kamera – Catatan Mini https://catatanmini.com Informasi dan Pengetahuan Umum Thu, 15 Feb 2018 06:26:01 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.26 5 Teknik Memegang Kamera Agar Foto Tidak Goyang Saat Traveling https://catatanmini.com/5-teknik-memegang-kamera-agar-foto-tidak-goyang-saat-traveling/ Thu, 31 Dec 2015 12:36:10 +0000 http://wisaz.com/?p=1870 Ketika sedang traveling, Anda pasti tak bisa membawa banyak alat fotografi Anda. Mungkin yang muat dalam tas Anda hanya kamera DSLR dan lensa saja. Tripod mungkin sudah tak masuk hitungan, karena berat dan menyita tempat. Jika demikian, gambar yang Anda hasilkan nanti bisa saja goyang.
Berikut ini adalah beberapa teknik memegang kamera agar foto tidak goyang.

1. Siku ke dalam

Sesering mungkin, cobalah untuk menarik siku ke dalam tubuh Anda dan hembuskan napas sepenuhnya sebelum menekan shutter. Ketika bekerja dengan aperture lebar atau shutter speed rendah (atau keduanya), bahkan napas saja bisa menyebabkan kamera bergoyang. Menarik siku ketat kea rah tubuh Anda bisa membuat pegangan menjadi stabil. Atau, Anda juga bisa menekankan siku ke dada untuk mendapatkan stabilitas yang lebih besar.

2. Mengangkat bahu kiri

Untuk trik ini, Anda harus menggunakan mata kiri Anda. Angkat bahu kiri Anda, dan tahan siku kiri Anda pada tulang rusuk. Untuk stabilitas lebih besar, hembuskan napas sepenuhnya sebelum menekan shutter untuk menghindari goyang.

3. Ciptakan tripod dengan lutut Anda

Anda dapat membuat tripod Anda sendiri dengan mengistirahatkan siku Anda pada lutut Anda saat dalam posisi duduk. Sekali lagi, masukkan siku lainnya ka arah tubuh Anda untuk memberi lebih banyak sokongan.

4. Tengkurap

Tengkuraplah dan biarkan lensa duduk langsung di tanah. Masalah dengan hal ini adalah bahwa Anda mungkin akan menjepret trotoar sekalian. Jadi, jika Anda tak ingin Anda trotoar atau jalan dalam foto Anda, Anda bisa memberi alas lensa Anda dengan telapak tangan yang ditangkupkan ke tanah. Atau bisa juga, Anda memberi alas lensa Anda dengan yang dikepal membentuk tinju. Cara ini akan memberi Anda sedikit ruang (ketinggian) antara lensa dan tanah.

5. Seperti memegang senapan mesin

Teknik berikutnya ini kadang-kadang disebut sebagai pegangan senapan mesin. Tapi mungkin cara ini sedikit canggung dan sulit untuk dipertahankan selama satu atau dua detik. Tapi mungkin Anda lebih suka cara ini. Tekuk lengan kiri Anda dan taruh tangan pada bahu hingga posisi siku lurus dengan dagu. Dengan tangan kanan, pegang kamera. Letakkan lengan kanan (sedikit di atas pergelangan) di atas lengan kiri (sedikit di atas pergelangan) dan biarkan kamera jatuh menempel pada siku kiri.

 

Sumber: digital-photography-school.com

]]>
Jenis Kamera untuk Traveling: Mana yang Terbaik? https://catatanmini.com/jenis-kamera-untuk-traveling-mana-yang-terbaik/ Wed, 30 Sep 2015 16:21:18 +0000 http://wisaz.com/?p=1551 Anda suka melakukan traveling tapi juga ingin mengabadikan semuanya melalui fotografi. Rasanya, memotret melalui handphone sudah tidak mencukupi lagi. Hmm, ini saatnya Anda membawa kamera beneran saat traveling. Tapi sekarang, ada banyak sekali pilihan, dan Anda—khususnya yang awam soal fotografi—bisa jadi sangat bingung.

Penjelasan berikut ini semoga bermanfaat dan membantu Anda menentukan kamera mana yang terbaik untuk traveling Anda.

