close

Bisnis

BisnisProduktivitasTips

6 Cara Agar Anda Bisa Menjadi Lebih Gigih

lebih gigih

Banyak dari kita mempunyai cit-cita, tapi tidak meraihnya. Entah itu memulai bisnis baru, belajar bahasa baru, atau menguasai instrument musik, kita suka memulai sesuatu tanpa mengakhirinya. Salah satu alasan terbesar mengapa kita tidak pernah mencapai tujuan kita adalah karena kurangnya motivasi dan kegigihan.

Berikut ini adalah cara meningkatkan kegigihan Anda dalam meraih cita-cita dan tujuan hidup Anda.

1. Buatlah visi yang lebih besar dari diri Anda

Semuanya dimulai dengan langkah pertama ini. Tanpa visi yang lebih besar dan tujuan yang lebih besar dari diri sendiri, Anda akan berhenti pada taha awal kesulitan kehilangan semangat. Ketika Anda memiliki suatu tujuan yang jelas, cara mencapainya juga akan lebih mudah.

Misalnya, jika Anda belajar bahasa agar bisa berkomunikasi dengan pasangan Anda, Anda mungkin akan lebih termotivasi karena dalam hal ini hubungan Anda dipertaruhkan. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, pikirkan betapa bahagianya Anda nanti ketika Anda sudah mencapai berat yang diinginkan.

Bergantilah dari cita-cita yang berpusat pada diri sendiri, ke tujuan yang lebih besar

2. Bangun tim pendukung

“Jika Anda ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Jika Anda ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama.” Anda harus mengingat pepatah ini. Lebih penting lagi, Anda harus mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang telah mencapai apa yang ingin Anda capai. Tidak hanya akan mempengaruhi kecepatan Anda belajar, tetapi ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa hal itu akan berdampak pada kegigihan Anda ketika terjadi hal-hal sulit.

3. Milikilah pola pikir berkembang

Menurut Carol Dweck, penulis Mindset, ada dua jenis manusia. Yaitu yang berpola pikir berkembang (berpikir untuk menghadapi tantangan untuk mencapai keberhasilan) dan pola pikir tetap ( berpikir bahwa manusia telah diberi kecerdasan dan bakat alami). Dweck menyimpulkan bahwa orang-orang dengan pola pikir berkembang memiliki kehidupan yang lebih bahagia, mencapai keberhasilan yang lebih di dalam kelas, dan jauh lebih gigih dalam menghadapi kesulitan.

4. Jadwalkan

Orang-orang paling sukses di dunia, dari pengusaha miliarder, atlet Olimpiade, dan peserta didik kelas dunia, semua menggunakan jadwa menentukan prioritas mereka, dan bukan hanya sekedar to-do-list. Mengapa demikian?

To-do-list tidak memperhitungkan waktu. Ketika kita memiliki setumpuk tugas, kita cenderung akan memulai dari yang paling mudah dan cepat diselesaikan, dan menyisakan lainnya tanpa dikerjakan. To-do-list juga tidak membedakan mana yang penting dan tidak. Dan to-do-list bisa menyebabkan stres karena tugas yang tak terselesaikan bisa membuat pikiran manusia tidak terkendali. Lebih baik, kita membuat jadwal mengenai tugas berdasarkan urgensinya. Yang tidak terjadwal, tidak dikerjakan.

5. Mengajarkan pada orang lain

Apakah Anda pernah mengajarkan sesuatu yang Anda pelajari kepada orang lain dan kemudian merasa bahwa hal tersebut menjadi lebih mudah diingat ke depannya?

Hal ini karena ketika kita mengajarkan sesuatu kepada seseorang, otak kita mampu untuk mendaftarkan informasi secara lebih efektif daripada ketika kita hanya membacanya saja.

6. Buatlah konsekuensi

Mengapa kita cenderung lebih tidak terlambat ke kantor daripada ketika janjian dengan teman? Karena bos bisa memecat kita jika kita telat. Sebagai manusia, kita secara alami lebih termotivasi untuk melakukan ketika ada konsekuensi, bahkan yang positif sekalipun.

Penelitian menunjukkan bahwa manusia tiga kali lebih dipengaruhi oleh konsekuensi negatif dari konsekuensi positif. Anda bisa menggunakan progam seperti StickK, di mana Anda dapat menetapkan tujuan tertentu dengan wasit untuk memantau Anda, dan menyumbangkan uang untuk amal sebagai konsekuensi karena tidak berhasil.

Kuncinya adalah untuk mencari seseorang yang terlibat dari tim dukungan Anda, dan berbagi tujuan Anda secara publik.

