkin tidak seperti apa yang Anda alami ketika Anda hamil anak pertama.

Selain itu, kehidupan juga telah berubah sekarang. Anda mungkin harus mengurus anak Anda yang baru belajar berjalan atau baru masuk TK. Kondisi tubuh Anda juga tak lagi sama.

 

Perubahan Pada Kehamilan Kedua

Jika Anda mengandung anak kedua Anda, berikut ini adalah beberapa perubahan yang mungkin Anda alami:

1. Anda merasa bayi Anda bergerak lebih awal

Salah satu perbedaan paling awal yang dirasakan ibu pada kehamilan kedua mereka biasanya adalah bahwa dia merasa bayinya bergerak lebih awal daripada kehamilan pertamanya. Ibu yang hamil anak pertama biasanya akan merasakan tendangan dari bayinya pada usia kehamilan ke 5 bulan. Ibu yang sudah pernah hamil sebelumnya biasanya merasakan tendangan ini pada usia kehamilan 4 bulan. Ini mungkin dikarenakan dia telah memahami seperti apa rasanya bayi yang bergerak di dalam kandungannya dan mengenali bahkan tendangan awal bayi yang masih lemah.

Pada tiga bulan kehamilan, gerakan bayi Anda mungkin terasa seperti gelembung kecil atau sayap kupu-kupu yang menyapu rahim Anda. Ibu yang hamil anak pertama biasanya menyalahartikannya sebagai sebagai gas usus, tidak menyadari hingga beberapa minggu kemudian bahwa itu adalah tendangan dari bayi yang dikandungnya.

2. Perut Anda akan kelihatan membesar sebulan lebih cepat

Setelah memiliki bayi, rahim Anda tidak mengecil ke bentuknya yang semula. Hal inilah yang menyebabkan perut Anda lebih kelihatan cepat membesar jika dibandingkan dengan kehamilan pertama.

3. Posisi bayi Anda lebih rendah daripada kehamilan pertama

Otot perut Anda telah sangat teregangkan dengan sangat banyak pada kehamilan pertama sehingga akhirnya otot tersebut menjadi lebih lemah. Akibatnya, otot perut ini tidak dapat menopang bayi sekuat ketika otot tersebut menopang anak pertama Anda sehingga janin jatuh di bawah perut Anda.

Keuntungan dari ini semua adalah bahwa Anda bisa bernafas dengan lebih mudah dan makan lebih nyaman daripada di kehamilan pertama Anda. Kelemahannya adalah Anda mungkin mengalami dorongan untuk buang air lebih sering dan lebih awal terjadi. Anda juga mungkin mengalami ketidaknyamanan panggul akibat tekanan tambahan pada kandung kemih Anda dan daerah panggul.

Anda dapat meringankan beberapa ketidaknyamanan tersebut dengan latihan Kegel, yang memperkuat otot-otot panggul. Untuk melakukan Kegel, kencangkan kemudian lepaskan otot-otot di sekitar vagina dan kemih Anda, seolah-olah Anda sedang berusaha menahan air seni. Tahan masing-masing Kegel dengan hitungan sampai 10, dan lakukan hingga 10 set setiap harinya.

(Untuk persalinan, Anda juga bisa melakukan latihan pernafasan untuk memperlancar prosesnya.)

 

Sumber: www.parents.com

read more
Ibu & AnakInfoKehamilan & PersalinanKesehatan

Makanan Ibu Setelah Melahirkan

makanan setelah melahirkan

Yang terpikir setelah melahirkan mungkin adalah mengembalikan badan ke bentuk awal. Namun, yang harus Anda ingat adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda agar bisa menyusui dan merawat bayi Anda. Untuk itu, Anda harus memperhatikan makanan untuk ibu setelah melahirkan.

Rutin mengonsumsi makanan pasca melahirkan yang sehat sepanjang hari akan memaksimalkan sedikit energi yang Anda miliki sebagai seorang ibu baru. Jika Anda menyusui, kualitas ASI Anda tetap sama, tak peduli apa yang Anda makan. Namun, ada satu yang perlu dicatat: Bila Anda tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari diet Anda, tubuh akan mengambilnya dari cadangan di tubuh Anda. Jadi pastikan Anda mendapatkan cukup nutrisi untuk Anda dan bayi Anda.

