close

Diabetes

Diabetes

Gejala, Tanda-tanda, Ciri-ciri Penyakit Diabetes Melitus

diabetes

Diabetes mellitus adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi (glukosa) yang diakibatkan oleh defek pada sekresi insulin, atau aksinya, atau keduanya. Diabetes mellitus, yang biasa disebut diabetes (seperti yang akan terjadi pada artikel ini) pertama kali diidentifikasi sebagai penyakit yang berhubungan dengan “kencing manis,” dan kehilangan otot secara berlebihan pada tingkat glukosa. Ketika glukosa darah meningkat (misalnya, setelah makan makanan), insulin dilepaskan dari pankreas untuk menormalkan kadar glukosa dengan mempromosikan serapan glukosa ke sel tubuh. Pada penderita diabetes, tidak adanya produksi yang kurang atau kurangnya respon terhadap insulin menyebabkan hiperglikemia. Diabetes adalah kondisi medis kronis, yang berarti meski bisa dikendalikan, ia bertahan seumur hidup.

 

Gejala awal Diabetes

Bagaimana Anda bisa tahu apakah Anda menderita diabetes? Sebagian besar gejala awal berasal dari kadar glukosa yang lebih tinggi dari normal, semacam gula, dalam darah Anda.

Tanda peringatan bisa sangat ringan sehingga Anda tidak memperhatikannya. Itu terutama berlaku untuk diabetes tipe 2. Beberapa orang tidak mengetahuinya memilikinya sampai mereka mendapat masalah akibat kerusakan jangka panjang yang disebabkan oleh penyakit tersebut.

Dengan diabetes tipe 1, gejalanya biasanya cepat terjadi, dalam hitungan hari atau beberapa minggu. Mereka juga jauh lebih parah.

 

Gejala Umum

Kedua jenis diabetes tersebut memiliki beberapa tanda peringatan yang sama.

Kelaparan dan kelelahan

Tubuh Anda mengubah makanan yang Anda makan menjadi glukosa yang digunakan sel Anda untuk energi. Tapi sel Anda membutuhkan insulin untuk memasukkan glukosa.

Jika tubuh Anda tidak menghasilkan cukup atau insulin apapun, atau jika sel Anda melawan insulin yang dibuat tubuh Anda, glukosa tidak dapat masuk ke dalamnya dan Anda tidak memiliki energi. Hal ini bisa membuat Anda lebih lapar dan lelah dari biasanya.

 

Lebih sering buang air kecil dan menjadi haus

Rata-rata orang biasanya harus buang air kecil antara empat dan tujuh kali dalam 24 jam, namun penderita diabetes mungkin akan mengalami banyak masalah.

Mengapa? Biasanya tubuh Anda menyerap kembali glukosa saat melewati ginjal Anda. Tapi ketika diabetes mendorong gula darah Anda ke atas, ginjal Anda mungkin tidak dapat mengatasinya kembali. Hal ini menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak air kencing, dan itu membutuhkan cairan.

Anda harus pergi lebih sering. Anda mungkin buang air kecil lebih banyak juga. Karena Anda kencing begitu banyak, Anda bisa menjadi sangat haus. Bila Anda minum lebih banyak, Anda juga akan kencing lebih banyak.

 

Mulut kering dan kulit gatal

Karena tubuh Anda menggunakan cairan untuk membuat kencing, ada sedikit kelembaban untuk hal lain. Anda bisa mengalami dehidrasi, dan mulut Anda mungkin terasa kering. Kulit kering bisa membuat Anda gatal.

 

Penglihatan kabur

Mengubah kadar cairan di tubuh Anda bisa membuat lensa di mata Anda membengkak. Mereka berubah bentuk dan kehilangan kemampuan mereka untuk fokus.

 

Gejala Diabetes Tipe 2 lainnya

Ini cenderung muncul setelah glukosa Anda tinggi sejak lama.

Lambat penyembuhan luka atau luka

Seiring waktu, gula darah tinggi dapat mempengaruhi aliran darah Anda dan menyebabkan kerusakan saraf sehingga membuat tubuh Anda sulit untuk sembuh.

 

Sakit atau mati rasa di kaki atau kaki Anda

Ini adalah hasil lain dari kerusakan syaraf.

 

Gejala Diabetes Tipe 1 lainnya

Penurunan berat badan secara mendadak

Jika tubuh Anda tidak bisa mendapatkan energi dari makanan Anda, itu akan mulai membakar otot dan lemak untuk energi. Anda mungkin menurunkan berat badan meskipun Anda belum mengubah cara Anda makan.

 

 

Pengobatan Diabetes

Diabetes adalah penyakit serius yang tidak bisa Anda obati sendiri. Dokter Anda akan membantu Anda membuat rencana perawatan diabetes yang tepat untuk Anda – dan Anda bisa mengerti. Anda mungkin juga memerlukan profesional perawatan kesehatan lainnya di tim pengobatan diabetes Anda, termasuk dokter kaki, ahli gizi, dokter mata, dan spesialis diabetes (disebut endokrinologi).

Pengobatan diabetes perlu diawasi ketat kadar gula darah Anda (dan menjaga mereka pada tujuan yang ditetapkan oleh dokter Anda) dengan kombinasi obat-obatan, olahraga, dan diet. Dengan memperhatikan apa dan kapan Anda makan, Anda dapat meminimalkan atau menghindari efek “jungkat-jungkit” dari kadar gula darah yang berubah dengan cepat, yang dapat memerlukan perubahan cepat dalam dosis pengobatan, terutama insulin.