 

Sumber: www.pickthebrain.com

read more
BeritaBisnis

Riset Terbaru: Pengusaha Perempuan Lebih Sukses daripada Pengusaha Lelaki

pengusaha perempuan lebih sukses

Penelitian baru menemukan bahwa bisnis yang dijalankan oleh pengusaha perempuan lebih sukses daripada bisnis yang dijalankan oleh lelaki. Tapi, perempuan lebih jarang yang membanggakan kesuksesan mereka.

Studi dari Barclays dan University of Cambridge mengungkapkan bahwa hanya 42% perempuan yang mengaku bisnis mereka makmur, dibandingkan dengan lelaki yang mencapai 62%. Tapi rata-rata, bisnis yang dijalankan oleh perempuan melaporkan keuntungan sebelum pajak yang lebih tinggi daripada bisnis yang dijalankan oleh lelaki. Dari studi ini, bisa kita ketahui bahwa perempuan cenderung menganggap kecil kesuksesan mereka.

Penelitian ini juga menemukan bahwa wanita lebih ambisius dalam bisnis, dengan 50 persen wanita tertarik untuk memulai bisnis lain dalam tiga tahun ke depan, dibandingkan lelaki yang jumlahnya kurang dari 20%.

Jadi mengapa perempuan bisa lebih berhasil di bisnis dibandingkan dengan lelaki? Penelitian menunjukkan bahwa hal itu bisa dikarenakan preferensi mereka untuk menghadapi segala sesuatu dengan lambat dan mantap. Sementara pengusaha lelaki cenderung untuk mengambil risiko dalam mengembangkan bisnis mereka dengan cepat dan kemudian menemukan jalan keluar, perempuan cenderung memiliki tujuan untuk mencapai pertumbuhan yang terkendali dan menghindari perjudian.

 

Sumber: www.virgin.com

read more
BeritaBisnis

5 Cara untuk Membuat Karyawan Merasa Terberdayakan

memberdayakan karyawan

Sebagai pengusaha atau pemilik bisnis, tentu Anda sering melihat karyawan yang terlihat menjanjikan tapi tidak terlihat ada peningkatan, karyawan yang tidak mau melakukan kontak mata dengan harapan tidak perlu berkontribusi, atau karyawan yang tidak mengerti bahwa pekerjaan harian mereka sangat berarti bagi perusahaan.

Itu adalah tanda-tanda bahwa karyawan Anda tidak terberdayakan. Karyawan akan merasa terberdayakan jika Anda memperlakukan mereka seperti itu. Memberdayakan karyawan termasuk bagian dari memelihara mereka sebagai bagian dari perusahaan.

Berikut adalah lima tips untuk membuat karyawan Anda merasa terberdayakan.

1. Mulailah dengan visi strategis yang jelas

Pertama kali, Anda harus memberikan sesuatu yang bisa membuat karyawan bersemangat dan aktif. Dan hal itu adalah visi perusahaan. Tidak seperti misi perusahaan yang biasanya hanya ditujukan untuk pemegang saham tentang bagaimana perusahaan itu ke depannya, visi perusahaan dibuat untuk memotivasi karyawan. Visi menjelaskan tentang berada di mana perusahaan Anda sekarang, kemana perusahaan akan melangkah, dan bagaimana mencapai titik B dari titik A.

Gunakan visi ini untuk menginspirasi dan memberdayakan karyawan untuk bekerja menuju tujuan bersama.

2. Pastikan semua orang berada pada halaman yang sama

Karyawan yang diberdayakan akan memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri untuk membuat keputusan. Agar karyawan bisa memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri tersebut, pastikan tujuan pekerjaan dari masing-masing individu sejalan dengan tujuan perusahaan.

Karyawan yang dapat menghubungkan upaya mereka dengan pekerjaan perusahaan secara keseluruhan akan merasa jauh lebih mudah untuk membuat keputusan yang sejalan dengan visi organisasi. Jadi, bantulah karyawan untuk menetapkan tujuan kerja yang relevan.

3. Hargai semua upaya dan keberhasilan

Kunci untuk membuat karyawan merasa cukup percaya diri untuk mengambil inisiatif dan membuat keputusan dengan memberikan hadiah atas apa yang telah mereka lakukan. Penghargaan atas upaya yang mereka lakukan bisa menjadi motivasi bagi mereka, yang akan mendorong karyawan untuk terus melakukan apa yang mereka lakukan, serta menginspirasi anggota tim mereka untuk mengikutinya. Hal ini akan membuat karyawan menyadari bahwa pikiran dan pendapat mereka dihargai, yang membuat mereka menjadi lebih aktif.

