close
BisnisStrategi BisnisTips

5 Cara Membuat Brand yang Menarik dan Mudah Diingat

membuat brand

Jika Anda ingin perusahaan bisa bersaing di dunia digital yang ketat persaingannya, brand Anda harus dibuat seluar biasa mungkin. Untuk meningkatkan brand awareness dari pelanggan atau calon pelanggan, Anda harus tahu cara membuat brand yang menarik dan mudah diingat. Berikut ini adalah tips dan langkah yang bisa Anda jelaskan.

1. Mulailah dengan rasa humor

Jangan takut untuk menggunakan humor dalam mempromosikan brand Anda. Bersenang-senanglah dengan fans Anda, misalnya dengan menceritakan kisah lucu. Anda juga bisa membuat iklan yang lucu, seperti Super Bowl. Anda bisa menggunakan guyonan, tapi ingat, sesuaikan guyonan dengan standar brand Anda.

2. Gunakan bahasa sehari-hari

Tidak ada yang bisa membunuh minat pelanggan pada brand Anda lebih cepat daripada jargon atau rincian yang terlalu rumit. Konsumen tidak ingin mendengarkan gaya bicara bisnis dan bahasa yang spesifik tentang industri. Kata-kata seperti ‘nilai tambah’, ‘praktek terbaik’ dan ‘sinergis’ akan mengganggu konsumen dan membuat mereka menjauh. Berbicaralah dengan pelanggan Anda seperti ketika Anda berbicara dengan teman.

3. Gabungkan pengalaman offline dengan pengalaman online

Membaurkan pengalaman offline dan online adalah cara terbaik untuk mengembangkan bisnis. Anda harus bisa membuat rencana strategi menciptakan sebuah pengalaman offline yang mencerminkan pengalaman online bisnis Anda.

Misalnya, jika Anda mempunyai café, Anda bisa mengintegrasikannya dengan media sosial. Misalnya, Anda meminta pelanggan untuk berfoto dan mengupload di media sosial mereka seperti Pinterest atau Instagram. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan hastag atau keyword populer mengenai barang-barang yang banyak dicari di sosial media untuk kemudian menjualnya di toko fisik Anda.

4. Jangan takut melakukan kesalahan

Jika startup Anda membuat kesalahan, cobalah ntuk memperbaiki. Dan bersikaplah transparan terhadap pelanggan mengenai perbaikan yang Anda lakukan. Misalnya, pada tahun 1985, Coca Cola mengubuh formula dasar produknya tanpa melakukan riset pasar terlebih dahulu. Coca-Cola menerima lebih dari 40.000 surat pengaduan dan banyak bahasan negatif di media. Perusahaan menanggapi dengan kembali ke rasa asli, yang bernama Coca-Cola Classic. Setelah itu, penjualan pun kembali melonjak.

5. Buatlah brand yang sifatnya personal

Siapa yang menulis blog, memposting di Facebook, atau mengambil foto Instagram atau Pinterest Anda? Teknologi telah membuat proses belanja lebih nyaman, tetapi mengotomatisasi proses juga dapat membuatnya terasa tidak manusiawi. Dengan menyuruh orang-orang, seperti karyawan Anda, untuk mengerjakan semuanya, semuanya bisa lebih personal, apalagi jika Anda melibatkan pelanggan di dalamnya. Pastikan informasi pribadi Anda dan perusahaan bisa mudah diakses sehingga tercipta hubungan yang lebih personal antara Anda, produk Anda, dan pelanggan.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

Tags : bisnisbrandingstrategi bisnis