Makanan Sehat Setelah Melahirkan

Makanan setelah melahirkan haruslah sehat dan bergizi. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi yang bisa Anda pilih:

1. Ikan salmon

Salmon, seperti ikan berlemak lainnya, sarat dengan jenis lemak yang disebut DHA. DHA sangat penting untuk perkembangan sistem saraf bayi Anda. Semua ASI mengandung DHA, tetapi kandungan DHA akan lebih tinggi pada wanita yang mendapatkan asupan DHA dalam makanan yang dikonsumsinya. DHA dalam ikan salmon juga dapat membantu suasana hati Anda. Studi menunjukkan DHA berperan dalam mencegah depresi pasca melahirkan.

Namun, ada batasnya. Anda direkomendasikan makan rata-rata 12 ons per minggu. Ini untuk membatasi jumlah merkuri yang dipaparkan pada anak Anda. Namun, merkuri pada salmon sangatlah rendah jika dibandingkan ikan lainnya.

2. Susu rendah lemak

Produk susu susu adalah makanan pasca melahirkan yang menjadi bagian penting dari ASI yang sehat, entah itu susu, keju ataupun yogurt. Susu memberikan dorongan vitamin D penguat tulang. Selain menyediakan protein dan vitamin B, produk susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Jika Anda menyusui, ASI sarat dengan kalsium untuk membantu tulang bayi Anda berkembang, jadi penting bagi Anda untuk makan cukup kalsium untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri. Jadi, masukkan 3 cangkir susu tiap hari dalam diet Anda.

3. Daging sapi tanpa lemak

Daging sapi tanpa lemak baik untuk meningkatkan energi Anda karena makanan ini kaya akan zat besi. Kurangnya zat besi dapat menguras tingkat energi Anda, sehingga sulit bagi Anda untuk bersaing dengan tuntutan bayi yang baru lahir. Ibu menyusui perlu makan protein tambahan dan vitamin B12, dan kedua zat tersebut bisa didapatkan did aging sapi tanpa lemak.

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan yang dimaksud di sini adalah jenis legumes, yang kaya akan zat besi, terutama yang berwarna gelap seperti kacang hitam dan kacang merah. Dua kacang tersebut adalah sumber protein non-hewani terbaik dan merupakan pilihan makanan sehat pasca melahirkan.

5. Beras merah

Kehilangan berat badan terlalu cepat dapat menyebabkan Anda memproduksi susu dalam jumlah sedikit dan membuat tubuh mudah lesu. Makanan seperti beras merah akan memberikan kalori yang dibutuhkan untuk membuat susu kualitas terbaik untuk bayi Anda.

6. Jeruk

Jeruk termasuk makanan setelah melahirkan yang baik untuk meningkatkan energi. Jeruk (segala macam jenis jeruk) akan memberikan vitamin C pada ibu menyusui yang memang membutuhkan banyak asupan vitamin C.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
Ibu & AnakInfoKehamilan & PersalinanKesehatan

Latihan Pernafasan untuk Persalinan

latihan pernafasan untuk persalinan

Apakah Pernafasan Bisa Membantu Proses Persalinan?

Pernapasan berirama selama persalinan akan memaksimalkan jumlah oksigen yang tersedia untuk Anda dan bayi Anda. Teknik pernapasan juga dapat membantu Anda untuk menangani kontraksi. Penggunaan teknik relaksasi, termasuk pernapasan, juga dikaitkan dengan penurunan risiko melahirkan dengan bantuan. Anda bisa memahami betapa pentingnya pernafasan untuk persalinan dengan memahami apa yang terjadi saat Anda kehilangan kendali pernafasan Anda.

Ketika Anda tegang dan takut, pernapasan Anda menjadi dangkal dan cepat. Bahu Anda akan tertarik kea rah telinga dan leher dan otot bahu Anda terasa kencang dan kaku. Jika Anda mulai panik, Anda akan bernafas terlalu banyak, menghisap udara ke dalam paru-paru, dengan pernafasan singkat dan terengah-engah.