4. Hilangkan hambatan dan berikan bantuan

Jika Anda menghilangkan semua hambatan, seperti kebijakan atau kebiasaan organisasi, karyawan akan lebih merasa terberdayakan. Jika Anda tidak memiliki budaya komunikasi terbuka, misalnya, karyawan mungkin cenderung tidak terpacu untuk menyampaikan ide.

Yang lebih penting lagi, berdayakan karyawan dengan memberi mereka alat yang mereka butuhkan untuk bisa sukses dan menjadi pemimpin. Sediakan pelatihan yang diperlukan, mentor, umpan balik kualitas dan hal lainnya yang akan lebih memberdayakan mereka.

5. Jangan berkeliaran di dekat mereka

Untuk benar-benar memberdayakan karyawan, pengusaha harus bersedia untuk mengambil langkah mundur. Beberapa karyawan mungkin akan lebih mudah untuk berkembang jika mereka tidak merasa seperti setiap gerakan mereka sedang dipantau, belum lagi dievaluasi. Pemantauan setiap gerakan dari karyawan bisa memberi efek terbalik dan bahkan bisa menghambat kemampuan mereka untuk tumbuh sebagai profesional.

Kadang-kadang cara termudah untuk memberdayakan karyawan adalah dengan menyerahkan kendali. Selain memberikan lebih banyak kekuatan di tangan karyawan, hal ini juga bisa membangun kepercayaan yang lebih besar antara pengusaha dan karyawan.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisTips

7 Cara Ampuh Menyelesaikan Konflik dengan Cepat dan Damai

menyelesaikan konfilk

Setiap orang pasti pernah berurusan dengan orang yang sulit, entah orang itu argumentatif, keras kepala, atau agresif. Pertanyaannya adalah bagaimana Anda bisa menuntut hak Anda tanpa perlu menimbulkan insiden.

Dalam kebanyakan kasus, orang yang marah cenderung berteriak untuk didengar. Mereka ingin dihargai, dicintai, dan didengar. Strategi di bawah ini akan membantu Anda menyelesaikan perselisihan dengan cepat dan damai untuk kepentingan semua orang yang terlibat.

1. Tetap tenang

Diamlah dan janga katakan apapun. Biarkan badai terjadi dan biarkan berlalu. Sering kali orang marah hanya karena ingin memprovokasi Anda. Coba tahanlah amarah Anda. Berdebat sangatlah tidak efektif karena bisa menimbulkan masalah dan hambatan.

2. Biarkan orang itu menjadi satu-satunya yang bicara

Jika dibiarkan bicara sendirian, lama-lama dia akan bosan. Kadang-kadang hanya itulah yang mereka inginkan: didengar dan dianggap penting. Semua orang pasti ingin merasa penting. Hanya saja beberapa orang hanya mengungkapkannya dengan cara yang kontraproduktif. Jadi jika menghadapi situasi seperti ini, biarkan orang tersebut mengoceh sampai puas.

3. Pertimbangkan sudut pandang orang lain

Bayangkan Anda berada di posisi orang yang menjadi lawan Anda. Cobalah untuk memahami dan mencari bahan yang bisa menengahi. Menyalahkan orang tersebut hanya akan memperkeruh suasana.

4. Mengatakan ‘ya, saya paham maksud Anda’ sangatlah berarti

Kadang hanya itu yang mereka inginkan—mendapatkan validasi dari orang lain. Dengan menyetujui apa kata mereka, itu artinya Anda telah menghentikan kemarahan orang lain.

5. Jika situasi berubah kasar secara verbal, hentikan.

Hentikan kata-kata yang kasar dengan cara yang tegas tapi tenang “Kau sedang marah saat ini dan mengatakan hal-hal yang tidak kau maksudkan. Sekarang lebih baik saya pergi. Kita bicara lagi kalau kau sudah tenang.” Anda bisa meninggalkan ruangan atau meminta mereka meninggalkan ruangan.

6. Jika Anda salah, cepat akuilah dan bertanggungjawablah

Anda bisa mengatakan “Anda benar, itu adalah kesalahan saya. Dan saya akan melakukan sesuatu untuk memperbaikinya’. Bahkan jika Anda tidak salah, setidaknya buatlah mereka sedikit ragu. “Mungkin saya memang salah, coba kita lihat masalahnya bersama-sama dengan kepala dingin.” Mau tidak mau, dia pasti mau!

7. Gunakan visualisasi

Jika Anda sedang berhadapan dengan seseorang yang berinteraksi dengan Anda setiap hari, coba bayangkan orang itu sebagai makhluk spiritual yang penuh kasih. Misalkan saja, atasan Anda yang menyebalkan. Bayangkan dia sebagai makhluk yang penuh kasih dan kemarahan Anda pun akan teredam sehingga konflik bisa terhindarkan.

