close

Bisnis

BisnisTips

5 Tips untuk Menjadi Pendengar yang Baik

pendengar yang baik

Apakah Anda ingin menjadi pendengar yang baik bagi orang lain yang diinginkan semua orang sebagai teman bicara? Menjadi pendengar yang baik tidaklah mudah bagi sebagian dari kita. Dibutuhkan waktu, praktek dan dedikasi dan ini akan meningkatkan kemampuan komunikasi Anda. Jika Anda ingin menjadi pendengar yang baik, kelima tips berikut pasti akan membantu.

1. Kontak mata

Jika Anda ingin menjadi pendengar yang baik, penting untuk Anda untuk melakukan kontak mata dengan orang lain yang menjadi lawan bicara Anda. Ini menunjukkan bahwa Anda Anda memberikan perhatian dan terlibat dengan percakapan. Bila Anda tidak melakukan kontak mata dengan orang lain, orang lain akan merasa bahwa Anda tidak peduli dan tidak tertarik pada apa yang akan mereka katakan. Mulailah untuk melakukan kontak mata dengan orang berikutnya yang berbincang dengan Anda.

2. Cari tahu “Mengapa” dan” Apa”

Untuk menjadi pendengar yang baik, Anda perlu untuk mengetahui “Mengapa” dan “Apa.” Mengapa mereka berbicara kepada Anda dan pesan apa yang mereka coba bagi dengan Anda? Menjadi pendengar yang baik memerlukan praktek dan ketika Anda dapat mengetahui “Mengapa dan “Apa” dari lawan bicara kita, Anda akan jauh lebih terlibat dalam percakapan.

3. Fokus pada lawan bicara Anda

Sangat mudah bagi kita untuk berpikir tentang apa yang ingin kita katakan setelah orang lain  berhenti berbicara. Hal ini tidak akan menjadikan Anda pendengar yang lebih baik. Jika Anda selalu berpikir tentang respons Anda, Anda tak akan bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan secara seksama. Fokuslah pada apa yang mereka harus katakan. Cari tahu “Mengapa” dan” Apa” dan pertahankan kontak mata. Setelah lawan bicara Anda berhenti berbicara, baru kemudian pikirkan tentang respons Anda. Tapi saat Anda mendengarkan, Anda harus mendengarkan dengan kedua telinga Anda. Dalam banyak kesempatan, ketika kita mendengarkan orang, kita berpikir dalam otak kita mengenai apa yang kita ingin katakan, alih-alih mendengarkan pesan mereka secara seksama.

4. Batasi gangguan

itu televisi, telepon atau gangguan apapun. Dibutuhkan keputusan mental untuk membatasi gangguan ketika Anda mendengarkan orang lain. Bagaimana Anda bisa menjadi pendengar yang baik jika ada suara televisi atau handphone yang terus berdering? Batasi sebanyak mungkin gangguan ketika Anda mendengarkan orang lain. Hal ini tidak hanya menunjukkan mereka bahwa Anda peduli tetapi Anda bisa melatih keterampilan sosial yang baik.

5. Terlibat

Libatkan diri Anda dalam percakapan. Keterlibatan menunjukkan perhatian Anda terhadap lawan bicara. Biarkan orang lain tahu bahwa Anda memberikan fokus dan perhatian Anda. Salah satu cara untuk menunjukkan keterlibatan Anda adalah dengan menanggapi dengan komentar singkat, seperti “Ya” atau “Saya mengerti.” Hal ini menunjukkan bahwa Anda benar- benar mendengarkan.

 

Sumber: www.lifehack.com

read more
BisnisTips

6 Tips Bagi Pemilik Bisnis untuk Meningkatkan Budaya Perusahaan

meningkatkan budaya perusahaan

Apakah Anda merasa karyawan Anda mulai merasa tidak puas dengan pekerjaan dan karir mereka? Cara terbaik untuk menjaga tingginya angka turnover adalah dengan meningkatkan budaya perusahaan pada level dasar. Seperti apa caranya? Berikut tips yang harus Anda baca.

