masalah seksual – Catatan Mini https://catatanmini.com Informasi dan Pengetahuan Umum Thu, 15 Feb 2018 06:26:01 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.26 Apakah Bersepeda Bisa Menyebabkan Disfungsi Ereksi? https://catatanmini.com/apakah-bersepeda-bisa-menyebabkan-disfungsi-ereksi/ Wed, 18 Nov 2015 02:46:59 +0000 http://nusehat.com/?p=979 Bersepeda merupakan salah satu bentuk olahraga kebugaran yang bisa membakar kalori sekaligus memperkuat otot-otot kaki. Ada yang bersepeda untuk olahraga, tapi sebagian lain hanya untuk bersenang-senang. Di Indonesia, kebiasaan ini mulai banyak disukai, khususnya di kota-kota besar.

Pria yang bersepeda bisa mengalami masalah ereksi sebagai sebagai konsekuensi dari terlalu lama duduk di sadel sepeda. Hubungan antara bersepeda dan masalah ereksi sebenarnya bukan hal baru. Bahkan, dokter Yunani Hippocrates telah mengidentifikasi adanya masalah seksual pada pri penunggang kuda.

 

Bagaimana Bersepeda Bisa Mempengaruhi Ereksi?

Ketika Anda duduk di sepeda untuk jangka waktu yang lama, sadel sepeda akan memberikan tekanan pada perineum Anda, daerah yang membentang antara anus dan penis. Perineum ini berisi arteri dan saraf yang memasok darah yang kaya oksigen dan sensasi untuk penis Anda.

Proses ereksi pada pria terjadi ketika impuls saraf dari otak mengirim pesan gairah ke penis. Sinyal saraf ini memungkinkan pembuluh darah untuk bersantai, meningkatkan aliran darah melalui arteri ke penis. Jika terjadi masalah pada saraf, pembuluh darah, atau keduanya, ereksi bisa saja tidak bisa terjadi, yang kemudian sering disebut dengan istilah disfungsi ereksi.

Selama beberapa dekade terakhir, para peneliti telah menemukan bahwa beberapa pengendara sepeda laki-laki mengalami kerusakan pada saraf pudenda, saraf utama di perineum, dan arteri pudenda, yang mengirimkan darah ke penis.

Beberapa pria yang menghabiskan beberapa jam berkendara dilaporkan mengalami mati rasa dan kesulitan mencapai ereksi. Para ahli percaya bahwa disfungsi ereksi ini bermula ketika ketika arteri dan saraf terjebak antara jok sepeda yang sempit dengan tulang kemaluan pengendara.

 

Cara Mengurangi Risiko Disfungsi Ereksi Bagi Pengendara Sepeda

Dengan beberapa modifikasi, Anda masih bisa naik sepeda untuk olahraga dan kesenangan tanpa mengorbankan kehidupan cinta Anda. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko disfungsi ereksi saat Anda naik sepeda:

1. Pilih kursi yang luas

Beralihlah dari kursi sepeda yang sempit ke kursi yang lebih luas, dengan padding tambahan yang mendukung daerah perineum Anda. Juga, pilih sadel tanpa hidung (biasanya bentuknya lebih kea rah persegi) untuk mengurangi tekanan.

2. Turunkan setang

Bersandar ke depan akan mengangkat bagian belakang Anda dari kursi dan mengurangi tekanan pada perineum Anda.

3. Pakai celana pendek berbantalan khusus sepeda

Celana pendek berbantalan ini memberikan lapisan tambahan untuk perlindungan daerah intim Anda.

4. Mengurangi intensitas latihan Anda

Anda bisa mengurangi intensitas latihan Anda sehingga tekanan pada daerah saraf bisa dikurangi.

5. Istirahat teratur selama berkendara

Setiap berapa jam sekali, usahakan untuk beristirahat dan turun dari sepeda Anda. Anda bisa berjalan-jalan atau berdiri pada pedal secara berkala.

6. Gabungkan dengan olahraga lainnya

Alih-alih bersepeda secara eksklusif, Anda bisa menggabungkan bersepeda dengan jogging, berenang, dan bentuk-bentuk latihan aerobic lainnya.

7. Hentikan bersepeda jika terasa sakit

Jika Anda merasakan sakit atau mati rasa di daerah antara rektum dan skrotum, itu artinya Anda harus berhenti bersepeda untuk sementara waktu. Anda bisa mengunjungi dokter jika khawatir itu bisa mengakibatkan masalah yang serius.

 

Sumber: www.healthline.com

]]>
Apakah Merokok Bisa Menyebabkan Impotensi? https://catatanmini.com/apakah-merokok-bisa-menyebabkan-impotensi/ Thu, 12 Nov 2015 13:16:46 +0000 http://nusehat.com/?p=967 Impotensi, atau disfungsi ereksi, dapat disebabkan oleh berbagai faktor fisik dan psikologis. Diantaranya adalah merokok. Hal ini tidaklah mengejutkan mengingat bahwa merokok bisa merusak pembuluh darah Anda, dan impotensi disebabkan oleh sedikitnya pasokan darah arteri ke penis. Kabar baiknya, jika Anda berhenti merokok, kesehatan pembuluh darah Anda bisa meningkat, yang artinya kesehatan dan performa seksual Anda juga akan membaik. Jadi, berhentilah merokok, dan masalah seksual satu ini bisa disembuhkan.