 

Sumber: www.pickthebrain.com

read more
BisnisTips

5 Cara Mudah dan Cepat Mempelajari Bahasa Asing

cepat belajar bahasa aing

Setelah sebelumnya dijelaskan mengenai alasan mengapa Anda harus belajar bahasa asing, kini akan coba dibagikan cara belajar bahasa asing. Semoga cara di bawah ini membantu Anda untuk mempelajari bahasa asing dengan lebih baik dan mudah. Dan cara ini masih wajib di baca bahkan oleh Anda yang sudah mengikuti kursus bahasa asing.

1. Luangkan waktu

Salah satu hal penting dalam belajar bahasa asing adalah seberapa banyak waktu yang Anda berikan untuk ‘tenggelam’ dalam bahasa tersebut. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan dengan bahasa tersebut, semakin cepat Anda akan bisa menguasainya. Hal ini mencakup mendengarkan, membaca, menulis, berbicara, dan belajar kata-kata dan frase. Tapi ini semua bukan berarti Anda duduk di kelas melihat keluar jendela, atau mendengarkan siswa lain yang tidak berbicara bahasa asing tersebutdengan baik, atau mendapatkan penjelasan dalam bahasa Anda sendiri tentang bagaimana bahasa tersebut bekerja. Maksudnya di sini adalah Anda harus menghabiskan waktu dan dengan cara yang menyenangkan terhubung dengan bahasa yang sedang Anda pelajari.

2. Mendengarkan dan membaca setiap hari

Dengarkan bahasa asing dimanapun Anda berada dengan menggunakan MP3 player atau melalui pemutar audio di gadget Anda. Dengarkan dan bacalah hal-hal yang Anda sukai, hal-hal yang sebagian besarnya dapat Anda pahami, atau mungkin hanya sebagian Anda mengerti. Jika Anda terus mendengarkan dan membaca, Anda akan terbiasa dengan bahasa tersebut. Satu jam mendengarkan atau membaca lebih efektif daripada menghabiskan berjam-jam di kelas.

3. Fokus pada kata dan frase

Membangun kosakata memang butuh waktu lama. Mulailah dengan melihat kata-kata dan bagaimana menggabungkannya menjaid frase. Pelajari kata-kata dan frase dengan cara mendengarkan dan membaca. Baca online, gunakan kamus online, dan buatlah daftar kosakata Anda sendiri untuk ulasan.

Anda akan melebarkan kata-kata dan frase ke bidang lain. Secara bertahap Anda akan dapat menggunakannya. Jangan khawatir tentang seberapa akurat cara Anda mengucapkan kata-kata tersebut sampai Anda telah mengumpulkan banyak kata-kata melalui mendengarkan dan membaca.

4. Bertanggungjawablah pada pembelajaran Anda sendiri

Jika Anda tidak ingin belajar bahasa tersebut, Anda tak akan bisa. Jika Anda ingin belajar bahasa tersebut, peganglah kendali. Pilih konten yang menarik, yang ingin Anda dengar atau baca. Carilah kata-kata dan frase yang Anda perlu memahami untuk bahan bacaan dan mendengar. Jangan biarkan orang lain mengatakan apa yang harus Anda lakukan. Temukan cara Anda sendiri. Seorang guru tidak bisa mengajarkan Anda untuk bisa lancar, tapi Anda bisa mempelajarinya sendiri.

5. Bersantai dan menikmati semuanya

Jangan khawatir tentang apa yang tidak Anda ingat, atau belum bisa Anda mengerti, atau belum bisa Anda katakan. Itu bukan suatu masalah. Anda belajar dan masih akan berkembang. Bahasa asing tersebut akan menjadi semakin jelas di otak Anda, tapi hal itu terjadi pada jadwal yang di luar kendali Anda. Jadi, nikmati saja prosesnya. Pastikan Anda menghabiskan cukup waktu dengan bahasa. Itu adalah jaminan terbesar dari keberhasilan Anda.

 

Sumber: www.pickthebrain.com

read more
BisnisTips

5 Cara Meminta Maaf dengan Tulus

meminta maaf dengan tulus

Apakah Anda pernah berbuat salah pada orang? Apakah Anda gengsi untuk meminta maaf? Atau Anda malah takut jika permintaan maaf Anda tidak diterima? Agar Anda permintaan maaf Anda diterima, Anda harus meminta maaf dengan tulus. Dan agar Anda bisa meminta maaf dengan tulus, Anda juga harus tahu caranya. Permintaan ini juga akan menghidupkan suatu hubungan yang merenggang.