1. Tentukan budaya perusahaan Anda

Jika budaya perusahaan Anda tidak didefinisikan secara tertulis, Anda akan kesulitan untuk meningkatkannya. Apakah lingkungan kerja Anda dibatasi oleh struktur dan aturan atau lebih santai? Bagaimana perlakuan terhadap karyawan baru? Bagaimana dengan orang yang berasal dari latar belakang berbeda? Apa nilai-nilai inti dari bisnis Anda?

Buatlah pertimbangan yang matang untuk semua pertanyaan ini dan buatlah jawaban yang sejelas-jelasnya dalam sebuah kalimat. Jika Anda belum mempunyai budaya perusahaan yang terdefinisikan, segera buatlah secepatnya.

2. Lakukan review informal

Jika Anda tidak berkomunikasi dengan karyawan Anda secara terus-menerus, Anda mungkin tidak menyadari adanya masalah seperti rendahnya moral atau kebiasaan terlambat ke kantor. Jangan menunggu waktu untuk review formal. Sisihkan waktu setiap minggu dan mulailah percakapan pribadi dengan karyawan terpilih untuk membahas budaya perusahaan.

3. Acara kreatif untuk membangun tim

Ingin membuat acara team building untuk meningkatkan budaya perusahaan? Misalnya, Anda bisa mengadakan acara piknik atau bermain bilyard bersama karyawan Anda untuk meningkatkan kesempatan mengenal satu sama lain lebih baik dalam suasana santai dan menyenangkan, jauh dari kantor. Banyak acara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk membangun tim.

4. Tinjau proses penggajian

Pastikan anggota staf SDM dan perekrutan sudah memahami budaya perusahaan dan pastikan mereka menjelaskan hal tersebut pada saat wawancara. Staf SDM tersebut bisa menyingkirkan kandidat yang sepertinya tak cocok dengan perusahaan, dan karyawan potensial bisa mendapatkan pemahaman yang jelas tentang apa rasanya bekerja di sana sebelum mereka menerima tawaran.

5. Menawarkan inventif karyawan

Melembagakan program referral karyawan adalah cara yang bagus untuk meningkatkan budaya perusahaan. Staf Anda pastinya telah memahami jenis pekerja seperti apa yang sedang Anda cari dan bonus referral tentu akan membuat mereka antusias. Jika Anda ingin semua karyawan saling mengenal keluarga masing-masing, Anda bisa membuat acara yang melibatkan keluarga, sehingga hubungan antar karyawan bisa terjaga baik.

6. Jadikan kisah sukses pengusaha lain sebagai bimbingan

Perlu ide mengenai ide-ide apa yang efektif untuk meningkatkan budaya perusahaan? Anda bisa membaca buku tentang kesuksesan orang lain, seperti Bill Gates atau Mark Zuckerberg. Tak harus perusahaan. Kisah tim sepak bola Seattle Seahawks pun bisa Anda jadikan inspirasi.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisInfo

4 Penentu Kesuksesan Bisnis Waralaba

kesuksesan franchise

Menjadi bos untuk diri sendiri dan bisa mengatur apapun sesuai keinginan memang cita-cita setiap orang. Namun, banyak pula dari kita yang tak tahu bagaimana harus memulai dan bisnis waralaba adalah kuncinya. Berikut ini adalah 4 penentu kesuksesan bisnis waralaba yang perlu Anda pertimbangkan ketika akan memulai suatu bisnis waralaba.

1. Pengakuan Merek

Aset terbesar waralaba adalah adanya merek yang telah mapan. Ini akan memberikan basis pelanggan yang menginginkan produk atau jasa Anda. Biasanya, membangun basis pelanggan membutuhkan waktu bertahun-tahun dan sebagian besar bisnis berjuang untuk bisa mempunyai pelanggan tetap. Dengan waralaba terkenal, Anda akan memiliki pengenalan merek dan pelanggan pada hari pertama bisnis Anda sehingga akan meningkatkan potensi kesuksesan Anda.