Jenis-Jenis Kamera

1. Point-And-Shoot

Apa sih kamera point-and-shoot? Mudahnya, itu kamera yang dipakai oleh orangtua kita. Harganya cukup beragam, tapi biasanya lumayan terjangkau. Jika Anda menjatuhkan kamera ini di karpet sih tak masalah. Tapi, kalau di lantai, wah, bisa bikin nangis.

Kamera ini sederhana; tinggal jepret, tanpa perlu belajar ini itu. Tapi ya, karena sangat sederhana, kamera ini hanya dilengkapi dengan lensa zoom, dan tidak memungkinkan kamu mengganti lensa. Untuk ukuran, rata-rata hampir mirip dengan smartphone.

Foto yang dihasilkan lumayan oke, khususnya untuk kamera keluaran terbaru. Karena hanya memiliki sensor yang kecil dan setting manual yang sedikit, hasil foto untuk low-light sangat tidak bagus. Baterainya baru perlu diganti ketika kita sudah memotret 190-250 foto.

2. DSLR

Kalau bingung DSLR itu apa, coba bayangkan kamera yang dibakai forografer pernikahan atau wartawan. Harganya pun bervariasi, dan bisa sangat sangat mahal untuk kamera profesional. Jangan sampai menjatuhkannya yak arena pasti bisa nangis nggak ketulungan. Sangat penting melindungi DSLR kemanapun Anda pergi, khususnya saat traveling.

Kamera ini memang bisa digunakan secara otomatis, tapi untuk bisa memaksimalkan fungsinya, Anda butuh banyak belajar. Menyenangkannya, kamera ini memiliki banyak pilihan lensa interchangeable, dari wide-angle hingga telephoto. Dan dari bentuknya saja, kita sudah bisa mengira bahwa kamera ini sangat berat, apalagi jika kita membawa banyak lensa.

Kualitas foto yang dihasilkan DLSR sangatlah prima karena kualitas sensor dan lensa yang tersedia. Sensor, lensa, ditambah setting manual pada DSLR membuat kemampuan low-lightnya juga bagus. Untuk memotret, baterainya bisa bertahan lama sepanjang hari, tapi untuk video, sejam saja sudah untung.

3. Mirrorless

Masih tergolong kamera jenis baru, mirrorless adalah gabungan dari point-and-shoot dan DSLR. Harganya bervariasi, tapi bisa lebih mahal daripada DSLR. Kalau jatuh, masih bisa rusak sih, tapi kamera ini lebih kecil jadi lebih tahan banting jika dibandingkan DSLR.

Seperti DSLR, pada awal pemakaian, Anda bisa memakai modus otomatis, sebelum belajar untuk modus manual. Lensanya tidak sebaik DSLR, tapi range lensa kamera ini masih terus diperbaiki. Dan dengan membeli adapter, Anda bisa memakai lensa dari DSLR. Bentuknya sih sama dengan point-and-shoot, dan lensanya jauh lebih kecil dari DSLR, tapi Anda masih perlu tas kit untuk membawa semuanya.

Kualitas gambar dan performa low-lightnya juga sebaik DSLR. Hanya saja, karena layarnya selalu menyala ketika Anda memotret, baterainya akan cepat habis. Jadi selalu bawalah cadangan.

4. GoPro

Kamera GoPro adalah kamera yang lagi in akhir-akhir ini, karena memang baru di pasaran. Harga kamera keluaran lama sekitar USD 200-USD 300, tapi untuk Hero 4 Silver bisa mencapai USD 400. Dan asiknya, kamera ini super super tahan banting.

Pada awal pembelian, mungkin Anda perlu mempelajari cara pakaianya beberapa menit. Begitu bisa, GoPro bisa jadi semudah point-and-shoot. Lensanya fisheye, tidak bisa diganti, dan tidak serbaguna. Kamera ini juga super portabel karena ukurannya hanya sedikit lebih besar dari kotak korek api.

Kualitas gambar tak terlalu baik karena sukar menemukan exposure dan white balance yang pas. Kemampuan low-light untuk Hero 4 lumayan bagus, tapi untuk keluaran lama tidak begitu bagus. Dengan kamera ini, Anda bisa merekam video selama 2.5 jam tanpa ganti baterai.