 

Nutrisi dan Waktu Makan untuk Diabetes

Mengonsumsi makanan seimbang sangat penting bagi orang yang menderita diabetes, jadi bekerjalah dengan dokter atau ahli diet untuk membuat rencana menu. Jika Anda memiliki diabetes tipe 1, waktu pemberian insulin Anda ditentukan oleh aktivitas dan diet. Bila Anda makan dan seberapa banyak Anda makan sama pentingnya dengan apa yang Anda makan. Biasanya, dokter merekomendasikan tiga makanan kecil dan tiga sampai empat makanan ringan setiap hari untuk menjaga keseimbangan gula dan insulin dalam darah.

Keseimbangan yang sehat dari karbohidrat, protein, dan lemak dalam makanan Anda akan membantu menjaga glukosa darah Anda tepat sasaran. Berapa banyak masing-masing akan bergantung pada banyak faktor, termasuk berat badan dan preferensi pribadi Anda. Menonton karbohidrat Anda – mengetahui seberapa banyak yang Anda butuhkan dan berapa banyak Anda makan – adalah kunci pengendalian gula darah. Jika Anda kelebihan berat badan, kalori rendah karbohidrat, rendah lemak / rendah kalori, atau diet Mediterania dapat membantu Anda menurunkan berat badan Anda ke tujuan. Tidak lebih dari 7% diet Anda harus berasal dari lemak jenuh, dan Anda harus berusaha menghindari lemak trans sama sekali.

 

Olahraga untuk Diabetes

Unsur penting lainnya dalam program pengobatan diabetes adalah olahraga. Dengan salah satu jenis diabetes, tanyakan kepada dokter Anda sebelum memulai program olahraga. Olahraga meningkatkan penggunaan insulin tubuh Anda dan dapat menurunkan kadar gula darah. Untuk mencegah gula darah Anda jatuh ke tingkat yang sangat rendah, periksalah gula darah Anda dan, jika perlu, makanlah makanan ringan karbohidrat sekitar setengah jam sebelum berolahraga. Jika Anda mulai merasakan gejala gula darah rendah (disebut hipoglikemia), hentikan berolahraga dan dapatkan makanan ringan atau minuman karbohidrat. Tunggu 15 menit dan periksa lagi. Miliki makanan ringan lagi jika masih terlalu rendah.

Olahraga membantu beberapa penderita diabetes tipe 2 menurunkan kadar glukosa darahnya dan dapat membantu mencegah penyakit pada mereka yang berisiko.

Bagi penderita diabetes tipe dua, olahraga bisa menurunkan kemungkinan terkena serangan jantung atau stroke dan bisa memperbaiki sirkulasi. Hal itu juga bisa mengurangi stres. Orang dengan diabetes tipe 2 yang perlu menurunkan berat badan bisa mendapatkan keuntungan dari olahraga ringan. Kebanyakan penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik aerobik minimal 150 menit setiap minggu, seperti berjalan. Latihan kekuatan sering direkomendasikan setidaknya dua kali seminggu. Bicaralah dengan dokter Anda tentang jenis latihan apa yang tepat untuk Anda.

read more
DiabetesInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Penyakit Diabetes Insipidus: Gejala dan Penyebabnya

Penyakit Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus adalah gangguan yang tidak lazim, yang ditandai dengan rasa haus walaupun sudah diminumi banyak cairan dan ekskresi urinnya pun terjadi dalam jumlah besar. Biasanya, hal ini terjadi karena tubuh Anda tidak memproduksi, menyimpan atau melepaskan hormon kunci. Tapi hal ini mungkin juga disebabkan ketidakmampuan ginjal untuk memberikan respon terhadap hormon tersebut.

Namun demikian, diabetes insipidus tidak berkaitan dengan diabetes mellitus (tipe 1 dan tipe 2).

 

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala utama dari diabetes insipidus sebenarnya sama dengan yang disebutkan di atas, yaitu rasa haus yang berlebihan dan ekskresi urin encer dalam jumlah besar. Jumlah urin ini bias berkisar antara 2 liter hingga 20 liter dalam sehari, bergantung tingkat keparahan diabetes insipidus. Gejala lain dari diabetes insipidus meliputi bangun di malam hari untuk buang air kecil dan mengompol.

Tak hanya pada orang dewasa, diabetes insipidus juga bias menimpa bayi dan anak kecil, dengan gejala yang meliputi popok yang sangat basah, tangis atau kerewelan yang luar biasa dan tak terjelaskan, diare, demam, muntah, turun beran badan, kulit kering, dan pertumbuhan yang terlambat.

 

Penyebab Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus terjadi ketika tubuh tak mampu mengontrol cairannya. Biasanya, ginjal mengeluarkan cairan tubuh berlebih dari aliran darah Anda, yang disimpan dalam kandung kemih, sebelum Anda kencing.

Ada beberapa jenis diabetes insipidus, yang disebabkan oleh jenis-jenis gangguan pada system dalam tubuh.

1. Diabetes insipidus sentral

Penyebab diabetes insipidus sentral adalah rusaknya kelenjar hipofisis atau hipotalamus yang dikarenakan penyakit, tumor, operasi, peradangan atau cedera. Pada anak-anak, kelainan genetik kemungkinan adalah penyebabnya.

2. Diabetes insipidus nefrogenik

Penyebab diabetes insipidus nefrogenik adalah kerusakan pada tubulus ginjal, yang membuat ginjal tidak bias merespon ADH. Penyakit ini mungkin disebabkan oleh beberapa jenis obat-obatan seperti dan demeclocycline (antibiotik tetrasiklin) dan lithium.