2. Industri

Sebagian besar dari kita ingin melakukan sesuatu yang kita cintai atau sukai dan mengubah hobi menjadi karir saat kita menjadi bos untuk diri sendiri. Sayangnya, anggaran biasanya tidak memungkinkan kita mewujudkan hal tersebut. Kabar baiknya adalah bahwa ada industri yang memiliki biaya rendah bagi Anda yang baru akan memasukinya. Kita harus memastikan bahwa tersedia peluang waralaba dan anggaran serta jenis pekerjaannya sesuai dengan harapan kita.

3. Profitabilitas

Anda harus bisa memverifikasi bahwa bisnis ini bisa menghasilkan keuntungan yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan Anda dalam jangka pendek dan menciptakan keamanan keuangan jangka panjang. Anda perlu melakukan verifikasi mengenai pendapatan dan keuntungan dari waralaba lain. Hinder risiko sebisa mungkin karena ini adalah investasi besar.

4. Keberlanjutan

Selain layak secara finansial, bisnis waralaba Anda juga harus bisa bertahan hidup. Carilah waralaba yang telah berusia minimal 10 tahun atau memiliki potensi pertumbuhan yang luar biasa. Tujuan Anda adalah untuk menjadi pemilik bisnis dan mencapai keamanan finansial jangka panjang.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam bisnis waralaba ada di sini.

 

Sumber: sbinformation.about.com

read more
BisnisInfo

5 Jenis Pengusaha yang Harus Anda Ketahui

jenis-jenis entrepreneur

Apakah Anda pikir semua pengusaha sama? Oh ternyata tidak. Pengusaha pun ternyata bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis. Mau tahu seperti apa? Baca artikel ini ya.

1. Si Gila

Mungkin ini adalah jenis pengusaha yang paling banyak kita temui. Jenis pengusaha ini selalu mencari sensasi baru, bergerak dari satu bisnis ke bisnis selanjutnya. Mereka oportunis dan tidak bisa membantu diri mereka sendiri, mereka hanya harus melihat permintaan pasar yang potensial. Bekerja dengan pemimpin ini layaknya berada di rollercoaster dan akan sulit bagi beberapa karyawan untuk beradaptasi dan mencoba mengetahui apa yang ada di otak bosnya.

2. Sang Pemikir

Pengusaha ini menggunakan pengalaman ilmiah, teknis atau bisnis mereka untuk menemukan solusi yang benar-benar inovatif, baik pada produk ataupun layanan. Biasanya jenis pengusaha ini ada di industri teknologi atau manufaktur bisnis. Para pemimpin ini tahu bahwa inovasi adalah raja. Namun, mereka juga cenderung perfeksionis.

3. Sang Pemberi Inspirasi

Ini adalah tipe kepribadian umum di antara banyak pengusaha. Pemimpin jenis ini memberikan inspirasi dan memiliki karisma bawaan, yang membuat staf, pelanggan, dan investor mereka mau mengikuti mereka kemanapun. Pengusaha jenis ini menginspirasikan gairah di antara para karyawan dan mereka juga membangun loyalitas yang mendalam dengan pelanggan mereka. Mereka akan menjadi pusat bisnis dan tidak ada yang bisa menjual sebaik mereka. Sayangnya, mereka kemungkinan membangun bisnis yang berdasarkan kepribadian, yang secara inheren sangat berisiko.

4. Si Pengacau

Ada pula orang-orang yang menolak untuk mengikuti buku peraturan secara keseluruhan. Ini kisah tentang pemimpi yang mengubah sejarah. Pikirkan saja Steve Jobs. Mereka sepertinya melihat lebih jauh dari yang dilihat oleh kebanyakan orang atau berpikir dengan cara yang sama sekali berbeda. Mereka terus berinovasi, menciptakan dan meningkatkan, dan mampu memecahkan masalah yang sebelumnya tak disadari oleh pelanggan mereka.

