kanker – Catatan Mini https://catatanmini.com Informasi dan Pengetahuan Umum Thu, 15 Feb 2018 06:26:01 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.26 Kanker Paru-Paru: Seperti Apa Gejalanya? https://catatanmini.com/kanker-paru-paru-seperti-apa-gejalanya/ Mon, 15 Jun 2015 09:45:51 +0000 http://nusehat.com/?p=665 Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dan paling serius. Di Inggris, misalnya, pasien yang didiagnosis menderita kanker paru-paru mencapai 41,000 setiap tahunnya.

 

Jenis kanker paru-paru

Kanker yang dimulai di paru-paru disebut kanker paru primer. Kanker yang dimulai di bagian lain dari tubuh dan menyebar ke paru-paru yang dikenal sebagai kanker paru-paru sekunder. Artikel kali ini akan membahas tentang kanker paru-paru primer.

Kanker paru-paru primer dibagi menjadi dua:

– kanker paru non sel kecil: jenis kanker paru-paru ini adalah yang paling umum dan ditemukan di lebih dari 80% kasus, dapat berupa karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma atau karsinoma sel-besar.
– kanker paru-paru sel kecil: jenis kanker paru-paru ini memang kurang umum dan biasanya menyebar lebih cepat dari kanker paru-paru non sel kecil.

Dokter akan merekomendasikan perawatan sesuai dengan jenis kanker yang diderita oleh pasien.

 

Siapa yang Mungkin Terkena Kanker Paru-Paru?

Kanker ini biasanya diderita oleh orang tua dan jarang terjadi di usia di bawah 40 tahun. Kanker paru-paru yang paling sering didiagnosis pada orang yang berusia 70-74 tahun.
Merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru karena saat merokok, kita menghirup sejumlah zat beracun. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan orang-orang yang tidak pernah merokok juga terkena kanker ini.

 

Gejala dan Tanda Kanker Paru-Paru

Biasanya tidak ada tanda-tanda atau gejala pada tahap awal kanker paru-paru. Namun, gejala-gejala ini akan berkembang seiring dengan perkembangan penyakit. Gejala utama dari kanker paru-paru meliputi:

– batuk yang tidak hilang setelah dua atau tiga minggu
– batuk lama yang semakin memburuk
– infeksi dada yang persisten
– batuk darah
– rasa sakit atau nyeri saat bernapas atau batuk
– sesak napas yang persisten
– kelelahan atau kekurangan energi yang persisten
– kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Gejala yang kurang umum dari kanker paru-paru termasuk:

– perubahan dari tampilan jari-jari Anda (seperti lebih melengkung atau lebih besar pada bagian ujung)
– suhu tubuh tinggi (demam) mencapai 38°C atau lebih
– kesulitan menelan atau sakit saat menelan
– mengi
– suara serak
– pembengkakan wajah atau leher
– nyeri dada atau bahu yang persisten

Jika Anda mengalami satu atau beberapa tanda di atas dan Anda merasa tak nyaman, lebih baik Anda segera menghubungi dokter Anda agar segera bisa dilakukan penanganan sedini mungkin.

 

Sumber: www.nhs.uk

]]>
Pengobatan Kanker Pankreas berdasarkan Stadium https://catatanmini.com/pengobatan-kanker-pankreas-berdasarkan-stadium/ Wed, 04 Mar 2015 13:42:24 +0000 http://nusehat.com/?p=481 Pengobatan terbaik untuk kanker pankreas tergantung pada seberapa jauh kanker tersebut telah menyebar, atau berdasarkan stadium kanker tersebut. Stadium kanker pankreas sebenarnya mudah dimengerti. Yang sulit adalah untuk mengetahui stadium kanker pankreas tanpa menggunakan operasi besar. Dalam prakteknya, dokter memilih pengobatan kanker pankreas berdasarkan studi pencitraan, temuan bedah, dan keadaan kesehatan individu.