 

Dampak Merokok Terhadap Pembuluh Darah

Anda mungkin sering mendengar mengenai risiko kesehatan yang ditimbulkan dari merokok. Hal itu karena merokok dapat merusak hampir setiap bagian dari tubuh Anda. Bahan kimia dalam asap rokok melukai lapisan pembuluh darah dan mempengaruhi cara kerjanya. Bahan kimia rokok juga bisa membahayakan jantung, otak, ginjal, dan berbagai jaringan lain di seluruh tubuh Anda.

Berkaitan dengan pengaruh rokok terhadap kesehatan ereksi, itu adalah karena efek bahan kimia rokok pada pembuluh darah di penis. Ereksi bisa terjadi ketika arteri di penis mengembang dan mengisi darah setelah menerima sinyal dari saraf di penis. Saraf-saraf merespon sinyal gairah seksual dari otak Bahkan jika sistem saraf beroperasi pada kekuatan penuh, ereksi bisa saja tidak terjadi secara fisik apabila pembuluh darah tidak sehat akibat merokok.

 

Fakta tentang Impotensi

Walaupun impotensi normal terjadi pada usia senja, impotensi juga bisa menyerang pada usia muda. Sebuah studi tahun 2005 yang dilakukan oleh American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa jumlah impotensi pada pria perokok lebih besar daripada pada pria yang tidak merokok. Dan pada penderita impotensi yang masih berusia muda, rata-rata penyebabnya adalah merokok.

Jika Anda seorang perokok berat, penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan terkena impotensi akan semakin tinggi. Namun, jika Anda berhenti merokok gejala impotensi bisa perlahan disembuhkan. Jadi, Anda harus tahu bahwa usia Anda, tingkat keparahan impotensi, Anda sebelum berhenti merokok, dan masalah kesehatan utama lainnya dapat mengurangi sejauh mana fungsi ereksi Anda bisa kembali.

Impotensi memang merupakan hal yang canggung untuk dibicarakan bersama pasangan atau penyedia layanan kesehatan. Namun, semakin cepat Anda menangani masalah ini, semakin cepat Anda akan menemukan solusi. Ada baiknya Anda membuat janji temu dengan urolog atau spesialis kesehatan pria. Impotensi adalah masalah kesehatan yang sangat umum, sehingga Anda tidak perlu merasa malu. Namun, Anda harus maklum bahwa salah satu hal yang harus Anda lakukan segera adalah berhenti merokok.

 

Sumber: www.healthline.com

]]>
9 Tanda Testosteron Rendah yang Wajib Diwaspadai Pria https://catatanmini.com/9-tanda-testosteron-rendah-yang-wajib-diwaspadai-pria/ Tue, 27 Oct 2015 12:55:12 +0000 http://nusehat.com/?p=929 Testosteron adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh manusia, yang utamanya diproduksi di testis pria. Testosteron merangsang produksi sperma dan dorongan seksual pria, serta membantu membangun otot dan massa tulang.

Produksi testosteron biasanya menurun seiring bertambahnya usia pada pria. Tes darah digunakan untuk menentukan level testosteron pada tubuh Anda. Ketika jumlah testosteron lebih rendah daripada seharusnya, pria bisa mengalami berbagai gejala, terutama jika penurunan testosteron terjadi secara drastis. Berikut ini adalah beberapa gejala testosteron rendah yang wajib Anda waspadai.

1. Penurunan gairah seks

Testosteron memainkan peran kunci dalam libido (gairah seks) baik pada pria maupun wanita. Pria mungkin mengalami penurunan gairah seks ketika mereka bertambah usia. Namun, pria yang memiliki testosteron rendah akan mengalami penurunan gairah seks yang drastis. Testosteron rendah juga dapat menurunkan gairah seks pada wanita, bersama dengan faktor-faktor lain, seperti perubahan hormonal dan suasana hati lainnya.

2. Kesulitan mencapai ereksi

Testosteron merangsang gairah seks pria dan juga membantu pria dalam mencapai ereksi. Testosteron itu sendiri tidak menyebabkan ereksi, tetapi merangsang reseptor di otak untuk menghasilkan oksida nitrat, yaitu molekul yang membantu memicu ereksi. Ketika kadar testosteron terlalu rendah, seorang pria mungkin mengalami kesulitan mencapai ereksi sebelum seks atau mengalami ereksi spontan (misalnya, saat tidur). Masalah kesehatan lainnya dapat mempengaruhi fungsi ereksi, sehingga sangat penting untuk memeriksa apakah hal ini disebabkan oleh kadar testosteron yang rendah.

3. Penurunan volum air mani

Testosteron berperan dalam produksi air mani, yang merupakan cairan seperti susu yang membantu dalam motilitas sperma. Semakin banyak testosteron yang dimiliki oleh seorang pria, semakin banyak air mani yang dihasilkan. Pria dengan testosteron rendah akan mengalami penurunan volume sperma mereka saat ejakulasi.