5. Sang Pembuat Perubahan

Banyak pengusaha sosial yang masuk dalam kategori ini. Mereka berusaha membuat perubahan di bumi ini. Biasanya mereka sangat terbuka dan bersemangat mengenai misi mereka. Jika sukses, pengusaha jenis ini akan mampu menggabungkan misi mereka dengan keberlanjutan dan pertumbuhan komersial.

Yang jelas, semua pengusaha ini memiliki jadwal kerja yang sama untuk bisa menjadi sukses. Mau tau seperti apa jadwal pengusaha sukses? Klik di sini.

 

Sumber: www.virgin.com

read more
BisnisTips

5 Tips Sukses untuk Perusahaan Keluarga

perusahaan keluarga

Dibutuhkan rencana yang matang agar bisnis tetap berjalan setelah Anda meninggalkannya. Perencanaan ini memang terlihat rumit tapi jangan sampai hal ini membuat Anda berhenti. Setelah Anda mempelajari dasar-dasarnya, semuanya akan lebih mudah untuk diantisipasi. Berikut ini adalah 5 langkah untuk memastikan kesuksesan perusahaan keluarga Anda.

1. Memilih pemimpin baru

Tentukan apakah Anda akan memilih pemimpin baru dari anggota keluarga atau dari luar keluarga. Pastikan untuk membuat pilihan berdasarkan siapa yang memiliki potensi terbaik untuk menjadi pemimpin baru. Cobalah untuk menghindari membuat keputusan emosional.

2. Jadilah mentor untuk generasi berikutnya

Anda harus memberikan program pelatihan bagi generasi penerus yang akan mengambil alih kendali perusahaan. Tentukan dengan jelas mengenai peran, tugas, tanggung jawab, serta harapan agar semua bisa berada pada satu visi yang sama. Berdayakan penerus Anda untuk membuat keputusan manajemen dan belajar dari kesalahan sementara Anda terus memantau hingga tiba saatnya peralihan kekuasaan.

3. Buatlah jadwal yang realistis

Jadwal ini meliputi kapan kendali perusahaan akan diberikan ke penerus Anda dan kapan akan dilakukan program pelatihan untuk pemimpin baru.

4. Buatlah rencana pensiun Anda

Tentukan bagaimana Anda akan pensiun dan mengakhiri masa jabatan di perusahaan Anda dan apa yang akan Anda lakukan di masa depan. Ketika pengganti Anda mulai mengambil alih kewajiban manajerial, usahakan untuk menjauh dari lingkungan kantor. Hal ini akan membantu proses transisi berjalan dengan lebih lancar dan menunjukkan bahwa Anda menaruh kepercayaan terhadap pemimpin baru tersebut.

5. Biarkan mereka memimpin ketika Anda masih mampu

Melepaskan adalah hal yang sulit dilakukan, tapi untuk memastikan kelangsungan perusahaan Anda, Anda harus mulai menyeleksi, melatih, dan memilih pemipin baru ketika Anda masih hidup. Berikan mereka kepercayaan dan biarkan mereka memimpin.

Hmm… Anda belum punya bisnis sendiri? Klik di sini dan pasti Anda akan segera dapat banyak ide untuk memulai bisnis Anda.

 

Sumber: familybusiness.about.com

read more
BisnisInfo

5 Alasan Anda Masih Bisa Membuka Bisnis yang Telah Ada

membuka bisnis yang sudah ada

Bagi entrepreneur, salah satu ide paling mengerikan adalah membuka usaha yang memiliki banyak pesaing. Namun, bukan berarti Anda harus mengesampingkan ide ini. Meskipun memang banyak tantangan dan kekurangan, namun membuka bisnis yang telah ada dan memiliki banyak pesaing ada manfaatnya juga, antara lain seperti tersebut di bawah ini.