 

Stadium Kanker Pankreas

Stadium adalah istilah yang digunakan dalam pengobatan kanker untuk menggambarkan seberapa luasnya penyebaran kanker. Stadium kanker pankreas digunakan untuk memandu pengobatan dan mengklasifikasikan pasien untuk uji klinis. Stadium kanker pankreas adalah sebagai berikut:

1. Stadium 0: Tidak ada penyebaran

Kanker pankreas terbatas pada satu lapisan sel-sel di pankreas. Kanker pankreas tidak terlihat pada tes pencitraan atau bahkan dengan mata telanjang.

2. Stadium 1: Pertumbuhan lokal

Kanker pankreas terbatas pada pankreas, tetapi telah berkembang menjadi kurang dari 2 cm (stadium IA) atau lebih besar dari 2 cm (stadium IB).

3. Stadium II: Penyebaran lokal

Kanker pankreas telah tumbuh di luar pankreas, atau telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.

4. Stadium III: Penyebaran yang lebih luas

Tumor telah meluas ke dekat pembuluh darah besar atau saraf namun belum menyebar.

5. Stadium IV: Terjadi penyebaran

Kanker pankreas telah menyebar ke organ jauh.

 

Kanker Pankreas: Bisa Dioperasi Atau Tidak?

Menentukan stadium kanker pankreas seringkali sulit. Tes pencitraan seperti CT scan dan ultrasound memberikan beberapa informasi, tapi untuk mengetahui persis seberapa jauh kanker pankreas telah menyebar biasanya membutuhkan pembedahan.

Karena operasi memiliki risiko, dokter pertama-tama akan menentukan apakah kanker pankreas tampaknya bisa dihilangkan dengan operasi. Kanker pankreas kemudian digambarkan sebagai berikut:

1. Bisa dioperasi

Pada tes pencitraan, kanker pankreas belum menyebar (atau setidaknya tidak menyebar jauh), dan ahli bedah merasa semua sel kanker tersebut mungkin bisa dihilangkan. Sekitar 10% dari kanker pankreas dianggap bisa dioperasi ketika pertama kali didiagnosis.

2. Meluas secara lokal (tidak bisa dioperasi)

Kanker pankreas telah berkembang ke pembuluh darah besar pada tes pencitraan, sehingga tumor tidak aman dapat dihilangkan dengan pembedahan.

3. Metastasis

Kanker pankreas telah jelas menyebar ke organ lain, sehingga operasi tidak dapat mengangkat kanker.

Jika kanker pankreas bisa dioperasi, operasi yang diikuti dengan kemoterapi atau radiasi atau keduanya akan dapat memperpanjang kelangsungan hidup.

 

Sumber: www.webmd.com

]]>
Penyebab Kanker Pankreas dan Faktor Risikonya https://catatanmini.com/penyebab-kanker-pankreas-dan-faktor-risikonya/ Mon, 02 Mar 2015 15:40:40 +0000 http://nusehat.com/?p=475 Setelah dibahas mengenai kanker pankreas dan gejala-gejalanya, kini akan dibahas penyebab dan faktor risiko dari kanker pankreas.

 

Penyebab Kanker Pankreas

Pankreas memiliki panjang sekitar 6 inci (sekitar 15 cm) dan terlihat seperti ada buah pir yang terletak di sisinya. Pankreas mengeluarkan hormon, termasuk insulin, untuk membantu tubuh memproses gula dalam makanan yang Anda makan. Pankreas juga menghasilkan cairan pencernaan untuk membantu tubuh Anda mencerna makanan.

Mengenai kanker pankreas itu sendiri, sebenarnya, tidak jelas apa yang menyebabkan kanker pankreas.

Kanker pankreas terjadi ketika sel-sel dalam pankreas melakukan mutasi pada DNA mereka. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh tak terkendali dan terus hidup setelah sel normal mati. Sel-sel ini jika terakumulasi akan membentuk tumor.

Sebagian besar kanker pankreas bermula pada sel-sel yang melapisi saluran pankreas. Kanker ini disebut kanker adenokarsinoma pancreas atau eksokrin pancreas.