Bernafas dengan panik memotong jumlah jumlah oksigen tubuh yang dapat Anda gunakan untuk diri sendiri dan bayi Anda. Bernafas dengan panik adalah reaksi umum untuk situasi yang sangat menegangkan atau menakutkan. Itu normal, tapi tubuh Anda tidak dapat terus-terusan panik tanpa menjadi kelelahan. Dalam persalinan, tujuan Anda adalah untuk menghemat energi Anda sebanyak mungkin, dan memberikan banyak oksigen untuk bayi Anda agar dia bisa menyesuaikan diri dengan proses persalinan. Pernapasan berirama dapat membantu Anda melalui semua proses ini dengan lebih mudah.

 

Pola Pernafasan Terbaik untuk Persalinan

Coba tutup mata Anda sejenak. Fokus pada pernapasan Anda, dan perhatikan iramanya. Anda mengambil nafas, kemudian ada jeda sebentar sebelum Anda mengeluarkan nafas. Nafas keluar Anda memiliki kedalaman dan panjang yang sama dengan nafas masuk Anda. dan Anda berhenti sedikit sebelum paru-paru Anda menarik napas berikutnya.

Sangat penting untuk menjaga ritme pernapasan Anda. Jangan biarkan nafas masuk menjadi lebih panjang daripada nafas keluar. Paling tidak, nafas keluar harus lebih banyak daripada nafas masuk.
Ketika Anda mengalami kontraksi yang sangat kuat, pernapasan Anda akan menjadi dangkal. Hal ini normal selama pernafasan Anda tidak menjadi semakin cepat dan semakin cepat, kemudian berganti menjadi pernafasan panik.

 

Apakah Pernafasan Membantu Mendorong Saat Proses Persalinan?

Selama tahap kedua persalinan, Anda akan mendorong bayi Anda keluar. Ikuti dorongan tersebut dan dorong sebanyak yang menurut Anda pas selama setiap kontraksi. Anda mungkin bisa mendorong 3 atau 5 kali setiap kontraksi, dan Anda akan membutuhkan mengambil nafas di sela-selanya. Dorong bayi Anda ke bawah sebanyak 5 hitungan, ambil nafas dalam, lalu dorong lagi.

Menahan napas dan mendorong selama mungkin sangat TIDAK dianjurkan karena dapat merusak dasar panggul Anda. Selain itu, hal ini tidak dianjurkan karena bisa pula memberi dampak pada bayi Anda. Mendorong selama lebih dari lima detik atau enam detik pada suatu waktu dapat mempengaruhi berapa banyak oksigen yang tersampaikan kepada bayi Anda. Jika tak mendapat oksigen, bayi bisa tertekan.

 

Sumber: www.babycentre.co.uk

read more
Ibu & AnakKehamilan & PersalinanKesehatan

Pro dan Kontra Pemakaian Korset Setelah Melahirkan

memakai korset setelah melahirkan

Banyak tekanan yang dialami wanita pasca melahirkan untuk bisa mengembalikan tubuhnya ke ukuran yang proporsional. Banyak cara dilakukan untuk bisa mengembalikan postur tubuh seperti yang diinginkan, salah satunya adalah pemakaian korset melahirkan. Namun, sebelum memutuskan untuk mengenakan korset, alangkah baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Dan untuk tambahan informasi, berikut ini adalah beberapa pro kontra mengenai pemakaian korset pasca melahirkan.

Pro: Membentuk Tubuh

Sebuah korset bisa membuat tubuh Anda yang menggelambir pasca melahirkan bisa menjadi langsing dalam sekejap dan Anda juga bisa menggunakannya untuk mengembalikan bentuk tubuh ke bentuk semula sebelum hamil. Korset kuno digunakan untuk membantu perempuan mendapatkan ukuran pinggang 40 cm tapi tentu saja korset macam ini bisa berbahaya bagi kesehatan. Korset modern biasanya aman asalkan Anda memakainya dengan benar. Jika Anda merasa lemas, mungkin Anda memakai korset dengan terlalu ketat.