1. Selalu ada ruang untuk perbaikan

Pada bisnis yang memiliki banyak pesaing, Anda bisa menemukan kesalahan yang dilakukan para pendahulu Anda. Catat apa saja kelemahan mereka, perbaiki, dan buatlah bisnis baru yang jauh lebih baik. Menurut Brian Cane, tidak ad aide bisnis baru; yang ada hanyalah bisnis lama yang dibuat dengan lebih baik.

2. Pasarnya sudah ada

Pasar yang sudah ada memiliki permintaan yang sudah ada dan audiens yang telah siap. Jika Anda memulai sesuatu yang baru, Anda harus bekerja ganda untuk mendidik masyarakat mengenai bisnis Anda. Kompetisi ini dibutuhkan oleh perusahaan untuk berkembang. Microsoft dan Apple saling mendorong untuk berkembang, begitu juga Nikon dan Canon atau Marriot dan Hilton.

3. Anda bisa melakukan sesuatu yang unik terhadap produk tersebut

Setiap bisnis itu berbeda, dan Anda pun harus memberikan perbedaan bisnis Anda dari para pesaing. Cara terbaik adalah dengan membuat sesuatu yang unik dari bisnis yang telah ada tersebut. Untuk hal ini, DuckDuckGo yang mencoba menyaingi google bisa dijadikan contoh. Jika di Google kita akan selalu terlacak dan terawasi, DuckDuckGo menawarkan hal lain, yaitu mereka tidak mencoba melacak informasi pribadi kita. Meskipun tak akan bisa menyaingi Google, DuckDuckGo tetap bisa berkembang dengan menambahkan sesuatu yang unik pada bisnis yang telah ada tersebut.

4. Bisnis harus berkembang atau mati

Bisnis yang berhenti memenuhi kebutuhan pelanggan atau beroperasi dengan cara yang acuh terhadap kepentingan pelanggan pasti tidak akan bertahan lama. Jadi, jika Anda melihat suatu bisnis tertentu tidak mengutamakan kepentingan pelanggan, Anda bisa membuat sesuatu yang baru dengan mengutamakan pelanggan bukan?

5. Kebutuhan masih melebihi permintaan

Satu perusahaan (atau bahkan selusin perusahaan) jarang sekali mampu memenuhi kebutuhan dari seluruh pasar untuk produk tertentu. Selalu ada jalan bagi Anda untuk memasarkan produk Anda bagi mereka yang belum terpenuhi kebutuhannya atau telah mencoba produk dari perusahaan lain tapi merasa kecewa (ingat tentang poin nomor 1).

Anda ragu kapan harus memulai bisnis Anda? Untuk membuka pikiran Anda, baca tips-nya di sini.

 

Sumber: www.lifehack.org

read more
BisnisProduktivitas

6 Perbedaan Orang Sibuk dan Orang Produktif

sibuk vs produktif

Apakah Anda merasa sangat sibuk bekerja hingga waktu 24 jam sehari rasanya tak cukup? Tapi mengapa apa yang Anda lakukan tidak menghasilkan? Apakah Anda tidak cukup produktif?

Nah, yang perlu Anda tahu, terdapat beberapa perbedaan antara orang sibuk dan orang produktif. Apa saja perbedaan tersebut? Baca selengkapnya di artikel berikut ini.

1. Orang sibuk ingin terlihat mereka memiliki misi. Orang produktif memiliki misi untuk hidup mereka.

Orang sibuk berpura-pura bahwa mereka sama sekali tidak memiliki keraguan akan masa depan mereka dengan selalu sok percaya diri di setiap kesempatan. Orang produktif membiarkan orang lain tahu bahwa mereka juga memiliki keraguan dalam mengambil langkah mereka tapi mereka memiliki tujuan yang jelas.