Berikut ini adalah beberapa cara meminta maaf dengan baik, agar orang yang Anda minta maafi juga merasa bahwa Anda melakukannya dengan tulus.

1. Minta maaflah dengan sungguh-sungguh

Siapapun bisa melihat permintaan maaf palsu dan hasilnya pasti akan lebih banyak buruknya. Permintaan maaf yang tulus ditujukan semata-mata untuk mengambil tanggung jawab dan mengatasi gangguan. Tidak ada pamrih di belakangnya. Jika Anda tidak meminta maaf dengan tulus, tentu itu akan terpancar, entah dari mata atau gerak-gerik Anda.

2. Jangan membenarkan tindakan Anda

Jika Anda sibuk menjelaskan mengapa Anda melakukan A atau mengapa Anda mengatakan B, Anda tidak akan terdengar seperti sedang meminta maaf. Anda akan terdengar seperti menyalahkan orang yang harusnya menerima permintaan maaf Anda. Hal ini juga menunjukkan bahwa Anda tidak siap untuk mengambil tanggung jawab. Penjelasan singkat dapat membantu mereka memahami situasi Anda, sedangkan pembenaran hanya akan terdengar sebagai semacam gangguan.

3. Buatlah komitmen untuk berubah

Jika Anda tidak dapat memastikan bahwa Anda bermaksud untuk memperbaiki diri, itu artinya Anda tidak berkomitmen untuk permintaan maaf Anda. Jika Anda tidak berkomitmen untuk mengubah kebiasaan Anda pulang terlambat, misalnya, jangan katakan “Maaf saya pulang terlambat”. Semua itu akan menjadi permintaan maaf hampa dan tidak efektif. Anda lebih baik berterima kasih kepada orang lain “Terima kasih karena telah menunggu saya pulang. Saya sangat menghargainya.” Dari situ, Anda bisa belajar untuk mulai berkomitmen, dan akhirnya memberanikan diri untuk meminta maaf.

4. Utarakan permintaan maaf Anda dengan hati-hati

Pastikan orang lain tahu mengapa Anda meminta maaf. “Saya sedang lewat jadi saya pikir saya mau mampir ke sini dan meminta maaf” akan sangat berbeda dengan “Saya datang ke sini karena benar-benar ingin meminta maaf dan karena saya peduli dengan hubungan ini”. Jangan berpura-pura. Katakan sejujurnya.

5. Bersiaplah untuk kesimpulan yang canggung

Meskipun kadang-kadang permintaan maaf diikuti langsung oleh permintaan maaf dari orang yang kita tuju dan semua berakhir indah, tidak semua orang bereaksi dengan cara yang sama. Beberapa orang akan berperilaku acuh tak acuh, beberapa akan berperilaku dingin, dan beberapa akan bereaksi dengan cara yang menunjukkan permusuhan. Ini semua di luar kendali Anda. Anda telah membuat langkah untuk meminta maaf. Mungkin orang tersebut akan menghargainya saat itu juga, besok, nanti, atau tidak pernah sama sekali. Tak peduli apapun respon yang Anda dapat, Anda sudah melakukan yang terbaik yang Anda bisa. Santai sajalah. Sisanya terserah mereka.

 

Sumber: www.pickthebrain.com

read more
BisnisKisah Sukses

5 Mitos tentang Mark Zuckerberg

mitos mark zuckerberg

Ada banyak obrolan di luar sana tentang Mark Zuckerberg. Sebagai salah satu orang terkaya di dunia, dan seseorang yang mendapatkan kekayaannya di usia yang sangat muda, hal ini tentu tidak mengagetkan. Tidak mengherankan juga bila banyak yang merasa mengenal sosok ini karena telah menonton film ‘Social Network’.

Namun, film itu tidak menggambarkan Mark dengan sebaik-baiknya. Tak jarang yang akhirnya membencinya setelah selesai menonton film tersebut. Apa yang mereka lihat akhirnya berkembang menjadi semacam mitos. Berikut ini adalah 5 mitos paling terkenal dari Mark Zuckerberg dan penjelasan mengenai fakta di belakangnya.

1. Mark Zuckerberg adalah orang yang pelit

Dia mengenakan jins, kaos, dan hoodie sepanjang waktu. Dia mengenakan pakaian yang sama bahkan saat bertemu investor Wall Street dan Presiden Obama. Dia memakai jins, tapi dengan atasan kemeja dan dasi.

Dan untuk pernikahannya, Mark hanya memberi Priscilla Chan dengan cincin senilai USD 25.000. Dengan kekayaan seperti Mark, harusnya Priscillia bisa dapat cincin lebih mahal. Ketika bulan madu ke Italy, mereka sekali makan di McD dan di dua tempat formal lainnya tanpa memberi tip.