Jarang, kanker juga dapat terbentuk dalam sel penghasil hormon pankreas. Kanker jenis ini disebut kanker sel islet atau kanker endokrin pankreas.

 

Faktor Risiko Kanker Pankreas

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker pankreas antara lain:

– Ras Afrika-Amerika

– Kelebihan berat badan

– Peradangan kronis pada pankreas (pankreatitis)

– Kencing manis

– Riwayat keluarga sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk mutasi gen BRCA2, sindrom Lynch, dan familial atypical mole-malignant melanoma (FAMMM)

– Riwayat pribadi atau keluarga dengan kanker pankreas

– Merokok

 

Sumber: www.mayoclinic.org

]]>
Kanker Pankreas dan Gejala-Gejalanya https://catatanmini.com/kanker-pankreas-dan-gejala-gejalanya/ Sun, 01 Mar 2015 12:05:29 +0000 http://nusehat.com/?p=470 Apa Itu Kanker Pankreas?

Kanker pankreas dimulai di jaringan pancreas, yaitu sebuah organ di perut Anda yang terletak horizontal di belakang perut bawah. Pankreas mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan dan hormon yang membantu mengatur metabolisme gula.

Kanker pankreas sering memiliki prognosis yang buruk, bahkan ketika didiagnosis lebih awal. Kanker pankreas biasanya menyebar dengan cepat dan jarang terdeteksi pada tahap awal, yang merupakan alasan utama mengapa penyakit ini menjadi penyebab utama kematian karena kanker. Tanda dan gejala mungkin tidak muncul sampai kanker pankreas sudah pada stadium lanjut dan operasi pengangkatan lengkap tidak mungkin dilakukan.

 

Gejala Kanker Pankreas

Tanda dan gejala kanker pankreas sering tidak terjadi sampai penyakit ini sudah pada stadium lanjut. Tanda-tanda dan gejala yang mungkin muncul termasuk:

– Nyeri perut bagian atas yang dapat menyebar ke punggung
– Menguningnya kulit dan bagian putih mata Anda (sakit kuning)
– Kehilangan nafsu makan
– Penurunan berat badan
– Depresi
– Gumpalan darah

 

Kapan Harus Menemui Dokter?

Temui dokter Anda jika Anda mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, sakit perut, sakit kuning atau tanda-tanda dan gejala yang mengganggu lainnya. Banyak penyakit dan kondisi selain kanker dapat menyebabkan tanda-tanda dan gejala yang sama, sehingga dokter dapat memeriksa apakah kondisi tersebut kanker pancreas atau bukan.

 

Sumber: www.mayoclinic.org

]]>
Pengenalan Kanker Tulang https://catatanmini.com/pengenalan-kanker-tulang/ Wed, 25 Feb 2015 09:06:55 +0000 http://nusehat.com/?p=458 Apa Itu Kanker Tulang?

Kanker tulang primer merupakan tumor yang bermula di dalam tulang. Kanker yang menyebar dari bagian lain dari tubuh ke dalam tulang sekitarnya dikenal sebagai kanker tulang sekunder.

Gejala yang paling umum dari kanker tulang adalah nyeri tulang yang biasanya semakin memburuk dari waktu ke waktu dan bisa terasa lebih menyakitkan pada malam hari.

Jika Anda atau anak Anda mengalami nyeri tulang yang terus-menerus dan berlangsung selama lebih dari tiga hari, segera kunjungi dokter. Walaupun belum tentu nyeri tulang tersebut disebabkan oleh kanker tulang, akan tetapi kondisi ini jelas membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.

 

Jenis Kanker Tulang

Semua jenis kanker tulang merupakan kanker yang sangat langka. Empat jenis yang paling umum (meskipun masih sangat jarang ditemukan secara umum) dijelaskan di bawah ini.

1. Osteosarcoma

Osteosarcoma adalah jenis yang paling umum dari kanker tulang. Kebanyakan kasus berkembang pada remaja dan dewasa, tetapi Anda bisa terserang kanker ini pada usia berapa pun. Osteosarcoma biasanya berkembang dalam tulang yang lebih besar seperti tulang paha (femur) atau tulang kering (tibia).