 

Kesimpulan

Masih bingung? Intinya begini:

Pilihlah point-and-shoot jika Anda ingin gambar yang lebih bagus dari kamera HP tapi tidak ingin mempelajari trik baru. Pilihlah kamera DSLR jika Anda ingin melakukan fotografi secara serius selama traveling. Pilihlah mirrorless jika Anda ingin sesuatu di antara point-and-shoot dan DSLR. Dan pilihlah GoPro jika Anda ingin kamera yang bisa dibawa kemanapun ketika Anda traveling tanpa jatuh, terhempas, atau kena air.

 

Sumber: www.webcheckout.net

]]>
5 Tips Pencahayaan Fotografi yang Tepat dan Sederhana https://catatanmini.com/5-tips-pencahayaan-fotografi-yang-tepat-dan-sederhana/ Fri, 28 Aug 2015 00:34:03 +0000 http://tekning.com/?p=846 Dengan semakin berkembangnya teknologi, foto yang bagus bisa diambil dalam waktu sekejap. Teknologi memungkinkan kita untuk bisa menemukan fokus pada wajah, mengurangi red eye, dan menyesuaikan dengan segala jenis pencahayaan. Namun, sebenarnya, bukan hanya kamera saja yang berpengaruh pada baik buruknya suatu gambar. Pencahayaan lah yang sangat berpengaruh besar dalam hal ini. Untuk itu, Anda harus belajar banyak mengenai pencahayaan dalam fotografi.

Berikut ini adalah tips untuk menggunakan pencahayaan yang tepat untuk hasil foto yang lebih baik.

1. Ambillah foto di luar ruangan

Dengan mengambil foto di luar ruangan, Anda akan mendapatkan salah satu sumber cahaya terbaik: matahari. Sinar matahari biasanya melimpah dan hangat, yang akan membuat siapapun terlihat bagus. Namun, ketika memotret di luar ruangan, Anda tetap harus mengikuti aturannya.

Pertama, hindari memotret pada hari yang cerah tanpa mendung karena cahaya yang terlalu berlebihan akan menyilaukan obyek Anda. Dan cahaya yang banyak akan menghasilkan bayangan yang banyak juga. Jika memotret banyak orang, bisa-bisa bayangan 1 orang akan jatuh ke bayangan orang di sampingnya. Hari yang berawan adalah saat yang tepat untuk mengambil foto di luar karena awan akan meredam cahaya, melembutkannya, dan menampilkan warna yang indah. Dan cahaya yang telah diredam ini akan menghasilkan bayangan yang lebih sedikit. Jika Anda harus mengambil gambar pada hari yang cerah, cobalah untuk menghindari mengambil gambar di tengah hari, ketika matahari sedang sangat terang. Pada hari cerah, Anda juga bisa memanfaatkan pohon rindang misalnya, untuk meredam cahaya.

2. Ambil posisi yang tepat

Anda mungkin tidak dapat mengontrol sumber cahaya Anda, tetapi Anda dapat mengontrol posisi Anda dan subjek Anda. Posisikan agar cahaya jatuh di sisi subjek Anda. Jika cahaya berada di belakang subjek, Anda hanya akan melihat siluet. Di sisi lain, jika subjek Anda menghadap cahaya, dia kemungkinan akan menyipitkan mata. Plus, cahaya yang langsung mengenai subjek akan menghasilkan gambar yang tak menarik. Jika dari samping, cahaya tidak akan terlalu terang sehingga tidak tercipta bayangan. Lebih baik lagi jika cahaya berada di kedua sisi subjek, dengan sama terangnya, sehingga Anda akan dapat melihat subjek dengan jelas.

3. Gunakan flash dengan tepat

Jika Anda tak bisa mendapatkan cahaya, flash bisa digunakan untuk menambahkan cahaya, asal Anda bisa menggunakannya dengan tepat. Anda tidak harus bergantung pada flash untuk menerangi daerah pemotretan Anda. Sebaliknya, gunakan flash untuk mengisi cahaya dalam sebuah adegan guna menghilangkan bayangan.