Mitos ini bisa dibatalkan dengan asumsi bahwa Priscillia suka cincin sederhana, mereka suka McD dan mereka waktu itu makan di tempat yang tidak membolehkan pemberian tip. Selain itu, Mark juga mendonasikan USD 100 juta untuk membantu suatu sekolah bermasalah di Newark, New Jersey, padahal dia tak ada hubungan dengan kota itu. Jadi, dia tidak pelit kan?

2. Mark Zuckerberg adalah orang yang sombong

Setelah menonton film ‘Social Network’, orang pasti berpikir bahwa Mark Zuckerberg adalah orang yang sombong. Selain sombong, Mark juga digambarkan sebagai orang yang licik dan ego maniak. Tapi mereka yang benar-benar mengenal Mark–yang telah bertemu dengannya, bekerja dengan dia, tinggal dengan dia–tidak setuju dengan hal tersebut. Joe Green, mantan teman sekamar waktu kuliah, mengatakan Mark tidak sombong tapi memang sangat percaya diri. Dan David Kirkpatrick, seorang penulis yang menghabiskan banyak waktu di Facebook sembari meneliti untuk bukunya ‘The Facebook Effect’ mengatakan Mark sangat lucu dan memiliki banyak teman. Sangat jauh dari kata sombong.

3. Mark Zuckerberg adalah ahli bisnis

Bagiamana mungkin dia bukan seorang ahli bisnis? Orang ini bernilai miliaran dolar setelah meluncurkan Facebook. Namun, banyak, jika tidak sebagai besar, pakar bisnis akan setuju bahwa Mark adalah ahli teknologi. Mark bahkan mengakui bahwa dia sama sekali tak mengerti bisnis selama 2 tahun di Facebook. Bahkan ketika Yahoo! menawarinya USD 1 miliar untuk membelinya dan dia menolak, itu telah membuat karyawan dan investor sebal.

4. Mark Zuckerberg adalah orang yang tidak bisa bersosialisasi

Mark Zuckerberg adalah kutu buku dan menghabiskan waktu di kampus untuk belajar. Dia tidak bisa masuk ke klub populer dan hanya bisa bergaul dengan sesama kutu buku. Nyatanya, selain lucu dan sangat percaya diri, menurut Karel Baloun memang dulu Mark tidak bisa bersosialisasi. Namun, kini dia selalu berusaha memperbaiki diri dan sudah lebih sosial.

5. Mark Zuckerberg adalah orang yang suka menusuk dari belakang

Di film ‘Social Network’, Mark diceritakan merebut ide dari si kembar Winklevoss. Padahal, sebelumnya mereka berencana untuk bekerja sama dan Mark telah menyetujui hal tersebut. Dan Mark juga diceritakan memutuskan hubungan dengan Eduardo, salah satu orang yang telah bekerja sejak awal dengannya.

Namun, bagi orang-orang yang mengenalnya, Mark diyakini tak akan mampu menghianati seorang teman. David Kirkpatrick mengatakan Mark bukan orang yang jahat.

 

Sumber: electronics.howstuffworks.com

read more
BeritaBisnis

Mengapa Jumlah Entrepreneur Perempuan Lebih Sedikit Daripada Lelaki?

entrepreneur wanita sedikit

Statistik menunjukkan bahwa 70 persen bisnis di Amerika dijalankan oleh lelaki. Lantas, mengapa lebih sedikit perempuan yang memilih menjadi entrepreneur sebagai karir?

Penelitian baru menemukan bahwa pria yang secara signifikan lebih percaya diri dan lebih tidak rendah hati jika dibandingkan dengan perempuan. Dan hal inilah yang membuat mereka bisa lebih berhasil sebagai pengusaha.

Penelitian yang dipimpin oleh peneliti-peneliti dari University of North Carolina dan Wharton School at the University of Pennsylvania meneliti 90,000 proyek Kickstarter, yang 30 persennya diciptakan oleh perempuan. Studi ini didorong oleh beberapa pertanyaan kunci, termasuk: seberapa besar kemungkinan orang memulai bisnis kedua? Dan apakah pria lebih percaya diri dari perempuan, sebagai lawan dari optimis?

Para peneliti mendefinisikan optimis sebagai pencipta proyek yang mungkin untuk meluncurkan bisnis selanjutnya ketika mereka tak bisa mendapatkan dana yang ditargetkan sekitar USD 100. Di sisi lain, terlalu percaya adalah mereka yang memutuskan untuk mencoba lagi, bahkan jika mereka telah melewatkan target USD 100 mereka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata cenderung tidak meluncurkan proyek lain terlepas dari apakah usaha pertama mereka gagal. Wanita juga lebih mudah terpengaruh oleh kegagalan besar. Hal ini menyebabkan para peneliti percaya bahwa wanita memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah dan kerendahatian yang lebih tinggi.