Kontra: Korset tidak nyaman

Bagi ibu-ibu dengan bayi yang masih sangat kecil, tentu mereka akan menghabiskan hari-hari mereka dengan memegang dan memeluk si buah hati. Korset cenderung kaku dan meskipun Anda ingin perut Anda kencang, bayi pasti ingin agar tubuh mereka ditempelkan pada lapisan yang empuk, seperti perut sang ibu. Jadi, tentu Anda tak bisa mengenakan korset melahirkan selama 24 jam sehari. Gunakan hanya selama 8 jam ketika Anda paling aktif.

Pro: Sokongan tambahan setelah melahirkan

Setelah melahirkan, perut Anda melar. Korset membantu menyokong tubuh Anda agar bisa kembali ke bentuk awal. Selain itu, korset juga membantu memperbaiki postur Anda.

Kontra: Nyeri pasca melahirkan

Selama beberapa minggu setelah melahirkan, beberapa ibu mengalami rasa sakit atau nyeri , khususnya yang mengalami robekan. Menurut beberapa orang, korset akan sangat berguna jika digunakan langsung setelah melahirkan. Namun, jika rasa sakit pasca melahirkan terlalu menyakitkan, menggunakan korset mungkin butuh menunggu beberapa saat.

 

Pro: Tak perlu waktu banyak untuk ibu yang sibuk

Mengenakan korset dapat memperbaiki pinggang Anda, dan tidak memerlukan banyak waktu ekstra. Ibu baru mungkin tidak memiliki banyak waktu atau energi yang longgar untuk ngegym. Jadi, korset bisa jadi pilihan.

Kontra: Korset sedikit memalukan untuk beberapa orang

Beberapa ibu akan berpikir dua kali untuk mengaku mereka mengenakan korset karena berpikir bahwa orang akan menganggapnya memalukan, jadul, dan tidak menarik. Itu karena banyak dari ibu-ibu tersebut yang tidak mau orang lain tahu bahwa mereka berusaha keras mengembalikan kondisi tubuh mereka seperti sebelum hamil.

 

Sumber: www.whattoexpect.com

read more
Ibu & AnakInfoKehamilan & PersalinanKesehatan

Wajarkah Keputihan Setelah Melahirkan?

keputihan setelah melahirkan

Beberapa wanita mengalami keputihan setelah melahirkan. Yang dipertanyakan apakah keputihan pasca melahirkan adalah hal yang normal? Dan apa yang harus dilakukan jika terjadi keputihan setelah melahirkan? Simak di bawah ini.

 

Apa Itu Keputihan Pasca Melahirkan

Dalam istilah kedokteran, keputihan pasca melahirkan disebut lokia. Lokia mengandung darah jaringan dari dinding rahim, dan bakteri. Selama beberapa hari pertama setelah kelahiran, lokia akan mengandung cukup banyak darah, sehingga warnanya akan terlihat merah terang dan akan tampak seperti haid yang banyak. Keluarnya bisa keluar sedikit-sedikit berupa semburan atau bisa juga lokia mengalir lebih merata. Jika Anda lama berbaring dan darah terkumpul di vagina, Anda mungkin akan merasakan gumpalan keluar dari vagina Anda.

Semakin hari, keputihan seharusnya semakin berkurang dan warnanya pun akan menjadi semakin terang. Sekitar dua sampai empat hari setelah Anda melahirkan, lokia akan lebih berair dan berwarna merah muda. Sekitar 10 hari setelah Anda melahirkan, normalnya keputihan hanya tinggal sedikit dengan warna putih atau putih-kuning. Pada saat itu, lokia didominasi oleh sel darah putih dan sel-sel dari lapisan rahim.

Keputihan akan melambat sebelum akhirnya berhenti sama sekali setelah 2-4 minggu. Namun, beberapa wanita melaporkan adanya keputihan kecil atau bercak yang terus muncul hingga beberapa minggu setelahnya.

 

Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Mengalami Keputihan Setelah Melahirkan?