3. Diabetes insipidus gestasional

Diabetes insipidus gestasional hanya terjadi saat kehamilan dan ketika enzim yang dibuat oleh plasenta menghancurkan ADH pada ibu.

4. Polidipsia primer

Kondisi ini juga dikenal dengan istilah diabetes insipidus dipsogenik. Pada keadaan ini, tubuh mengeluarkan ekskresi urin encer dalam jumlah sangat besar. Penyebab utamanya bukanlah kerusakan pada ADH, melainkan karena adanya asupan cairan yang terlalu besar. Asupan air yang berlebihan dalam waktu yang lama bias merusak ginjal dan menekan ADH, membuat tubuh Anda tidak dapat mengkonsentrasikan urin. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh rasa haus berlebih yang disebabkan oleh kerusakan pada mekanisme rasa haus yang mengatur, yang terletak di hipotalamus.

 

Sumber: www.mayoclinic.org

read more
DiabetesInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Dampak Diabetes terhadap Tubuh

Dampak Diabates terhadap Tubuh

Begitu Anda selesai makan dan minum, gula dalam darah Anda akan diubah menjadi glukosa. Glukosa ini akan melewati aliran darah Anda untuk kemudian memberikan energi. Insulin akan diproduksi oleh pancreas sebagai cara untuk membantu proses tersebut. Namun, pada penderita diabetes, hal ini tidak terjadi demikian adanya. Insulin yang dihasilkan mungkin terlalu sedikit atau bahkan tidak dihasilkan sama sekali. Dan seringkali, insulin yang dihasilkan tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, level glukosa akan naik dan sel-sel Anda lainnya akan kehilangan banyak energy. Dengan demikian, muncullah beberapa gangguan pada organ tubuh Anda, akibat diabetes tersebut.

Beberapa efek diabetes yang mungkin dialami pada beberapa bagian tubuh penderita diabetes, antara lain:

1. Sistem Peredaran Darah

Akibat gula darah yang tinggi, limposit bias terbentuk dalam dinding pembuluh darah. Aliran darah akan terhambat dan lama kelamaan akan menyebabkan aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah).
Terganggungnya sirkulasi ini bias menyebabkan klaudikasio intermiten (rasa sakit pada betis saat berjalan). Menyempitnya pembuluh darah pada penderita diabetes juga mungkin menyebabkan beberapa masalah pada kaki, seperti rasa dingin pada kaki, berkurangnya kemampuan merasa, sehingga Anda mungkin tidak sadar ketika mengalami cidera atau infeksi, dll. Infeksi atau ulkus pada kaki bias juga terjadi. Ketika parah, akan terjadi kerusakan saraf yang membuat kaki perlu diamputasi.

Risiko tekanan darah tinggi pada penderita diabetes juga meningkat, sehingga terjadi tekanan pada jantung, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke hingga dua kali lipat.

2. Sistem Endokrin, Ekskresi, dan Pencernaan

Karena kadar insulin rendah atau tidak ada, atau tubuh tidak bisa menggunakan insulin yang dihasilkan tubuh, akibatnya tubuh akan menggunakan hormon lain utnuk mengubah lemak menjadi energi. Pada akhirnya, akan tercipta bahan kimia beracun dengan kadar yang tinggi, seperti asam dan badan keton yang bias menyebabkan ketoasidosis diabetikum, penyakit yang bias sangat berbahaya.

Ginjal penderita diabetes juga bias rusak sehingga kemampuannya menyaring limbah pun tidak optimal. Penderita diabetes sangat rawan terkena kerusakan ginjal, untuk itu harus rajin memantau diri. Salah satu tanda kerusakan ginjal adalah bertambahnya protein dalam urin.

Diabetes tipe 2 juga bias menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dalam jumlah besar tapi tanpa disertai keton. Kondisi ini disebut sindrom hiperosmolar hiperglikemik (HHS). Hal ini mungkin terjadi jika diabetes tidak terdiagnosis, atau bias juga dioicu oleh serangan jantung, infeksi, dan stroke.

3. Sistem Saraf Pusat

Saraf (neuropati perifer) pada penderita diabetes bias rusak, dan kemampuannya untuk merasakan dingin, panas, dan sakit bias terpengaruh, sehingga pasien rentan terkena cedera. Akhirnya, cedera cenderung terabaikan, khususnya di tempat-tempat yang tak terlihat.

Pembengkakan pembuluh darah di mata bias merusak penglihatam, bahkan menyebabkan kebutaan. Gejala termasuk floaters atau bintik-bintik di daerah pandangan Anda. Hal tersebut juga mungkin mengakibatkan glaucoma.

4. Sistem Integumen

Kelembaban yang kurang bias menyebabkan kulit kaki menjadi kering dan pecah-pecah. Untuk itu, sangat disarankan bagi Anda menggunakan petroleum jelly sehabis mandi atau berenang. Namun, hati-hati, sisa krim pada celah kaki bias menyebabkan infeksi.

Kapalan pada daerah bertekanan tinggi bias berubah menjadi borok atau infeksi apabila tak dirawat. Penderita diabetes juga rawan terkena bisul, infeksi pada folikel rambut (folikulitis), sties, dan infeksi kuku. Infeksi juga rawan terjadi pada lipatan ketiak, celah jari tangan dan kaki, pangkal paha, dan sudut mulut.

5. Sistem Reproduksi

Diabetes gestasional dapat menyebabkan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Gejalanya sebenarnya sama dengan diabetes tipe lainnya, tapi disertai infeksi pada vagina dan kandung kemih. Proses melahirkan bias lebih sulit karena bayinya cenderung memiliki berat yang lebih tinggi.