Anda juga mungkin diharuskan menggunakan pengaturan flash yang berbeda untuk situasi yang berbeda. Beberapa kamera dilengkapi flash yang mampu mengurangi red eye, yang memberi satu cahaya sebelum foto diambil, dan satu cahaya saat foto diambil. Dan subjek pun harus berada pada jarak yang benar agar flash bisa bekerja dengan baik.

4. Jangan menolak melakukan difusi

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa awan dan pohon adalah diffuser alami. Namun, Anda juga bisa membuatnya sendiri. Jika Anda berada di dalam dan hanya memiliki satu sumber cahaya yang keras, seperti lampu, letakkan selembar kertas di atasnya. Jika Anda berada di luar, payung berwarna terang yang diposisikan antara subjek dan matahari dapat meredakan cahaya—pastikan payung itu sendiri tidak berada dalam bingkai foto Anda.

Selain diffuser, Anda juga bisa menggunakan reflector, untuk mengurangi bayangan dan meningkatkan cahaya dalam sebuah foto. Jika Anda pernah melihat pemotretan profesional, Anda mungkin melihat fotografer atau asisten fotografer menggunakan kain putih atau logam yang dibentangkan di atas bingkai untuk memantulkan cahaya ke subjek. Anda dapat melakukan hal yang sama. Sebuah taplak meja putih dapat memantulkan cahaya ke subjek (ini adalah tip besar jika Anda mengambil foto dengan cahaya lilin). Jika Anda berada di luar, tutup pendingin berwarna putih yang ditempatkan di bawah subjek bisa memantulkan cahaya ke atas.

5. Jangan bergerak

Di banyak kesempatan, ketika memotret pada dalam cahaya redup, Anda tidak ingin menggunakan flash. Flash hanya akan menerangi sebagian kecil dari foto tersebut, dan mungkin akan ada terlalu banyak perbedaan antara daerah yang di-flash dan sisa gambar. Jika Anda tidak dapat menambahkan lebih banyak cahaya untuk sebuah adegan, untuk membawa cahaya yang ada masuk ke dalam lensa kamera. Itu berarti kecepatan rana lebih lambat dan bukaan yang lebih lebar. Untuk banyak orang yang menggunakan kamera point-and-shoot, itu artinya Anda harus menempatkan kamera pada modus cahaya redup atau malam.

Ketika kamera Anda berada pada modus ini, shutter tetap terbuka lebih lama dari biasanya. Itu berarti bahwa gerak apapun atau gerakan kamera Anda, akan tertangkap sebagai gerakan blur dalam gambar Anda. Jika memotret pada cahaya redup, usahakan kamera tak bergerak, dengan menggunakan alat seperti tripod misalnya, atau letakkan lengan pada daerah yang stabil.

Namun, jika Anda tidak memiliki kamera profesional, untuk mendapatkan gambar yang bagus pun bisa dilakukan melalui smartphone Anda.

 

Sumber: electronics.howstuffworks.com

]]>
Hanya Tiga Lensa Ini Yang Perlu Anda Bawa Saat Traveling https://catatanmini.com/hanya-tiga-lensa-ini-yang-perlu-anda-bawa-saat-traveling/ Mon, 29 Jun 2015 10:35:21 +0000 http://wisaz.com/?p=1359 Tiga lensa yang Anda butuhkan selama traveling hanyalah lensa fisheye, 50 mm, dan 135 mm (atau telephoto lainnya yang sejenis). Mengapa demikian? Jika Anda ingin tahu alasannya silahkan lanjutkan membaca artikel ini.

1. Fisheye 15mm f/2.8

Lensa fisheye adalah penangkal dari gambar membosankan. Ketika ke luar negeri, Anda tentu ingin berfoto atau memoto katedral, jembatan tua, bangunan pemerintahan, dan banyak lagi. Tapi jika gambar Anda standar, Anda hanya akan menyumbang gambar yang sama ke 1.5 juta gambar lain yang ada di Flickr atau Google images. Untuk membuat foto Anda berbeda dan membuat orang berhenti beberapa detik untuk melihat foto Anda, jawabannya adalah lensa Fisheye. Anda bisa melakukan cara pemotretan yang berbeda atau pada saat yang berbeda untuk mendapatkan hasil foto yang tidak membosankan.