2. Ewing’s Sarcoma

Ewing’s Sarcoma paling sering terjadi pada remaja, meskipun juga dapat berkembang pada orang dewasa. Ewing’s Sarcoma biasanya berkembang di tulang panggul dan tulang paha.

3. Chondrosarcoma

Jenis kanker tulang ini biasanya berkembang pada orang dewasa berusia antara 30 dan 60 tahun. Kanker ini biasanya menyerang tulang panggul, tulang paha, tulang lengan atas, tulang belikat (skapula) dan tulang rusuk.

4. Spindle cell sarcoma

Spindle cell sarcoma sangat mirip dengan osteosarcoma dalam hal gejala dan perawatannya. Biasanya kanker ini menyerang orang yang berusia 40 tahun atau lebih.

 

Sumber: www.nhs.uk

]]>
Apa Saja Gejala Kanker Getah Bening? https://catatanmini.com/apa-saja-gejala-kanker-getah-bening/ Thu, 12 Feb 2015 03:59:45 +0000 http://nusehat.com/?p=427 Seperti telah kita ketahui pada artikel sebelumnya, kanker getah bening (limfoma) adalah kanker dari sistem getah bening (atau sistem limfatik). Berikut ini akan dijabarkan mengenai ciri dan gejala kanker getah bening.

 

Tanda dan Gejala Kanker Getah Bening

Ada beberapa gejala yang berbeda dari kanker getah bening, dan bisa saja gejala tersebut juga merupakan gejala dari penyakit atau kondisi lain dari tubuh. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk menjelaskan setiap gejala yang muncul kepada dokter Anda.

Gejala yang paling umum dari kanker getah bening adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Hal ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, beberapa pasien kadang-kadang juga mengeluhkan rasa sakit, dan bagi sebagian orang, rasa sakit itu muncul ketika mereka meminum alkohol.

Hal ini tentu akan sangat mudah memperhatikan tanda ini karena kelenjar getah bening pada leher bisa membengkak selama infeksi seperti flu. Namun, pada gejala non-kanker, pembengkakan tersebut nantinya akan mereda.

Kelenjar getah bening, sebagai bagian sistem kekebalan dari sistem limfatik, bisa ditemukan di seluruh tubuh, namun pembengkakan akibat limfoma biasanya sering dijumpai pada beberapa bagian tertentu, seperti leher, ketiak, dan pangkal paha.

 

Gejala Limfoma Lain yang Mungkin Muncul

Gejala lain yang bisa dialami oleh orang-orang yang terkena kanker getah bening, antara lain:

– Berkeringat parah, khususnya di malam hari, hingga seprai bisa menjadi sangat basah

– Demam/suhu tubuh tinggi yang muncul dan hilang

– Penurunan berat badan mendadak tanpa penjelasan yang jelas

– Gatal, yang mungkin akan memburuk setelah penderita meminum alkohol

– Sakit perut atau muntah setelah minum alcohol

– Kehilangan nafsu makan

– Kelelahan

 

Tes dan Diagnosa

Dokter mungkin akan menyelidiki adanya kanker getah bening ketika pasien mengalami tanda-tanda dan gejala-gejala yang disebutkan di atas. Mereka akan mengajukan pertanyaan, yang antara lain membahas sejarah kesehatan keluarga, faktor risiko yang mungkin memicu kanker getah bening, dan kondisi medis lainnya.

Tes Biopsi

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan bila diduga Anda menderita kanker getah bening, diagnosis dapat dikonfirmasi dengan tes biopsi, yang melibatkan pemeriksaan laboratorium dari jaringan getah bening di bawah mikroskop.

Bentuk yang paling umum dari prosedur biopsi adalah:

– Biopsi eksisi – ahli bedah memotong melalui kulit untuk menghilangkan kelenjar getah bening yang tersedia untuk analisis

– Biopsi insisi – ahli bedah menghapus hanya sebagian dari getah bening besar yang diduga tumor.