 

Sumber: www.healthline.com

read more
DiabetesInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

6 Komplikasi Diabetes Tipe 2 yang Bisa Anda Hindari

komplikasi diabetes tipe 2

Tanpa rencana manajemen yang solid, diabetes tipe 2 bisa menyebabkan kerusakan keseluruhan kesehatan Anda. Serangan jantung, gagal ginjal, masalah penglihatan, dan kerusakan saraf merupakan beberapa masalah kesehatan yang bisa timbul apabila diabetes tidak dikelola dengan baik.

Berikut ini adalah masalah kesehatan dan komplikasi diabetes 2 yang bisa Anda hindari.

1. Tekanan darah tinggi

Kadar gula darah yang tinggi dalam aliran darah dapat menyebabkan darah menebal, memaksa jantung untuk bekerja lebih keras untuk memompa darah. Hampir 70% penderita diabetes mengalami tekanan darah tinggi. Gejalanya mungkin tidak terlihat, kecuali diperiksa oleh dokter. Namun, hal itu dapat mengakibatkan komplikasi serius termasuk serangan jantung, stroke, masalah mata, dan penyakit ginjal.

Untuk mengurangi tekanan darah, Anda harus mengontrol glikemik dengan lebih baik. Strategi lain untuk menurunkan tekanan darah termasuk makan makanan yang sehat, membatasi asupan natrium, memanfaatkan teknik manajemen stres dan melakukan kegiatan fisik secara teratur, jika diperbolehkan oleh dokter Anda.

2. Penyakit jantung

Penderita diabetes tipe 2 memiliki risiko serangan jantung yang tinggi. Hubungannya adalah bahwa penderita diabetes tipe 2 memiliki tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi yang juga menyebabkan serangan jantung.

Cara menurunkan risiko penyakit jantung adalah menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol serta tidak merokok.

3. Stroke

Kebanyakan stroke terjadi ketika terdapat bekuan darah dalam pembuluh darah di dalam atau yang menuju ke otak. Diabetes tipe 2 meningkatkan risiko stroke hingga dua sampai empat kali. Dengan mengontrol gula darah dan tekanan darah Anda, serta menjaga berat badan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan tidak merokok, Anda bisa menurunkan risiko stroke.

4. Gagal ginjal

Diabetes adalah penyebab utama dari lebih daro 40% gagal ginjal (ketidakmampuan ginjal untuk menyaring limbah dan cairan dari darah). Saat darah mengalir melalui pembuluh kecil di ginjal, produk limbah disaring dan meninggalkan tubuh melalui urin. Terlalu banyak gula dalam darah bisa membuat filter ini stres, sehingga sulit bagi ginjal untuk bekerja secara efektif.

Anda bisa melakukan pemeriksaan protein dalam urin secara rutin, yang merupakan tanda awal dari hilangnya fungsi ginjal. Diet rendah gula, kontrol berat badan, olahraga, dan obat-obatan dapat membantu mencegah hilangnya fungsi ginjal yang diakibatkan oleh diabetes tipe 2.

5. Masalah mata

Beberapa komplikasi penglihatan bisa terjadi akibat komplikasi diabetes tipe 2, dan yang paling parah adalah retinopati diabetik. Seiring waktu kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di mata. Jika tidak diobati, retinopati diabetes dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah dan bahkan kebutaan.

Karena penyakit ini mungkin tidak terdeteksi hingga sudah parah, Anda direkomendasikan melakukan pemeriksaan mata tahunan.

6. Kerusakan saraf

Kadar gula darah tinggi yang kronis dapat menyebabkan kerusakan saraf (neuropati). Sekitar separuh penderita diabetes mengalami kerusakan saraf, yang terasa seperti kesemutan atau sensasi terbakar, biasanya di kaki, atau bahkan hilangnya sensasi.

Melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin dapat membantu Anda mencegah kerusakan saraf atau mengurangi gejalanya. Apabila Anda terlanjur mengalami kerusakan saraf, Anda harus melakukan kunjungan rutin ke dokter Anda.

 

Sumber: www.everydayhealth.com

read more
DiabetesInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Apakah Diabetes Bisa Disembuhkan?

diabetes bisa disembuhkan

Dengan semua penelitian tentang diabetes dan kemajuan dalam perawatan diabetes, semua pasti bertanya-tanya apakah diabetes bisa sembuh. Namun, kenyataanya, tidak ada obat untuk diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2.

Namun, ada perawatan, termasuk hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan setiap hari, yang akan memberikan dampak yang signifikan.

 

Apakah Diabetes dapat Disembuhkan dengan Terapi Alami?

Tidak. Terapi alami seperti pernafasan perut yang dalam, relaksasi otot progresif, dan biofeedback dapat membantu menghilangkan stres. Dan stres emosional mempengaruhi kadar gula darah Anda. Jadi belajar untuk bersantai penting dalam pengelolaan diabetes Anda.

Suplemen juga tidak menyembuhkan diabetes. Beberapa suplemen alami dapat berinteraksi berbahaya dengan obat diabetes Anda. Memang beberapa suplemen telah terbukti bisa memperbaiki kondisi pengidap diabetes, tapi selalu konsultasikan dengan dokter sebelumnya.

Bersikaplah skeptis tentang klaim obat diabetes. Obat yang asli tentu telah diuji berulang kali dalam uji klinis dengan hasil sukses yang terlihat jelas.

 

Perubahan Gaya Hidup Bisa Membantu Mengelola Diabetes?