Memotret dengan lensa fisheye bisa jadi sangat menyenangkan. Pegang kamera Anda tepat di depan mata dengan lensa fisheye terpasang, geser kamera ke atas, dan Anda akan melihat garis horison melengkung secara tajam di kedua sisinya, menciptakan nuansa “globe” pada hasil foto Anda.

2. Lensa 50mm f/1.4

Lensa ini termasuk lensa yang sangat wajib dibawa. Meksipun fisheye bisa memberikan gambar yang fun, namun tidak semua suasana cocok dipotret dengan lensa itu. Dan, menurut para fotografer, lensa 50mm adalah representasi paling dekat dengan apa yang dilihat oleh mata kita secara alami. Lensa 50mm f/1.4 dibuat dari kaca asli tapi tidak terlalu berat jika dibandingkan dengan f/1.2. Anda bisa melakukan street photography dengan lensa ini. Paling asyik mungkin adalah sengaja menyasarkan diri di kota yang baru sambil menjepret wajah-wajah asing yang Anda temui.

3. Lensa 135mm f/2.0

Telephoto ini memungkinkan Anda untuk menangkap background dan memberikan rasa lain pada hasil foto Anda. Lensa ini adalah lensa portrait yang bagus karena mampu melenyapkan latar belakang dalam lautan pada nuansa bokeh. Lensa jenis ini memang panjang tapi tidak terlalu berat. Anda bisa memata-matai orang dari jauh menggunakan lensa ini. Background yang tak nampak pada lensa lain akan menjadi fokus utama dalam lensa ini, sehingga gambar Anda bisa terlihat lebih hidup.

Jadi, alih-alih membawa semua lensa Anda saat traveling, pilihlah yang kiranya paling Anda suka dan paling Anda butuhkan. Dan menurut rekomendasi kami, tiga lensa tersebut adalah pilihan terbaik.

 

Jika Anda berpikir perlu pula membawa tripod, baca di sini untuk panduan memilih tripod yang baik untuk traveling.

 

Sumber: digital-photography-school.com

]]>
Cara Menjaga Kamera DSLR Selama Traveling https://catatanmini.com/cara-menjaga-kamera-dslr-selama-traveling/ Mon, 15 Jun 2015 09:19:13 +0000 http://wisaz.com/?p=1318 Anda suka fotografi dan traveling? Tentu Anda tak akan bisa dipisahkan dengan kamera DSLR kesayangan Anda. Namun, traveling seringkali membahayakan untuk DSLR Anda jika Anda tidak menjaganya dengan cermat. Tentu Anda tak ingin kamera yang mahal ini rusak kan? Untuk itu, berikut ini adalah cara untuk menjaga agar kamera DSLR Anda tetap aman selama traveling.

Tips Mengamankan Kamera DSLR Selama Traveling

Ada 6 aturan yang harus Anda lakukan agar kamera DSLR Anda selalu aman selama perjalanan Anda:

1. Gunakan bantalan yang cukup untuk semua item seperti body camera, lensa, filter, dll.

2. Jangan letakkan peralatan kamera Anda di tas yang diperiksa (checked bag) jika memungkinkan (Jika tas Anda harus diperiksa juga, pastikan Anda mengasuransikan untuk kehilangan dan kerusakan).

3. Bongkar semuanya. Dengan kata lain, jangan biarkan lensa terpasang di kamera Anda.

4. Bawa tisu dan pembersih lensa. Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi selama perjalanan Anda kan? Jadi selalu bawa alat pembersih ini untuk jaga-jaga.

5. Jangan mengemas terlalu banyak. Kemas lensa yang multifungsi sehingga Anda tak perlu membawa terlalu banyak bawaan.

6. Jangan lupa charger Anda, tapi jangan membawa baterai ekstra yang terlalu banyak. Peraturan TSA membatasi jumlah lithium yang dapat Anda bawa di dalam pesawat, jadi charger lebih disarankan.

 

Pilih Tas yang Ramah Terhadap Kamera

Anda bisa memilih tas traveling yang ramah kamera. Tas traveling khusus kamera tersedia dalam beberapa pilihan, yaitu selempang, backpack, atau koper. Pilih yang bahan pembuatnya lembut dan dilengkapi bantalan. Pilih juga tas yang dibuat dengan bahan khusus yang bisa tetap aman pada berbagai kondisi, termasuk hujan dan lumpur.