2. Orang sibuk punya banyak prioritas. Orang produktif punya sedikit prioritas.

Jika Anda punya 3 prioritas, itu artinya Anda memang punya prioritas. Jika prioritas Anda ada 25, wah Anda tampaknya dalam masalah.

3. Orang sibuk mengatakan ya dengan cepat. Orang produktif mengatakan ya dengan pelan.

Warren Buffet mengatakan integritas adalah: “mengatakan tidak pada semua hal”. Jika Anda mengatakan ya pada semua hal, nantinya Anda akan disibukkan oleh hal-hal kecil yang merupakan prioritas orang lain.

4. Orang sibuk fokus pada tindakan. Orang sibuk fokus pada kejelasan sebelum mengambil tindakan.

Untuk bisa fokus pada aktivitas utama dalam hidup Anda, Anda harus memiliki kejelasan sebelum mengambil tindakan. Anda bisa mendokumentasikan pengalaman Anda melalui diary yang bisa Anda gunakan untuk merenung nantinya guna melakukan perbaikan untuk masa mendatang.

5. Orang sibuk membuka semua pintu. Orang produktif menutup pintu-pintu.

Anak muda memang memiliki banyak keinginan: traveling, belajar bahasa asing, naik gunung, masuk universitas, bekerja di bidang teknologi, dll. Tapi, orang produktif harus menentukan fokus dan menyisihkan pilihan lain. Jika ingin belajar bahasa Perancis, Anda harus les belajar bahasa Perancis misalnya. Jika Anda menggabungkan dengan fokus yang lain, Anda pasti tak akan bisa bahasa Perancis.

6. Orang sibuk membicarakan betapa sibuknya mereka. Orang produktif berbicara melalui hasil yang mereka dapat.

Stephen King mengatakan: “Penulis adalah penghasil kata-kata. Hasilkanlah kata-kata: dan Anda menjadi penulis. Anda tidak menghasilkan kata-kata: Anda bukan penulis.

Namun, yang harus ditekankan, merasa produktif tidak sama dengan menjadi produktif. Orang bisa merasa produktif ketika sedang bermain Minecraft. Anda bisa saja merasa tidak produktif padahal sudah menulis puluhan artikel untuk blog Anda.

Nah, jika Anda termasuk orang sibuk yang merasa tidak produktif, pahami penyebabnya di sini.

 

Sumber: www.lifehack.org

read more
BisnisTips

10 Langkah dari Karyawan Menjadi Entrepreneur

dari karyawan menjadi entrepreneur

Anda pernah merasa bosan dengan pekerjaan Anda? Anda bisa saja keluar dari pekerjaan Anda, lalu membuat sebuah perusahaan baru. Namun, bagi kebanyakan orang, hal ini tentu tak akan seinstan itu.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda jalani untuk menjadi bos bagi diri Anda sendiri.

1. Tentukan apa yang ingin Anda lakukan

Di sini kita tidak hanya berbicara tentang mengejar ‘passion’. Tapi Anda perlu juga mempertimbangkan mengenai pengalaman, kemampuan, dan ketrampilan Anda. Anda harus bisa mendapatkan gambaran mengenai apa saja yang bisa Anda lakukan dan tangani sendiri setiap jam, minggu, bulan, tahun.

2. Pikirkan apakah orang akan mau membayar apa yang ditawarkan bisnis Anda

Bisnis yang giat akan menghubungkan apa yang ingin Anda lakukan dengan orang-orang yang akan membayar Anda untuk itu. Jika tidak ada yang tertarik untuk membeli, berarti bisnis ini tidak akan berhasil.

3. Wawancara pelanggan ideal

Beberapa orang mungkin akan jadi pelanggan ideal Anda. Tanyai apa kebutuhan, ketakutan, dan keinginan mereka yang berkaitan dengan bisnis yang akan Anda bangun. Apakah produk atau jasa Anda akan bisa memenuhi kebutuhan mereka?