Selain itu, mereka menyimpulkan bahwa pria dan wanita melihat kegagalan dan keberhasilan dengan cara yang berbeda. Ketika pria gagal, mereka cenderung melihatnya sebagai batu sandungan yang dapat diatasi jika mereka mencoba lagi, sedangkan wanita melihat kegagalan sebagai tanda bahwa mereka tidak cocok untuk kewirausahaan. Di sisi lain, pria melihat keberhasilan sebagai tanda keterampilan mereka sendiri (bahkan jika mereka sebelumnya telah gagal), tapi wanita melihat kesuksesan sebagai hasil dari keberuntungan.

Para peneliti mengatakan bahwa jika perempuan “setidak sopan lelaki” (misalnya jika mereka meneruskan kewirausahaan mereka setelah sukses), mereka akan menjadi pendiri dari sekitar 16 persen lebih bisnis.

Oleh karena itu, kuncinya mungkin bukan dengan meningkatkan kepercayaan diri perempuan ketika mereka baru mengalami kegagalan dan memberitahukan kepada mereka bahwa mereka akan berhasil jika mereka mencoba lagi, tapi dengan meningkatkan kepercayaan diri perempuan ketika mereka berhasil sehingga mereka tidak menafsirkan keberhasilan mereka sebagai kebetulan.

 

Sumber: www.virgin.com

read more
BisnisInfoProduktivitas

6 Alasan Mengapa Zona Nyaman Itu Berbahaya

comfort zone berbahaya

Untuk mencapai kesuksesan yang Anda impikan, salah satu hal yang mungkin harus Anda lakukan adalah keluar dari zona nyaman. Banyak orang sukses di dunia ini juga mengawalinya dengan terlebih dahulu keluar dari zona nyaman mereka. Zona nyaman adalah suatu keadaan dimana Anda merasa aman, nyaman, dan rileks dengan apa yang telah Anda miliki. Dan sesungguhnya hal ini sangatlah berbahaya untuk cita-cita dan mimpi Anda. Seperti apa bahaya zona nyaman tersebut? Check this out!

1. Zona nyaman menghalangi pertumbuhan

Ketika berada di zona nyaman, kebanyakan orang akan merasa puas dan aman, dua perilaku uang bisa menyebabkan kita menutup diri terhadap perubahan dan perkembangan. Banyak yang takut bahwa perubahan tersebut akan membawa ketidaknyamanan dalam hidup mereka. Dan ketakutan akan perubahan ini akan menghalangi pertumbuhan dan kemajuan. Dan pada akhirnya, kita tidak bisa bertumbuh.

2. Zona nyaman membawa Anda pada kesulitan

Kita tahu bahwa kehidupan terus berubah dan jika kita tidak mau keluar dari zona nyaman, maka kita tidak akan pernah tumbuh dan akhirnya akan menjadi usang. Dan jika Anda tidak berubah, Anda akan terus mengalami penurunan. Keadaan hidup Anda mungkin akan tetap normal, atau memburuk. Orang sukses mengembangkan kehidupan mereka dengan mengambil risiko dan bertindak out of the box.

3. Zona nyaman menyebabkan kebosanan dan ketidakpuasan

Ketidakmampuan untuk keluar dari zona nyaman akan menghasilkan banyak efek negatif. Yang pertama adalah kurangnya perkembangan dalam hidup. Dan kurangnya perkembangan ini akan membawa kesulitan dalam hidup, yang kemudian akan berujung pada rasa bosan dan kurang puas. Dan akhirnya, kita akan terus menerus terbebani oleh kehidupan.

4. Zona nyaman memicu pola pikir negatif

Efek berantai berikutnya dari hidup yang terlalu nyaman adalah kemalasan yang menyebabkan pola pikir dan sikap yang negatif. Pikiran yang menganggur akan menciptakan sikap dan keadaan negatif. Karena Anda merasa tidak puas, Anda memiliki kecenderungan besar terhinggapi emosi negatif dan pikiran negatif.

5. Zona nyaman menyebabkan kurangnya semangat dan tujuan

Hidup di zona nyaman membuat kita tidak memiliki semangat dan tujuan karena setiap hari kita melakukan hal sama yang biasanya kita lakukan dan mengharapkan hal yang biasanya kita terima. Dengan demikian, kita tidak akan melihat hal spesial dari hidup dan hari-hari kita.