Meskipun tidak ada obat diabetes, diabetes dapat diobati dan dikontrol. Untuk mengelola diabetes secara efektif, Anda perlu melakukan hal berikut:

1. Mengelola kadar gula darah Anda

Pahami cara-cara menjaga agar gula darah selalu sebisa mungkin mendekati normal setiap hari: Periksa kadar glukosa Anda sesering mungkin. Minum obat diabetes Anda secara teratur. Dan seimbangkan asupan makanan Anda dengan obat-obatan, olahraga, manajemen stres, dan kebiasaan tidur yang baik.

2. Rencanakan apa yang Anda makan setiap kali makan

Sebisa mungkin dan sesering mungkin, Anda harus mengikuti rencana makan yang telah Anda buat.

3. Bawa camilan sehat

Dengan membawa camilan sehat selalu, Anda akan terhindar untuk memakan snack yang kosong kalorinya.

4. Olahraga secara teratur

Olahraga membuat tubuh Anda tetap fit. Olahraga juga membantu membakar kalori dan membantu menormalkan kadar glukosa darah Anda.

5. Bertemu dengan dokter secara teratur

Temui dokter Anda secara teratur untuk memantau kesehatan Anda.

 

Apakah Sel Induk (Stem Cell) Bisa Mengobati Diabetes?

Sel induk adalah sel yang dapat berkembang menjadi jenis sel. Para ilmuwan telah menemukan beberapa hasil sukses dengan sel induk pada diabetes tipe 1.

 

Apakah Transplantasi Sel Inlet Bisa Menjadi Obat untuk Diabetes?

Transplantasi sel islet yang berhasil dapat meningkatkan kualitas hidup orang pengidap diabetes. Ini adalah teknologi yang berkembang yang masih diteliti. Sel islet merasakan kadar gula darah dan membuat insulin. Sel-sel berasal dari donor.

Setelah transplantasi berhasil, sel donor mulai membuat dan melepaskan insulin sebagai respon terhadap gula darah. Prosedur ini dapat memberikan lebih banyak fleksibilitas dengan perencanaan makan dan membantu melindungi terhadap komplikasi diabetes serius jangka panjang seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, dan saraf dan kerusakan mata. Orang yang menerima transplantasi harus minum obat selama sisa hidup mereka untuk mencegah tubuh mereka menolak sel donor.

 

Apakah Transplantasi Pankreas Bisa Menyembuhkan Diabetes?

Transplantasi pankreas dimungkinkan untuk penderita diabetes tipe 1. Transplantasi ini biasanya juga dilakukan pada pengidap penyakit ginjal (renal) stadium akhir.

Transplantasi pankreas akan membantu memulihkan kontrol gula darah. Seperti orang lain yang mendapat transplantasi, pasien perlu minum obat selama sisa hidup mereka untuk membantu tubuh mereka menerima pankreas baru.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
DiabetesInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Gejala-Gejala Diabetes

gejala diabetes

Bagaimana Anda bisa tahu jika Anda mengidap diabetes? Gejala awalnya biasanya adalah tingkat glukosa darah yang lebih tinggi dari biasanya. Kadang gejala tersebut tidak begitu terlihat, terutama untuk diabetes tipe 2. Biasanya beberapa orang tidak menyadari penyakit ini sampai terjadi kerusakan jangka panjang. Untuk diabetes tipe 1, gejalanya biasanya terjadi begitu cepat, dalam hitungan beberapa hari atau minggu, dan bisa menjadi parah.

 

Gejala-Gejala Umum pada Diabetes Tipe 1 dan 2

Kedua jenis diabetes memiliki beberapa tanda-tanda peringatan yang sama, antara lain sebagai berikut:

1. Kelaparan dan kelelahan

Tubuh Anda mengubah makanan yang Anda makan menjadi glukosa yang digunakan sebagai energi oleh sel-sel Anda. Tetapi sel Anda perlu insulin agar glukosa bisa masuk. Jika tubuh Anda tidak membuat cukup insulin, atau jika sel-sel Anda menolak insulin yang dibuat oleh tubuh Anda, glukosa tidak bisa masuk ke dalam tubuh dan akhirnya Anda tidak memiliki energi. Hal ini dapat membuat Anda lebih lapar dan lelah dari biasanya.

2. Lebih sering kencing dan lebih sering haus

Orang biasa rata-rata kencing 4 sampai 7 kali dalam 24 jam, tapi orang pengidap diabetes biasanya lebih sering kencing. Biasanya tubuh Anda menyerap kembali glukosa saat melewati ginjal. Tapi ketika diabetes menaikkan gula darah Anda, tubuh Anda tidak mungkin bisa membawa semuanya kembali. Akhirnya, untuk membuang kelebihan tersebut, tubuh membuat lebih banyak urin. Karena Anda kencing terlalu banyak, Anda bisa menjadi sangat haus. Ketika Anda minum lebih banyak, Anda juga akan kencing lebih banyak.

3. Mulut kering dan kulit gatal

Karena tubuh Anda menggunakan cairan untuk membuat kencing, Anda kekurangan air untuk hal-hal lain. Anda bisa mengalami dehidrasi, dan mulut Anda mungkin merasa kering. Kulit kering dapat membuat Anda merasa gatal.

4. Penglihatan kabur

Perubahan tingkat cairan dalam tubuh bisa membuat lensa mata Anda membengkak. Lensa tersebut akan berubah bentuk dan kehilangan kemampuan untuk fokus.