4. Rancang perencanaan bisnis dan marketing Anda

Marketing saat ini meliputi pembuatan konten, media sosial, email dll. Anda harus merencanakan cara marketing apa yang akan Anda gunakan. Selain itu, Anda harus membuat perencanaan bisnis yang sedetail mungkin sehingga semua bisa berjalan lancar.

5. Rancang bisnis dalam skala kecil

Jika bisa, Anda bisa meluncurkan bisnis dalam skala kecil dan pada saat yang sama masih menjadi karyawan di tempat lma. Dengan demikian, risiko akan diperkecil. Keamanan posisi Anda akan terjaga sementara Anda bisa melakukan tes pasar.

6. Nilai semua feedback dan lakukan perbaikan

Dari bisnis skala kecil ini, Anda akan tahu mana yang sudah bagus dan mana yang perlu perbaikan. Buatlah perubahan pada hal-hal yang dirasa masih kurang oleh pelanggan Anda.

7. Himpun sebuah tim

Jika bisnis Anda tampaknya mempunyai masa depan yang menjanjikan, kumpulkan orang-orang yang akan Anda jadikan tim untuk membangun bisnis ini. Tergantung pada pengalaman pribadi Anda, Anda mungkin memerlukan bantuan dalam bidang-bidang seperti keuangan, pemasaran, layanan pelanggan dan produksi.

8. Amankan keuangan

Anda mungkin perlu melakukan pinjaman bank untuk bisnis Anda agar bisa berjalan.

9. Buat struktur perusahaan

Tetapkan jenis struktur perusahaan Anda untuk didaftarkan kepada pemerintah. Dengan demikian, Anda juga akan lebih mudah mengatur tugas dari tim Anda.

10. Tinggalkan pekerjaan Anda

Ketika Anda siap, segera tinggalkan pekerjaan Anda. Pastikan untuk tidak menghentikan koneksi dengan mantan bos dan rekan kerja karena Anda mungkin perlu bekerja sama dengan mereka di masa depan.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisTips

7 Tips Berbicara di Depan Umum dari Simon Sinek

tips berbicara depan umum dari simon sinek

Simon Sinek adalah pembicara TED Talks yang paling banyak dicari. Padahal, dia sebenarnya pemalu dan tidak suka berbicara di depan umum. Lalu bagaimana sang introvert ini bisa menjadi pembicara TED Talks yang sangat handal.

Berikut ini tips public speaking dari Simon Sinek untuk membantu Anda berbicara di depan umum.

1. Jangan berbicara langsung

Sinek mengatakan Anda tidak boleh berbicara saat Anda berjalan di atas panggung dan biasanya jadi terdengar agak bergetar. Itu menunjukkan rasa takut dan tidak aman. Sebaliknya, Anda harus berjalan ke tengah panggung dalam diam. Ambil nafas dalam, temukan tempat Anda, tunggu beberapa detik, dan mulai.

2. Anda tampil untuk memberi, bukan meminta

Sering kali orang memberikan presentasi untuk menjual produk atau ide, untuk membuat orang mem-follow mereka di media sosial, membeli buku-buku mereka atau bahkan hanya ingin yang datang menyukai mereka. Ketika pembicara melakukan ini, mereka akan memutuskan koneksi dengan penonton. Pembicara yang baik adalah yang mampu memberi atau menginspirasi mereka yang menonton.

3. Lakukan kontak mata dengan penonton satu per satu

Jika Anda hanya melakukan scanning, Anda terputus dengan semua penonton yang ada. Akan jauh lebih mudah dan efektif jika Anda langsung melihat penonton secara spesifik selama presentasi Anda. Kalau bisa, lihatlah pada satu orang sambil menyelesaikan satu kalimat, lalu berpindah ke orang lain pada kalimat berikutnya.