Pada awal terjadinya keputihan, gunakan pembalut besar. Rumah sakit akan memberi Anda beberapa sanitary pad dan Anda juga bisa menyetok jika memang dibutuhkan. Karena keputihan akan berangsur mereda, Anda bisa beralih menggunakan pembalut kecil.

Jangan gunakan tampon setidaknya selama 6 minggu karena tampon rawan mengakibatkan infeksi pada vagina dan rahim Anda yang tengah dalam masa penyembuhan.

Buang airlah sesering mungkin, bahkan jika Anda tidak merasa ingin kencing. Dalam beberapa hari pertama setelah Anda melahirkan, kandung kemih Anda mungkin kurang sensitif jika dibandingkan pada hari-hari biasanya, sehingga Anda mungkin merasa tidak ingin buang air kecil bahkan ketika kandung kemih cukup penuh. Selain menyebabkan masalah kencing, kandung kemih yang penuh membuat rahim sulit berkontraksi, yang menyebabkan lebih banyak rasa sakit dan pendarahan.

Istirahatlah sebanyak mungkin. Jika Anda terlalu banyak beraktivitas, pendarahan akan semakin lama atau Anda mungkin akan mengalami pendarahan lagi setelah lokia berubah warna menjadi lebih terang atau bahkan setelah lokia sembuh.

Selain pada saat setelah melahirkan, keputihan yang tidak normal bisa saja terjadi. Kenali tanda-tandanya.

 

Sumber: www.babycenter.com

read more
Ibu & AnakInfoKehamilan & PersalinanKesehatan

Mengapa Kaki Bengkak Setelah Melahirkan?

kaki bengkak pasca melahirkan

Beberapa wanita mengalami bengkak setelah melahirkan, entah itu pada bagian kaki atau bagian lainnya. Hal ini disebut edema dalam istilah kedokteran. Tubuh Anda menyimpan cairan selama kehamilan dan menghasilkan darah yang jumlahnya 50% lebih banyak dari jumlah biasa, yang berfungsi untuk melindungi Anda dan bayi Anda.

Kombinasi volume darah ekstra ini, dengan retensi cairan dan perubahan hormonal, bisa membuat pergelangan kaki, tangan dan kaki membengkak setelah melahirkan. Hal yang sama bisa juga terjadi pada daerah sayatan caesar dan sayatan episiotomy yang bisa menimbulkan rasa tak nyaman pada Anda.

 

Penyebab Kaki Bengkak Pasca Melahirkan

Jika Anda bertanya-tanya, mengapa kaki bengkak setelah melahirkan, berikut ini penjelasannya:

1. Hormonal

Tubuh menghasilkan sejumlah besar progesteron selama kehamilan. Kelebihan progresteron menyebabkan retensi air dan natrium dalam tubuh, yang menyebabkan pembengkakan pasca melahirkan.

2. Rahim yang melebar

Membesarnya rahim Anda membatasi aliran darah ke bagian bawah tubuh. Hal ini juga dapat menyebabkan penumpukan cairan dan pembengkakan pasca melahirkan.

3. Kelahiran normal

Ketika Anda mendorong untuk melahirkan, tubuh Anda mengirimkan darah ekstra ke tangan dan kaki, yang menyebabkan pembengkakan.

4. Cairan IV

Kebanyakan wanita diberi cairan IV selama persalinan, baik normal ataupun Caesar. Cairan ekstra ini cenderung menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan pembengkakan lokal.

Cara Menyembuhkan dan Mengurangi Bengkak Pasca Melahirkan

1. Istirahat yang tepat

Hindari menyilangkan kaki dan berdiri untuk jangka waktu lama. Ketika berbaring, tempatkan kaki dengan ketinggian di atas pinggul untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi pembengkakan.

2. Pijatan lembut

Mintalah pasangan Anda untuk memijat lembut kaki Anda, mulai dari bawah ke atas. Hindari pemijatan yang terlalu menyakitkan serta penggunaan minyak aromaterapi.

3. Rendam kaki Anda

Rendam kaki Anda dalam campuran minyak aromaterapi dan air. Beberapa minyak seperti cypress bagus untuk sirkulasi darah.