Jika diagnosis limfoma telah dikonfirmasi oleh biopsi, pengujian lebih lanjut dilakukan untuk menentukan stadium kanker, untuk melihat apakah kanker telah menyebar (metastasis) ke bagian lain dari tubuh.

Untuk menentukan stadium kanker bisa melalui salah satu dari pilihan berikut:

– Tes darah—termasuk hitung darah lengkap (CBC), jumlah darah putih, kadar protein, tes fungsi hati, tes fungsi ginjal, kadar asam urat, dan kadar laktat dehidrogenase (LDH)

– CT (computed tomography X-ray imaging) scan pada dada, perut, dan panggul, dan kadang-kadang menggunakan kontras, untuk memeriksa tumor

– MRI untuk melihat gambar jaringan dengan lebih rinci

– Scan ultrasound untuk tumor

– PET (positron emission tomography) scan, yaitu semacam pelacak radioaktif

– Biopsi sumsum tulang dalam beberapa kasus, untuk memeriksa sel-sel limfoma dalam sampel

– Spinal tap—jarung tipis panjang digunakan di bawah anestesi lokal untuk mengambil beberapa cairan tulang belakang, yang diuji untuk limfoma

 

Sumber: www.medicalnewstoday.com

]]>
Apa Itu Kanker Getah Bening? https://catatanmini.com/apa-itu-kanker-getah-bening/ Fri, 06 Feb 2015 16:17:11 +0000 http://nusehat.com/?p=421 Kanker getah bening—atau juga disebut limfoma—sering disebut sebagai kanker langka dan kecil. Sayangnya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Memang kejadiannya hanya sepertiga jika dibandingkan dengan kanker paru-paru atau payudara. Namun, saat ini kanker getah bening telah berkembang dengan sangat cepat diperkirakan menjadi kanker kedua atau ketiga terbesar pada tahun 2025. Penyebabnya antara lain polutan kimia dari formaldehida untuk benzena dan herbisida dan pestisida.

Dan kanker getah bening bukanlah kanker tunggal, melainkan merupakan sekelompok 30-40 kanker yang berbeda tetapi terkait. Kanker getah bening adalah kanker yang berkembang di dalam sistem limfatik, terjadi ketika beberapa sel kekebalan putih, yang disebut limfosit, menjadi abnormal dan ganas.

Kanker getah bening biasanya dibagi menjadi dua subkelompok:

– Limfoma Non-Hodgkin
– Limfoma Hodgkin

Pada tahun 2014 penelitian dari Weill Cornell tampaknya menawarkan harapan pengobatan baru. Para ilmuwan mempelajari diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL), subtipe yang paling umum dari limfoma non-Hodgkin, dan obatnya terbukti mampu sepenuhnya membasmi limfoma pada tikus hanya setelah lima dosis.

Ternyata, faktor transkripsi regulasi, Bcl6, mengendalikan DNA untuk memastikan bahwa limfoma berkembang secara agresif. Peneliti Weill Cornell mengembangkan inhibitor untuk menghentikan Bc16 ini.

 

Sistem Limfatik

Getah bening adalah cairan berwarna yang menggenangi sel-sel tubuh Anda, melewati dinding kapiler ke dalam sistem getah bening, kemudian setidaknya melalui satu kelenjar getah bening sebelum menuju ke dalam aliran darah. Jumlah getah bening dua kali jumlah darah dalam tubuh Anda dan getah bening berfungsi untuk mengambil beberapa nutrisi ke sel-sel Anda saat mengambil racun dan bakteri dari sel-sel Anda. Getah bening juga membawa trigliserida dari lemak untuk dicerna dalam usus. Hal ini juga merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh Anda. Sistem limfatik terdiri dari serangkaian pembuluh dan kelenjar, atau kelenjar getah bening, yang menyebar ke seluruh tubuh Anda. Volume terbesar getah bening di saluran toraks Anda terletak di dada Anda. Bahkan amandel Anda adalah bagian dari sistem getah bening.