4. Kerontokan rambut

Testosteron berperan dalam beberapa fungsi tubuh, termasuk produksi rambut. Kebotakan adalah bagian alami dari penuaan bagi banyak orang. Namun, pria dengan testosteron rendah akan mengalami kerontokan rambut di tubuh dan wajah.

5. Kelelahan dan kekurangan energi

Pria dengan testosteron rendah biasanya mengalami kelelahan ekstrim dan penurunan tingkat energi yang signifikan. Meskipun telah tidur cukup, pria dengan testosteron rendah merasa lelah sepanjang waktu. Biasanya mereka juga tidak memiliki motivasi untuk melakukan olahraga.

6. Kehilangan massa otot

Karena testosteron berperan dalam pembangunan dan penguatan otot, pria dengan testosteron rendah mengalami penurunan massa dan kekuatan otot. Bahkan ketika mereka mencoba melakukan latihan beban, masih akan sulit untuk membangun atau membangun kembali otot mereka.

7. Peningkatan lemak tubuh

Pria dengan testosteron rendah juga mengalami peningkatan lemak tubuh. Di beberapa kondisi mereka juga mengalami ‘gynecomastia’, yaitu pembesaran payudara.

8. Penurunan massa tulang

Penipisan massa tulang (osteoporosis) sering dianggap sebagai kondisi yang dialami perempuan. Namun, pria dengan testosteron rendah juga dapat mengalami pengeroposan tulang karena testosteron juga membantu dalam produksi dan penguatan tulang. Pria dengan testosteron rendah—terutama manula yang telah mengalami penurunan testosteron bertahun-tahun—rentan terhadap patah tulang.

9. Perubahan mood

Wanita sering mengalami perubahan mood selama menopause, ketika tingkat estrogennya menurun. Pria dengan testosteron rendah bisa mengalami gejala yang sama. Testosteron juga berpengaruh terhadap suasana hati dan kapasitas mental. Penelitian menunjukkan bahwa pria dengan testosteron rendah lebih mungkin mengalami depresi, mudah tersinggung, atau kurang fokus.

 

Sumber: www.healthline.com

]]>
Diabetes dan Masalah Seksual Pada Wanita https://catatanmini.com/diabetes-dan-masalah-seksual-pada-wanita/ Fri, 16 Oct 2015 08:02:36 +0000 http://nusehat.com/?p=897 Ketika membicarakan mengenai diabetes dan dampaknya, pria bukanlah satu-satunya yang mengalami masalah seksual akibat penyakit ini. Ketika mendengar mengenai hubungan antara diabetes dan disfungsi seksual, kebanyakan orang langsung berpikir bahwa ini adalah masalah yang dialami pria. Nyatanya, wanita penderita diabetes juga dapat memiliki masalah seksual yang berhubungan dengan kadar gula darah mereka.

Ketika gula darah tidak terkontrol dengan baik, kehidupan seks wanita akan menjadi korbannya. Sebenarnya bukan diabetes itu sendiri yang menghancurkan kehidupan intim Anda. Yang harus diperhatikan adalah komplikasi kadar gula darah yang tidak terkontrol yang menyebabkan masalah bagi pria dan wanita. Perbedaannya adalah banyak wanita yang tidak menyadari hal ini jika dibandingkan dengan pria.

Sebenarnya, ketika membicarakan masalah intim, wanita kini telah semakin maju. Namun, ketika berhubungan dengan diabetes, kebanyakan masih enggan untuk berbicara dengan dokter mereka. Wanita tidak membicarakan hal ini dengan dokter, begitu juga dokter tidak membicarakan hal ini dengan para wanita tersebut. Akibatnya masalah ini tidak terendus dan akhirnya menjadi tak terdiagnosis dan tak terobati.

 

Glukosa vs Keintiman

Meskipun wanita penderita diabetes mungkin lambat mengakui ada masalah di ranjang, komunitas medis bahkan lebih lambat lagi untuk mempelajari masalah ini. Masalah ini baru terbahas pada sebuah studi tahun 1971, yang menunjukkan bahwa 35% dari wanita penderita diabetes dilaporkan tidak mampu mengalami orgasme selama hubungan seksual, dibandingkan dengan hanya 6% wanita yang bukan penderita.

Salah satu alasan wanita dengan diabetes mungkin memiliki kesulitan mencapai orgasme adalah bahwa gula darah tinggi dapat mempengaruhi pelumasan vagina. Masalah pelumasan ini tidak hanya mempengaruhi sensasi, tapi juga membuat wanita merasa tidak nyaman bahkan sakit ketika berhubungan seks.

Studi tahun 1968 hampir setengah wanita yang berpartisipasi memiliki masalah seksual. Dari jumlah tersebut, 32% mengatakan mereka memiliki masalah dengan pelumasan. Delapan puluh sembilan persen mengatakan masalah mulai setelah diagnosis diabetes mereka.

Wanita harus diedukasi bahwa gula darah yang terkontrol akan menghasilka lubrikasi yang lebih baik, sehingga wanita akan mengalami kehidupan seks yang lebih baik lagi.

 

Sumber: www.webmd.com

]]>