4. Bicaralah dengan lambat

Ketika Anda gugup, bukan hanya detak jantung yang menjadi cepat, tapi juga kata-kata Anda. Mereka ingin setiap pembicara sukses di atas panggung. Tapi semakin Anda tergesa-gesa, penonton akan jadi semakin tidak semangat.

5. Abaikan penentang

Abaikan orang-orang yang mengerutkan alis mereka, menyilangkan lengan mereka, atau menggelengkan kepala mereka. Sebaliknya, fokuslah pada mereka yang terlibat dalam presentasi Anda, mengangguk, dan mengatakan “ya”. Jika Anda menemukan penonton yang berinteraksi positif dengan Anda, Anda akan jauh lebih percaya diri dan santai daripada jika Anda mencoba untuk meyakinkan para penentang.

6. Ubahlah kegugupan menjadi kegembiraan

Sinek belajar trik ini saat menonton Olimpiade. Beberapa tahun yang lalu ia melihat wartawan mewawancarai atlet dan bertanya “Apakah kalian tegang?”, dan semua menjawab “Tidak, kami sangat bersemangat.” Ketika Anda sampai di atas panggung Anda mungkin akan mengalami hal yang sama. Saat itulah Sinek mengatakan Anda harus mengatakan kepada diri sendiri dengan suara keras “Saya tidak gugup, saya bahagia.”

7. Ucapkan terima kasih setelah selesai

Tepuk tangan adalah hadiah, dan ketika Anda menerima hadiah, satu-satunya yang bisa Anda lakukan adalah mengucapkan terima kasih. Dan dua kata inilah yang digunakan Sinek untuk mengakhiri presentasinya: terima kasih.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisTips

5 Cara Menghadapi Kritik

cara menghadapi kritik

Dalam kehidupan, kita tak bisa terhindar dari yang namanya kritik, entah itu langsung di depan muka kita atau tidak langsung, seperti lewat posting media sosial kita misalnya. Kritik merupakan penilaian atau evaluasi terhadap kita. Ada dua jenis kritik, yaitu kritik yang membangun dan kritik yang menyakitkan. Banyak alasan mengapa orang mengkritik secara buruk, antara lain mungkin karena iri atau merasa tak aman.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi kritikan.

1. Dengarkan

Coba temukan apakah kritik tersebut kasar atau membangun. Jika menurut Anda kritik itu membantu Anda menjadi lebih baik, tajamkan telinga Anda dan cobalah untuk tidak menjadi defensif.

2. Menanggapi dengan tenang

Kita harus tetap menghormati si pemberi kritik, apapun yang terjadi. Berilah ucapan terima kasih jika memang kritik tersebut bermanfaat. Jika kritik tersebut tidak beralasan (misalnya: tulisan yang kamu tulis ini sampah!), tanggapi dengan senyuman. Kendalikan amarah Anda.

3. Jangan tersinggung

Jangan mudah tersinggung. Nilai ulangan Anda yang hanya C+ tidak menunjukkan Anda pribadi yang seperti apa. Nilai ini hanyalah tanda bahwa Anda perlu lebih banyak belajar dan sedikit mengurangi waktu nge-game atau hang out bersama teman.

4. Mengelola stres

Ketika emosi tidak stabil, kita bisa merasa lepas kendali dan tidak dapat dapat menanggapi kritik dengan kepala dingin. Jika ini terjadi, tariklah nafas dalam-dalam untuk menjaga agar tingkat stres Anda berkurang.

5. Terus lanjut

Ingat bahwa kritik merupakan sudut pandang dari seseorang saja. Pahami apa kekuatan Anda jangan biarkan pendapat orang lain membuat Anda berhenti mengejar mimpi Anda. Jika ada yang bilang Anda tak cukup baik untuk menjadi model, mungkin itulah yang bisa dijadikan pemicu untuk berlatih lebih giat.

 

Sumber: greatist.com

read more
1 6 7 8 9 10 15
Page 8 of 15