Getah bening mengandung sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Beberapa sel darah tersebut disebut limfosit. Ada beberapa bentuk, yang paling penting adalah B-limfosit dan T-limfosit, yang berkembang dalam sumsum tulang dan beberapa menjadi dewasa pada timus.

Pada limfoma, limfosit mulai berkembang biak secara abnormal dan terkumpul di bagian-bagian tertentu dari sistem limfatik, seperti kelenjar getah bening. Anda juga menjadi lebih rentan terhadap infeksi karena limfosit telah menjadi rusak.

 

Sumber: www.canceractive.com

]]>
Pengobatan Kanker Hati https://catatanmini.com/pengobatan-kanker-hati/ Thu, 05 Feb 2015 13:43:09 +0000 http://nusehat.com/?p=413 Setelah mengetahui tentang kanker hati, kali ini kita akan membahas tentang pengobatan kanker hati. Pengobatan untuk kanker hati tergantung pada kondisi atau stadium kanker. Pengobatan dapat meliputi operasi dan penggunaan obat-obatan.

Tim pengobatan kanker

Kebanyakan rumah sakit menggunakan tim multidisiplin untuk mengobati kanker hati. Tim ini adalah tim spesialis yang bekerja sama untuk membuat keputusan tentang cara terbaik bagi pengobatan Anda.

Memutuskan pengobatan yang terbaik untuk Anda sering dapat membingungkan. Tim kanker Anda akan merekomendasikan apa yang mereka pikir merupakan pilihan pengobatan terbaik, tapi keputusan akhir tetap berada di tangan Anda. Pengobatan kanker hati akan dibahas secara detil di bawah ini.

 

Reseksi Bedah

Jika kerusakan hati masih minimal dan kanker kanker hanya menyerang bagian kecil dari hati Anda, masih dimungkinkan untuk menghapus sel-sel kanker melalui operasi. Prosedur ini dikenal dengan istilah reseksi bedah.

Karena hati dapat meregenerasi sendiri, dimungkinkan untuk menghapus bagian besar hati tanpa mempengaruhi kesehatan Anda secara serius. Namun, pada sebagin penderita kanker hati, kemampuan regeneratif hati mereka dapat secara signifikan terganggu dan reseksi mungkin tidak aman.

Reseksi bisa dilakukan dengan menilai tingkat keparahan sirosis Anda. Jika reseksi hati dianjurkan, akan dilakukan di bawah anestesi umum, yang berarti Anda akan tertidur selama prosedur dan tidak akan merasa sakit seperti yang dilakukan.

Kebanyakan orang yang cukup sehat bisa meninggalkan rumah sakit dalam waktu satu atau dua minggu setelah menjalani operasi. Namun, tergantung pada seberapa banyak bagian hati Anda yang dihapus, mungkin diperlukan waktu beberapa bulan bagi Anda untuk sepenuhnya pulih.

 

Transplantasi Hati

Transplantasi hati melibatkan penghapusan kanker hati dan menggantinya dengan hati yang sehat dari donor. Ini adalah operasi besar dan ada risiko komplikasi yang berpotensi mengancam nyawa. Diperkirakan sekitar 1 dari setiap 30 orang akan mati selama prosedur dan hingga 1 dari 10 orang akan mati di beberapa titik di tahun setelah operasi.

Sebuah transplantasi hati mungkin cocok untuk Anda jika:

– Anda hanya memiliki tumor tunggal dengan diameter kurang dari 5 cm (50mm)
– Anda memiliki tiga atau lebih sedikit tumor kecil, masing-masing kurang dari 3cm (30mm)
– Anda telah merespon sangat baik untuk perawatan lain, dengan tidak ada bukti pertumbuhan tumor selama enam bulan

 

Microwave atau radiofrequency ablation

Microwave atau radiofrequency ablation (RFA) dapat direkomendasikan sebagai alternatif operasi untuk mengobati kanker hati pada tahap awal, idealnya ketika diameter tumor lebih kecil dari 5 cm (50mm). Metode ini juga dapat digunakan untuk mengobati tumor yang lebih besar dari ini, tetapi pengobatan mungkin perlu diulang dalam kasus tersebut.