 

Gejala Diabetes Tipe 2 Lainnya

Untuk diabetes tipe 2, gejala lainnya meliputi:

1. Infeksi ragi

Pria dan wanita yang mengidap diabetes bisa mengalami infeksi ragi. Ragi memakan glukosa sehingga glukosa yang tinggi membuat ragi tumbuh subur. Infeksi bisa tumbuh pada lipatan kulit yang lembab, termasuk:

– antara jari tangan dan kaki
– di bawah payudara
– di sekitar atau di dalam organ intim

2. Luka yang lambat sembuh

Seiring waktu, gula darah tinggi dapat mempengaruhi aliran darah dan menyebabkan kerusakan saraf yang menyebabkan tubuh sulit untuk menyembuhkan luka.

3. Nyeri atau mati rasa di kaki atau telapak kaki

Hal ini juga merupakan akibat lain dari kerusakan saraf.

 

Gejala Diabetes Tipe 1 Lainnya

Untuk diabetes tipe 1, gejala lainnya meliputi:

1. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Jika tubuh Anda tidak bisa mendapatkan energi dari makanan Anda, otot dan lemak akan dibakar untuk menghasilkan energi. Anda mungkin akan meskipun Anda tidak mengubah cara makan Anda.

2. Mual dan muntah

Ketika tubuh Anda membakar lemak, tubuh menghasilkan ‘keton’, yang bisa terbangun di dalam darah dalam jumlah yang membahayakan, dan kondisi yang mengancam jiwa ini disebut sebagai ketoasidosis diabetikum. Keton dapat membuat Anda merasa sakit perut.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
DiabetesInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Diabetes dan Masalah Seksual Pada Wanita

diabetes dan masalah seksual

Ketika membicarakan mengenai diabetes dan dampaknya, pria bukanlah satu-satunya yang mengalami masalah seksual akibat penyakit ini. Ketika mendengar mengenai hubungan antara diabetes dan disfungsi seksual, kebanyakan orang langsung berpikir bahwa ini adalah masalah yang dialami pria. Nyatanya, wanita penderita diabetes juga dapat memiliki masalah seksual yang berhubungan dengan kadar gula darah mereka.

Ketika gula darah tidak terkontrol dengan baik, kehidupan seks wanita akan menjadi korbannya. Sebenarnya bukan diabetes itu sendiri yang menghancurkan kehidupan intim Anda. Yang harus diperhatikan adalah komplikasi kadar gula darah yang tidak terkontrol yang menyebabkan masalah bagi pria dan wanita. Perbedaannya adalah banyak wanita yang tidak menyadari hal ini jika dibandingkan dengan pria.

Sebenarnya, ketika membicarakan masalah intim, wanita kini telah semakin maju. Namun, ketika berhubungan dengan diabetes, kebanyakan masih enggan untuk berbicara dengan dokter mereka. Wanita tidak membicarakan hal ini dengan dokter, begitu juga dokter tidak membicarakan hal ini dengan para wanita tersebut. Akibatnya masalah ini tidak terendus dan akhirnya menjadi tak terdiagnosis dan tak terobati.

 

Glukosa vs Keintiman

Meskipun wanita penderita diabetes mungkin lambat mengakui ada masalah di ranjang, komunitas medis bahkan lebih lambat lagi untuk mempelajari masalah ini. Masalah ini baru terbahas pada sebuah studi tahun 1971, yang menunjukkan bahwa 35% dari wanita penderita diabetes dilaporkan tidak mampu mengalami orgasme selama hubungan seksual, dibandingkan dengan hanya 6% wanita yang bukan penderita.

Salah satu alasan wanita dengan diabetes mungkin memiliki kesulitan mencapai orgasme adalah bahwa gula darah tinggi dapat mempengaruhi pelumasan vagina. Masalah pelumasan ini tidak hanya mempengaruhi sensasi, tapi juga membuat wanita merasa tidak nyaman bahkan sakit ketika berhubungan seks.

Studi tahun 1968 hampir setengah wanita yang berpartisipasi memiliki masalah seksual. Dari jumlah tersebut, 32% mengatakan mereka memiliki masalah dengan pelumasan. Delapan puluh sembilan persen mengatakan masalah mulai setelah diagnosis diabetes mereka.

Wanita harus diedukasi bahwa gula darah yang terkontrol akan menghasilka lubrikasi yang lebih baik, sehingga wanita akan mengalami kehidupan seks yang lebih baik lagi.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
DiabetesInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Manfaat Teh untuk Diabetes

teh untuk diabetes

Teh hijau telah diminum selama berabad-abad dan merupakan minuman paling populer kedua di dunia (setelah air). Banyaknya manfaat teh hijau merupakan daya tarik terkuatnya, termasuk kekuatannya untuk mencegah kanker dan mempertajam kesehatan mental. Namun, ternyata teh juga dapat memberikan manfaat kesehatan yang berhubungan dengan diabetes.

Pengidap diabetes memiliki masalah dengan metabolisme gula. Insulin diberikan untuk menurunkan gula, tetapi pada diabetes tipe 2, tubuh tidak begitu sensitif terhadap insulin, sehingga kadar gula darah naik. Melalui reaksi biokimia yang kompleks, teh—terutama teh hijau—dapat membantu menyadarkan sel sehingga mereka lebih mampu memetabolisme gula. Teh hijau baik untuk penderita diabetes karena membantu fungsi sistem metabolism (untuk mengetahui makanan yang harus dihindari penderita diabetes, bisa Anda baca di sini).