6. Zona nyaman membuat kita kehilangan kesempatan

Orang yang sukses meraih kesuksesan karena mereka selalu berusaha untuk meraih kesempatan. Ketika Anda berada di zona nyaman, Anda hanya menunggu segala hal untuk terjadi. Dengan keadaan yang terlalu nyaman, Anda akan tertinggal.

 

Sumber: lifetofullest.com

read more
BisnisProduktivitas

5 Cara Mengatasi Kecanduan Teknologi

ketagihan teknologi

Apakah Anda terbiasa mengecek smartphone Anda saat bangun tidur? Apakah ketika bekerja, Anda mudah teralihkan dengan apa yang ada di Internet? Mungkin Anda juga suka memfilmkan suatu konser dengan handphone Anda. Jika demikian, bisa jadi Anda kecanduan teknologi. Ya, memang jika teknologi tidak digunakan sebagaimana mestinya, akan bisa memberi dampak negatif, yang salah satunya adalah kecanduan tersebut.

Berikut ini adalah cara untuk mengatasi kecanduan teknologi sehingga Anda bisa lebih produktif dan efisien.

1. Hindari mengecek perangkat digital di pagi hari

Banyak orang mengkonsumsi sarapan tak bergizi dengan menu yang berkaitan dengan teknologi seperti mengecek email atau melihat jumlah like dari foto di Facebook atau Instagram yang telah di-upload malam sebelumnya. Hal ini akan melemahkan produktivitas Anda karena dengan melakukan hal ini, pikiran Anda akan terbanjiri banyak hal bahkan sebelum Anda punya kesempatan untuk fokus pada gambaran yang lebih besar. Alih-alih mengecek perangkat digital, Anda bisa melakukan beberapa peregangan ringan atau yoga, menyikat gigi, membaca koran atau bermeditasi selama 10 menit. Dengan demikian, Anda lebih siap untuk menyambut pekerjaan di kantor.

2. Tangkis gangguan dari internet

Anda sedang bekerja untuk suatu deadline, dan tiba-tiba, tut tut… sebuah email masuk yang berisi video bayi-bayi imut. Walaupun sulit, membuat suatu penghalang bagi gangguan-gangguan tersebut bukanlah hal yang mustahil. Anda bisa mengontrol semua interupsi yang ada jika Anda mau. Misalnya, Anda bisa menginstal ekstensi browser seperti StayFocusd dan menetapkan batas waktu untuk mengunjungi situs web tertentu. Anda juga bisa mematikan Wi-Fi Anda selama satu jam. Atau mungkin hindari komputer Anda sama sekali dan raihlah buku catatan Anda.

3. Hentikan kebiasaan aktif selama 24/7

Teknologi memungkinkan orang bekerja dan dapat dihubungi kapanpun dan dimanapun. Dengan adanya perangkat di saku, kita dituntut untuk terus aktif. Padahal istirahat dari pekerjaan sangat baik untuk pikiran Anda. Ketika kita menghindarkan diri dari perangkat digital untuk waktu yang lebih lama, kita akan kembali terhubung dengan pikiran-pikiran kita yang baru, kreativitas kita akan meningkat, tekanan darah akan turun, dan kita akan benar-benar bisa memberi perhatian pada apa yang benar-benar penting dalam hidup.

4. Hindari mencari informasi tentang apapun melalui internet

Masih ingat ketika Anda harus menemukan suatu alamat tanpa bantuan Google Maps? Atau ketika Anda harus menjawab suatu pertanyaan tanpa sibuk googling? Cobalah lihat dalam diri Anda lebih dalam dan temukan jawaban yang tepat untuk apapun. Ketika di tempat kerja, percaya intuisi Anda dan kejutkan diri sendiri dengan bakat yang Anda miliki. Banyak yang mencari inspirasi melalui website, tapi karya original sebenarnya bersumber dari keyakinan dan pengalaman diri.

5. Tinggalkan handphone Anda untuk sementara waktu

Ponsel dapat menjadi penghalang bagi Anda dan objek di sekitar Anda. Ponsel juga bisa menghancurkan pengalaman murni Anda. Sangat penting bagi Anda untuk membuat zona bebas telepon. Mungkin Anda bisa melarang penggunaan ponsel di rumah saat makan malam. Saat bertemu teman di suatu tempat, tumpuk handphone menjadi satu sehingga Anda bisa lebih menikmati kebersamaan bersama teman. Bahkan mungkin, ketika di restoran, Anda bisa membuat peraturan: siapa yang pertama kali mengambil ponselnya harus membayar semua tagihan. Ketika Anda ingin mengambil foto dengan kamera Anda, mungkin Anda hanya ingin menikmati semuanya langsung dengan mata Anda.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
1 3 4 5 6 7 15
Page 5 of 15