Perawatan ini melibatkan proses memanaskan tumor dengan microwave atau gelombang radio yang dihasilkan oleh elektroda kecil, yang berbentuk seperti jarum. Panas ini membunuh sel-sel kanker dan menyebabkan tumor menyusut. Prosedur serupa dengan menggunakan laser atau pembekuan juga dapat mencapai hasil yang sama.

 

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat pembunuh kanker yang kuat untuk memperlambat penyebaran kanker hati. Suatu jenis kemoterapi yang disebut chemoembolisation transkateter arteri (TACE) biasanya dianjurkan untuk mengobati kasus kanker hati stadium B dan C. Dalam kasus ini, pengobatan dapat memperpanjang hidup, tetapi tidak dapat menyembuhkan kanker.

TACE juga dapat digunakan untuk membantu mencegah kanker menyebar dari hati pada orang yang menunggu transplantasi hati.
Metode ini tidak dianjurkan untuk kanker hati stadium D karena bisa membuat gejala penyakit hati memburuk.

 

Sumber: www.nhs.uk

]]>
Siapa yang Berisiko Kanker Serviks? https://catatanmini.com/siapa-yang-berisiko-kanker-serviks/ Tue, 03 Feb 2015 14:23:33 +0000 http://nusehat.com/?p=401 Fakta bahwa infeksi HPV sangat umum, kanker serviks sebenarnya relatif jarang dimana hanya sebagian kecil wanita yang rentan terhadap efek dari infeksi HPV. Ada beberapa faktor risiko tambahan yang mempengaruhi peluang seorang wanita terkena kanker serviks (untuk mengetahui penyebab kanker serviks, bisa Anda baca di sini).

 

Risiko Kanker Serviks

1. Perokok

Wanita yang merokok dua kali lebih mungkin terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak merokok. Hal ini mungkin disebabkan oleh efek berbahaya dari bahan kimia yang ditemukan dalam tembakau terhadap sel-sel leher rahim.

2. Wanita yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Hal ini bisa merupakan akibat dari minum obat tertentu, seperti imunosupresan, yang digunakan untuk menghentikan tubuh menolak organ yang disumbangkan, atau sebagai akibat dari kondisi seperti HIV/AIDS.

3. Wanita yang mengkonsumsi pil kontrasepsi selama lebih dari lima tahun

Wanita yang melakukan hal ini diperkirakan memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak minum pil, meskipun tidak jelas mengapa hal ini bisa terjadi.

4. Wanita yang memiliki anak (lebih banyak anak yang Anda miliki, lebih besar risiko Anda)

Wanita yang memiliki dua anak memiliki dua kali risiko terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki anak.

Hubungan antara kanker serviks dan melahirkan memang belum jelas. Salah satu teori adalah bahwa perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan bisa membuat leher rahim lebih rentan terhadap efek HPV.

 

Penyebaran Kanker Serviks

Jika kanker serviks tidak terdiagnosis dan tidak diobati, perlahan-lahan akan menyebar dari serviks ke jaringan dan organ sekitarnya. Kanker dapat menyebar ke vagina dan otot-otot sekitarnya yang mendukung tulang panggul. Atau, dapat menyebar ke atas, memblokir tabung yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih Anda (ureter).

Kanker kemudian dapat menyebar ke dalam kandung kemih, rektum (bagian belakang) dan akhirnya ke hati, tulang dan paru-paru. Sel-sel kanker juga dapat menyebar melalui sistem limfatik Anda. Sistem limfatik adalah serangkaian node (kelenjar) dan saluran yang tersebar di seluruh tubuh Anda dengan cara yang mirip dengan sistem sirkulasi darah Anda.

Kelenjar getah bening menghasilkan banyak sel-sel khusus yang dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh (pertahanan alami tubuh terhadap infeksi dan penyakit). Jika Anda mengalami infeksi, kelenjar di leher atau di bawah ketiak Anda mungkin bengkak.