Sebuah penelitian di tahun 2013 yang dipublikasikan dalam Diabetes and Metabolism Journal menyebutkan potensi manfaat teh terhadap diabetes serta obesitas, yang merupakan faktor risiko untuk diabetes. Penelitian di Taiwan juga menemukan bahwa orang yang minum teh hijau secara teratur selama lebih dari satu dekade memiliki pinggang yang lebih kecil dan komposisi lemak tubuh lebih rendah daripada mereka yang tidak mengkonsumsi teh hijau secara teratur.

Minum teh untuk diabetes adalah ide yang baik karena teh mengandung zat yang disebut polifenol, antioksidan yang ditemukan dalam setiap tanaman. Polifenol membantu mengurangi stres oksidatif dan menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), yang menurunkan tekanan darah, mencegah pembekuan, dan mengurangi kolesterol. Polifenol dalam teh hijau juga dapat membantu mengatur glukosa dalam tubuh, membantu mencegah atau mengontrol diabetes.

 

Minum Teh untuk Diabetes: Teh hijau atau Teh Hitam?

Ketika memutuskan minum teh untuk mengobati diabetes, dikatakan para ahli bahwa semua teh memiliki manfaat tersebut, akan tetapi teh hijaulah pemenangnya. Ketika Anda minum teh hijau untuk diabetes, Anda akan mendapatkan tingkat polifenol yang lebih tinggi daripada jika Anda minum the hitam. Jadi, karena memiliki warna yang lebih berarti teh hijau lebih kaya polifenol.

Selain warna, teh hijau juga mengandung kadar polifenol yang lebih tinggi karena itu dibuat dari daun yang tidak difermentasi, sehingga benar-benar murni. Teh hitam, di sisi lain, terbuat dari daun yang sepenuhnya difermentasi, yang menghilangkan beberapa nutrisinya. Selain itu, teh hitam memiliki dua sampai tiga kali lebih banyak kafein daripada teh hijau, yang tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan.

 

Sumber: www.everydayhealth.com

read more
DiabetesInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Apakah Madu Bisa Disertakan untuk Diet Diabetes?

madu untuk diabetes

Diet diabetes secara ketat dikontrol khususnya berhubungan dengan asupan gula dan senyawa mineral. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa “apakah madu diperbolehkan untuk pasien diabetes” adalah pertanyaan yang sering diajukan ketika membicarakan diet untuk diabetes.

Diabetes adalah gangguan pankreas, dimana insulin tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup atau diproduksi tapi tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Diabetes pada dasarnya adalah gangguan metabolisme, terutama metabolisme karbohidrat. Gula dan pati yang tertelan tidak dapat digunakan, dan karenanya dieliminasi dalam urin. Gejala diabetes antara lain sering buang air kecil, rasa haus atau kelaparan yang ekstrim, penurunan berat badan, kelelahan, mati rasa, dan infeksi.

Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak memproduksi insulin apapun, sedangkan, orang dengan diabetes tipe 2 juga tidak menghasilkan cukup insulin atau sel-sel mereka menolak insulin, dan mereka cenderung kelebihan berat badan, karena kadar insulin yang tinggi, sehingga tidak bisa mengalirkan glukosa ke dalam sel otot, yang kemudian mengubah glukosa menjadi lemak dan kolesterol sebagai gantinya. Hal ini menyebabkan tidak hanya obesitas, tapi juga penyakit jantung, sirkulasi darah yang buruk di kaki dan penyakit mata. Sementara diabetes tipe 1 diobati dengan suntikan insulin, yang membantu glukosa masuk ke dalam sel-sel tubuh dan mempertahankan kontrol glukosa darah, diabetes tipe 2 biasanya menggunakan obat penurun glukosa. Kebanyakan penderita diabetes mengidap diabetes tipe 2 dan biasanya di atas usia 40-an.

 

Penggunaan Madu dalam Diet Diabetes

Dengan kontrol yang tepat, banyak penderita diabetes dan pra-diabetes (orang dengan kadar glukosa darah yang lebih tinggi dibandingkan orang normal tetapi tidak cukup tinggi untuk dipertimbangkan sebagai diabetes) masih dapat menikmati madu alam dengan aman. Sebelum memasukkan madu ke dalam perencanaan diet mereka, cari tahu berapa banyak cairan manis yang dapat dikonsumsi setiap harinya.

Setiap jenis diabetes berbeda dan harus dipelajari bagaimana tubuh penderita bereaksi terhadap beraneka makanan yang mengandung karbohidrat. Ingatlah bahwa jumlah total pati atau karbohidrat dalam makanan adalah pertimbangan utama, bukan jumlah gula. Madu adalah makanan karbohidrat juga, seperti beras dan kentang. Jadi, perlu diingat bahwa 1 sendok makan madu saja mengandung sekitar 17 gram karbohidrat, yang berarti bahwa ini mengurangi porsi asupan karbohidrat harian Anda.

Penderita diabetes dapat mengkonsumsi madu sama seperti pemanis atau karbohidrat lainnya. Untuk memantau respon terhadap madu, kadar gula darah bisa dicatat sebelum konsumsi dan dicek lagi dua jam kemudian. Dan lagi, ketika membeli madu komersial untuk pasien diabetes, pastikan bahwa madu tersebut adalah madu murni dan tidak tercemar oleh glukosa, pati, gula tebu, dan bahkan malt, yang harus dihindari dalam diet diabetes.