4. Daun kubis

Kelebihan cairan dapat ditarik secara efektif menaruh daun kubis pada daerah yang bengkak. Bungkus daerah tersebut dengan daun dan biarkan hingga basah. Ulangi proses sampai Anda merasa nyaman.

5. Akupunktur dan refleksi kaki

Terapi kontemporer seperti akupunktur dan refleksi kaki akan sangat membantu dalam mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan. Akupuntur membantu menyeimbangkan tenaga dalam tubuh dan memperbaiki sirkulasi darah.

6. Jaga agar tubuh tetap dingin

Menjaga agar tubuh tetap dingin sangatlah penting karena panas akan memperburuk pembengkakan. Cobalah untuk tetap berada di dalam ruangan dan pastikan sirkulasi udaranya bagus. Hindari memakai pakaian ketat dan aksesoris.

7. Olahraga

Olahraga ringan dapat membantu meringankan kaki bengkak setelah melahirkan. Dan Anda bahkan tidak perlu ke gym. Merawat bayi Anda saja bisa dihitung sebagai olahraga. Dan ingat, mintalah persetujuan dokter jika Anda berencana melakukan apapun.

8. Makan sehat

Diet sehat dan seimbang akan membantu membuang cairan ekstra dengan cepat dan mengobati pembengkakan.

 

Sumber: www.momjunction.com

read more
Ibu & AnakInfoKehamilan & PersalinanKesehatan

Apa Saja Persiapan Melahirkan Caesar?

persiapan operasi cesar

Anda telah mengetahui beberapa hal tentang operasi Caesar pada beberapa artikel terdahulu, kini kita akan membahas tentang persiapan kelahiran Caesar. Persiapan ini berfungsi untuk mempersiapkan Anda menghadapi setiap situasi saat proses operasi dan menghindari adanya risiko yang tak diinginkan.

 

Bagaimana Cara Melakukan Persiapan Sebelum Caesar?

Jika operasi ini dijadwalkan, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk berdiskusi dengan ahli anestesi mengenai pilihan anestesi selama persalinan. Dokter mungkin juga merekomendasikan tes darah tertentu sebelum pelaksanaan operasi Caesar. Tes ini akan memberikan informasi tentang jenis darah Anda dan tingkat hemoglobin—yang merupakan komponen utama dari sel darah merah. Hal ini akan memberikan panduan bagi tim kesehatan seandainya Anda membutuhkan transfusi darah selama operasi.

Jika komplikasi kesehatan Anda atau kesehatan bayi Anda mengharuskan operasi Caesar sebelum kehamilan berusia 39 minggu, kematangan paru-paru bayi Anda mungkin perlu dites sebelum dilakukan operasi Caesar. Hal ini dilakukan dengan amniosentesis, yaitu prosedur yang dilakukan dengan mengambil sampel cairan yang mengelilingi dan melindungi bayi dalam rahim (cairan ketuban) untui dites. Kematangan amniosentesis menunjukkan bahwa bayi siap untuk lahir.

Bahkan ketika Anda merencanakan melahirkan secara normal, sangat disarankan bagi Anda untuk mempersiapkan diri terhadap hal-hal tak terduga. Sebelum tanggal kelahiran, diskusikan mengenai kemungkinan operasi Caesar pada dokter Anda. Tanyakan manakan jalan yang paling tepat untuk Anda: melahirkan normal ataukah dengan operasi Caesar. Dalam keadaan darurat, dokter mungkin tidak memiliki waktu untuk menjelaskan prosedur atau menjawab pertanyaan Anda secara detail.

Setelah operasi Caesar, Anda akan perlu waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri. Beberapa hal juga perlu Anda persiapkan agar Anda bisa melalui hari-hari pasca melahirkan Caesar dengan baik-baik saja tanpa gangguan apapun.