Dalam beberapa kasus kanker serviks dini, kelenjar getah bening dekat dengan leher rahim mengandung sel-sel kanker. Dan dalam beberapa kasus kanker serviks stadium lanjut, kelenjar getah bening di dada dan perut dapat terpengaruh juga.

 

Sumber: www.nhs.uk

]]>
Apa Penyebab Kanker Serviks? https://catatanmini.com/apa-penyebab-kanker-serviks/ Tue, 03 Feb 2015 04:31:30 +0000 http://nusehat.com/?p=395 Dalam hampir semua kasus, kanker serviks adalah hasil dari perubahan DNA sel yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Kanker dimulai dengan perubahan dalam struktur DNA yang bisa ditemukan di semua sel manusia. DNA menyediakan sel-sel dengan satu set dasar instruksi, termasuk kapan harus tumbuh dan berkembang biak.

Perubahan struktur DNA dikenal sebagai mutasi. Hal inilah yang lemudian dapat mengubah instruksi yang mengontrol pertumbuhan sel. Akibatnya, sel-sel terus tumbuh dan bukannya berhenti ketika mereka sel-sel tersebut berhenti. Sel-sel yang bereproduksi tanpa terkendali akan menghasilkan benjolan dari jaringan yang disebut tumor.

 

Human papillomavirus (HPV)

Lebih dari 99% kasus kanker serviks terjadi pada wanita yang sebelumnya telah terinfeksi human papillomavirus (HPV). HPV sebenarnya merupakan sekelompok virus, dan bukanlah virus tunggal. HPV terdiri lebih dari 100 jenis virus yang berbeda.

HPV menyebar selama hubungan seksual dan hal ini memang sangat wajar terjadi. Diperkirakan, satu dari tiga wanita akan terkena infeksi HPV dalam waktu dua tahun setelah mereka mulai melakukan hubungan seks secara teratur, dan sekitar empat dari lima wanita akan terkena infeksi di beberapa waktu dalam hidup mereka.

Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala nyata dan infeksi akan berlalu tanpa pengobatan. HPV dari jenis lain dapat menyebabkan kutil pada daerah kelamin, meskipun jenis ini tidak dikaitkan dengan risiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Sekitar 15 jenis HPV dianggap berisiko tinggi terhadap berkembangnya kanker serviks. Dua jenis virus yang dikenal memiliki risiko tertinggi adalah HPV 16 dan HPV 18, yang menyebabkan 7 kasus di setiap 10 kanker serviks.

Jenis HPV risiko tinggi diduga mengandung materi genetik yang dapat masuk ke dalam sel-sel leher rahim. Materi ini mulai mengganggu kerja normal dari sel-sel, yang akhirnya dapat menyebabkan sel-sel tersebut bereproduksi secara tak terkendali, dan menyebabkan pertumbuhan tumor kanker.

Upaya pencegahan dan deteksi dini sangat dianjurkan untuk semua wanita. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pencegahan dan deteksi dini, bisa Anda baca di sini.

 

Cervical intraepithelial neoplasia (CIN)

Kanker serviks biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Sebelum itu terjadi, sel-sel pada leher rahim sering menunjukkan perubahan yang dikenal sebagai cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau cervical glandular intraepithelial neoplasia (CGIN).
CIN dan CGIN merupakan kondisi pra-kanker. Kondisi pra-kanker tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan seseorang, tetapi hal tersebut dapat berpotensi berkembang menjadi kanker di masa depan.

Namun, bahkan jika Anda terkena CIN atau CGIN, kemungkinannya berkembang menjadi kanker serviks sangat kecil dan jika perubahan akibat CIN dan CGIN ditemukan selama skrining serviks, pengobatannya biasanya akan sangat sukses.

Perkembangan dari proses terinfeksi CIN atau CGIN dan kemudian terinfeksi HPV hingga akhirnya terkena kanker serviks sangat lambat. Biasanya memakan waktu antara 10 hingga 20 tahun.

 

Sumber: www.nhs.uk

]]>