 

Pendapat Dokter tentang Madu untuk Diet Diabetes

Dokter kemungkinan besar akan mengatakan “jangan” jika Anda menanyakan tentang penggunaan madu dalam diet diabetes. Hal ini tidak mengherankan karena ide makan madu untuk mengatur glukosa darah tampaknya agak kontra intuitif. Tapi dokter mungkin tidak memberitahu Anda bahwa studi klinis telah menunjukkan bahwa madu murni merupakan pilihan yang lebih sehat dalam diet diabetes dari pada gula meja dan pemanis non-nutrisi lain seperti Splenda, sakarin, aspartame. Madu membutuhkan tingkat insulin yang lebih rendah dibandingkan dengan gula putih biasa dan tidak meningkatkan kadar gula darah secepat gula meja karena memiliki Glycemic Index lebih rendah daripada gula.

Meskipun madu mengandung kadar gula yang besar, tapi gula tersebut terbagi menjadi dua unit sederhana, glukosa dan fruktosa, yang diserap pada tingkat yang berbeda ke dalam tubuh. Bahkan, Dr Ron Fessenden mengungkapkan dalam bukunya The Honey Revolution bahwa “semakin seseorang intoleran terhadap gula, semakin rendah respon gula darah setelah konsumsi madu versus semakin tinggi respon gula darah setelah mengkonsumsi sukrosa atau glukosa”. Buku ini lebih lanjut menjelaskan mengapa madu mampu melakukan peran regulasi yang luar biasa ini. Rasio 1:1 fruktosa dan glukosa yang ditemukan dalam madu memfasilitasi asupan glukosa ke hati, yang mencegah kelebihan glukosa memasuki sirkulasi darah. Dan madu alam adalah satu-satunya gula yang memiliki kemampuan khusus ini.

Selanjutnya, penggunaan fruktosa monosakarida sering dianjurkan untuk mempermanis diet penderita diabetes karena GI-nya secara signifikan lebih rendah. Masalahnya adalah, fruktosa diserap berbeda dari gula-gula lainnya. Fruktosa tidak dimanfaatkan untuk energi seperti glukosa, tetapi disimpan dalam hati sebagai trigliserida. Hal ini memberikan beban metabolisme yang besar pada hati dan akhirnya dapat menyebabkan masalah kesehatan utama yang berhubungan dengan obesitas dan gangguan kesehatan lebih lanjut bagi penderita diabetes. Sayangnya, dalam upaya mereka untuk menghindari gula dalam makanan, banyak penderita diabetes kehilangan fokusnya dalam merencanakan diet mereka dengan menyertakan “gula buah fruktosa”, “kue ulang tahun khusus diabetes”, “es krim NutraSweet”, “permen bebas gula”, dll, yang semuanya mengandung sirup jagung atau pemanis buatan yang bahkan lebih berbahaya daripada gula biasa bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

 

Sumber: www.benefits-of-honey.com

read more
DiabetesInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Diabetes Gestasional

diabetes gestasional

Diabetes gestasional adalah suatu kondisi yang ditandai dengan tingkat gula darah (glukosa) yang tinggi, dan terjadi selama kehamilan. Kondisi ini terjadi pada sekitar 4% dari seluruh kehamilan (Penjelasan lebih rinci mengenai jenis-jenis diabetes bisa dibaca di sini).

 

Apa Penyebab Diabetes Gestasional pada Kehamilan?

Hampir semua wanita mengalami beberapa tingkat intoleransi glukosa yang terganggu sebagai akibat dari perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan. Itu berarti bahwa gula darah wanita hamil mungkin lebih tinggi dari normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk menyebabkan diabetes. Selama akhir periode kehamilan (trimester ketiga), perubahan hormonal membuat wanita hamil berisiko mengidap diabetes gestasional.

Selama kehamilan, peningkatan kadar hormon tertentu yang dibuat dalam plasenta (organ yang menghubungkan bayi dengan tali pusat ke rahim) membantu mentransfer nutrisi dari ibu kepada janin yang sedang berkembang. Hormon lainnya juga dihasilkan oleh plasenta untuk membantu mencegah ibu mengalami gula darah rendah. Caranya adalah dengan menolak segala tindakan insulin.

Selama kehamilan, hormon ini menyebabkan intoleransi glukosa progresif yang terganggu (kadar gula darah tinggi). Untuk menurunkan kadar gula darah, tubuh menghasilkan lebih banyak insulin untuk memberikan glukosa ke dalam sel yang akan diolah menjadi energi.

Biasanya, pankreas ibu mampu memproduksi lebih banyak insulin (sekitar tiga kali jumlah normal) untuk mengatasi efek hormon kehamilan pada kadar gula darah. Namun, jika pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin, kadar gula darah akan naik, sehingga menyebabkan diabetes gestasional.

 

Komplikasi Diabetes Gestasional

Diabetes dapat mempengaruhi perkembangan janin selama kehamilan. Pada awal kehamilan, diabetes pada ibu dapat menyebabkan cacat lahir dan peningkatan laju keguguran. Banyak cacat lahir yang terjadi mempengaruhi organ-organ utama bayi seperti otak dan jantung.

Selama trimester kedua dan ketiga, diabetes ibu dapat menyebabkan kelebihan nutrisi dan pertumbuhan berlebih pada bayi. Bayi yang besar meningkatkan risiko selama persalinan. Misalnya, bayi besar sering membutuhkan operasi caesar, dan jika dilahirkan melalui vagina akan menyebabkan peningkatan risiko komplikasi, misalnya trauma pada bayi.

Selain itu, ketika gula darah yang tinggi dari ibu menyebabkan kadar insulin tinggi (hiperinsulinemia) pada bayi, gula darah bayi bisa drop sangat rendah setelah lahir, karena bati tidak akan menerima gula darah tinggi.

Namun, dengan perawatan yang tepat, Anda dapat melahirkan bayi yang sehat, walaupun mengidap diabetes.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
1 2
Page 1 of 2