 

Sumber: www.mayoclinic.org

read more
Ibu & AnakInfoKehamilan & PersalinanKesehatan

Apa Yang Terjadi Pasca Melahirkan Caesar

pasca melahirkan sesar

Setelah operasi Caesar, Anda harus dimonitor selama 24 jam ke depan untuk memastikan bahwa tidak terjadi masalah pada Anda. Anda akan menerima obat penghilang rasa sakit dan kemungkinan dokter Anda akan meminta Anda untuk mulai latihan berjalan jangka pendek dalam waktu 24 jam setelah operasi. Berjalan dapat membantu meringankan penumpukan gas di perut. Biasanya, akan terasa sangat tidak nyaman saat akan mulai berjalan. Tapi rasa sakit akan berkurang pada hari-hari ke depan setelah kelahiran.

Rawat inap di rumah sakit biasanya 3 hari. Anda bisa mulai merawat dan memberi makan bayi Anda ketika Anda sudah merasa bisa. Sebelum meninggalkan rumah sakit, Anda akan menerima petunjuk pascaoperasi, termasuk tanda-tanda peringatan jika terjadi komplikasi.

Butuh waktu sekitar 4 minggu atau lebih agar sayatan bekas operasi bisa sembuh. Dan memang normal jika Anda merasakan sakit selama beberapa kali di area operasi selama tahun pertama setelah operasi. Dan sangat penting bagi Anda untuk merawat diri sendiri selama Anda dalam masa penyembuhan.

 

Kegiatan Setelah Melahirkan Caesar

– Istirahat ketika Anda merasa lelah. Tidur cukup akan membantu Anda sembuh.

– Cobalah untuk berjalan setiap harinya. Cobalah untuk berjalan lebih jauh dari hari sebelumnya. Berjalan meningkatkan aliran darah dan membantu mencegah pneumonia, sembelit, dan pembekuan darah.

– Hindari aktivitas berat, seperti naik sepeda, jogging, angkat besi, dan latihan aerobik, selama 6 minggu atau sampai dokter mengijinkan Anda.

– Jangan mengangkat beban yang lebih berat dari berat badan bayi Anda, kecuali ketika dokter telah memberi ijin.

– Jangan melakukan sit-up atau latihan lain yang memusatkan tarikan otot perut selama 6 minggu atau sampai dokter mengijinkan Anda.

– Tekan bantal pada bagian sayatan Anda ketika Anda batuk atau mengambil nafas dalam-dalam unyuk memberikan sokongan pada perut Anda dan mengurangi rasa sakit.

– Anda bisa mandi seperti biasa. Lalu keringkan bagian sayatan dengan menekan-nekan ringan hingga kering.

– Anda mungkin mengalami pendarahan pada vagina. Jadi pakaialah pembalut kesehatan. Jangan gunakan tampon kecuali dokter telah memberi izin.

– Tanyakan kepada dokter Anda kapan Anda bisa mulai menyetir lagi.

– Anda mungkin perlu cuti kerja selama setidaknya 6 minggu. Hal ini sangat bergantung pada jenis pekerjaan Anda dan apa yang Anda rasakan.

– Jika Anda ingin berhubungan seks, tanyakan kepada dokter Anda.

 

Diet Setelah Operasi Caesar

– Anda bisa makan makanan yang biasa Anda makan. Jika perut Anda terasa tak nyaman, cobalah makanan hambar rendah lemak, seperti nasi, ayam panggang, roti panggang, dan yoghurt.

– Minum banyak cairan (kecuali jika dokter Anda melarang).

– Mungkin Anda tidak BAB secara teratur pasca operasi Caesar dan hal itu sangatlah normal. Cobalah untuk menghindari konstipasi dan mengejan saat BAB. Disarankan bagi Anda untuk makan serat setiap hari. Jika Anda tidak BAB selama beberapa hari, tanyakan pada dokter apa Anda bisa minum pencahar.

 

Perawatan Pasca Melahirkan Caesar

– Jika luka sayatan Anda diperban, biarkan perban tetap di tempatnya selama seminggu atau sampai perban copot dengan sendirinya.

– Basuh area tersebut setiap hari dengan air hangat bersabun dan tekan-tekan dengan handuk hingga kering. Produk pembersih lainnya, seperti hidrogen peroksida, dapat menyebabkan proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat. Anda bisa menutupi area dengan balutan kain kasa jika luka mengeluarkan air dan membasahi pakaian Anda. Ganti balutan setiap hari.

– Jaga agar area tersebut tetap bersih dan kering.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
Ibu & AnakInfoKehamilan & PersalinanKesehatan

Pemeriksaan Pra-Kehamilan

pemeriksaan pra kehamilan

Kita semua tahu pentingnya perawatan medis prenatal untuk menjamin kesehatan wanita hamil dan bayinya. Tetapi kebanyakan ahli sekarang merekomendasikan para perempuan untuk melakukan pemeriksaan anobstetrician hamil, atau yang disebut perawatan pre-kehamilan atau prakonsepsi (Jika Anda sudah hamil sekarang dan ingin mengetahui persiapan pra-melahirkan, silahkan klik di sini).

Mungkin Anda merasa ini berlebihan. Untuk apa harus khawatir sebelum Anda hamil? Alasannya adalah dokter dapat membantu Anda bahkan pada tahap awal. Mereka bisa menjalankan tes untuk memastikan bahwa Anda dan pasangan Anda tidak memiliki penyakit tersembunyi yang dapat mempengaruhi kehamilan Anda atau peluang Anda untuk hamil. Dokter Anda juga dapat memberikan saran tentang olahraga, makan, gaya hidup dan suplemen asam folat. Beberapa studi menunjukkan bahwa perawatan prakonsepsi dapat meningkatkan peluang Anda untuk hamil dan mengurangi risiko keguguran atau cacat lahir.

 

Apa yang Diharapkan Selama Pemeriksaan Pra-Kehamilan?

Dokter Anda akan memulai pemeriksaan pra-kehamilan dengan menanyakan riwayat medis penuh dari Anda dan pasangan Anda. Dokter juga mungkin menjalankan sejumlah tes, seperti tes darah dan Pap smear, untuk memastikan bahwa tak satu pun dari Anda memiliki kondisi medis yang dapat mempengaruhi kehamilan atau peluang Anda untuk hamil. Dokter Anda mungkin menguji untuk penyakit seperti:

– Rubella, atau campak Jerman

– Chickenpox

– HIV

– Hepatitis B

– Herpes

– Penyakit Menular Seksual lainnya seperti klamidia, sifilis, andgonorrhea

– Masalah tiroid (dengan tes TSH)

– Kondisi lain, seperti toksoplasmosis dan Parvovirus B19 (juga disebut penyakit kelima).

Akhirnya, tergantung pada etnis Anda, dokter Anda dapat merekomendasikan tes genetik untuk:

– Anemia sel sabit

– Thalassemia (bentuk anemia yang diwariskan)

– Penyakit genetik yang umum pada populasi Yahudi Ashkenazi, seperti penyakit Tay-Sachs

 

Jika sudah waktunya bagi Anda untuk memperbarui vaksin Anda, penting untuk melakukannya sebelum Anda hamil. Beberapa vaksinasi tertentu, seperti MMR (measles-mumps-rubella), varicella (virus yang menyebabkan cacar), atau vaksin hepatitis A meningkatkan risiko cacat lahir. Para ahli menyarankan bahwa Anda harus menunggu setidaknya 28 hari setelah menerima beberapa vaksinasi ini sebelum mencoba untuk hamil.

 

Mengelola Penyakit Selama Pra-Kehamilan

Jika Anda memiliki kondisi medis yang sudah ada, seperti epilepsi, tekanan darah tinggi, asma, diabetes atau gangguan thyroid, sangat penting bagi Anda untuk mencari perawatan medis sebelum hamil. Menjaga agar penyakit ini berada di bawah kontrol selama kehamilan akan sangat penting baik bagi Anda dan bayi Anda, tetapi beberapa obat yang umum digunakan untuk mengobati kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi dan antiseizure drugs, bisa berdampak buruk pada kehamilan Anda. Sebelum pembuahan, Anda dan dokter Anda perlu membahas semua obat yang Anda gunakan, termasuk obat tanpa resep.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
1 2 3 4
Page 2 of 4