 

Amankan Kamera dengan Tas Apa Saja dengan Menggunakan Bantalan Kamera

Membawa tas traveling tambahan khusus untuk kamera di luar tas untuk baju dan peralatan lain tentu akan membuat bawaan Anda semakin banyak. Jika demikian, Anda bisa memasukkan kamera ke tas apapun yang Anda bawa. Syaratnya, Anda harus mengamankan kamera Anda dengan bantalan kamera dari tas kamera. Beberapa tas kamera tertentu memang bantalanya bisa dilepas-pasang.

 

Buat Bantalan Kamera dari Baju Anda

Jika Anda tak memiliki tas kamera yang bantalannya bisa dilepas (atau tak punya cukup anggaran untuk membeli), Anda bisa membuat sendiri bantalan ini dari baju Anda. Jika Anda hanya berniat untuk body kamera dan satu atau dua lensa, Anda dapat membuat bantalan yang cukup dengan baju yang akan Anda masukkan dalam tas traveling Anda. Anda cukup membungkus tubuh kamera dan lensa secara terpisah dengan baju Anda dan pak barang-barang tersebut di bagian tengah tas atau koper.

 

Jika Anda tidak membawa kamera DSLR, dan hanya mengandalkan kamera smartphone Android Anda, 5 aplikasi berikut ini akan sangat bermanfaat bagi Anda.

 

Sumber: lifehacker.com

]]>
GoPro Akan Membuat Drone dan Virtual Reality Filming Kit https://catatanmini.com/gopro-akan-membuat-drone-dan-virtual-reality-filming-kit/ Sun, 31 May 2015 14:17:50 +0000 http://tekning.com/?p=678 CEO GoPro telah mengkonfirmasi akan membuat drone quadcopter sendiri. Nick Woodman menjelaskan pesawat yang dikendalikan remote tersebut sebagai aksesori “terakhir” untuk action camera-nya. Dia membuat pengumuman pada Code Conference di California, di mana ia juga meluncurkan kit baru untuk yang membantu menangkap rekaman video untuk helm virtual reality.

Salah satu pengamat industri menyatakan gerakan GoPro untuk membuat drone adalah langkah yang penting. “Ini fakta bahwa perusahaan tersebut memiliki merek yang kuat.” jelas John Stapley dari majalah Amateur Photographer.

Menurutnya, ini mirip dengan apa yang Anda sudah bisa Anda temukan pada action camera. Ada banyak jenisnya di luaran sana, tetapi kebanyakan orang tidak tahu bahwa kamera itu ada atau mereka tidak tertarik karena GoPro telah begitu mendominasi. GoPro juga telah menjadi semacam brand action.

Namun, dia berpendapat bahwa perusahaan seperti ini juga masih memiliki risiko, yaitu bahwa produsen drone lain akan memilih untuk bermitra dengan pembuat kamera lain untuk menghindari pendukung pesaingnya.

Misalnya saja, pembuat drone komersil terlaris sedunia, China’s DJI, sudah memutuskan untuk membatasi penjualan awal Phantom 3 unggulannya untuk desain yang dilengkapi kamera video sendiri. Sebagai gantinya, generasi sebelumnya telah diluncurkan dengan opsional mount untuk GoPro Cams.

Sebelumnya, karena penggunaan drone yang dinilai membahayakan, Tokyo akhirnya melarang penggunaan drone di taman kota. Selengkapnya baca di sini.

 

Sumber: www.bbc.com

 

]]>
6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Tripod untuk Traveling https://catatanmini.com/6-hal-yang-harus-diperhatikan-saat-membeli-tripod-untuk-traveling/ Wed, 27 May 2015 07:03:32 +0000 http://wisaz.com/?p=1234 Apakah Anda suka memotret selama traveling? Dan apakah Anda tidak suka dengan hasil yang kabur dan tak jelas? Maka Anda butuh yang namanya tripod. Tripod adalah alat yang akan membantu Anda mendapatkan hasil gambar yang paling tajam. Namun, karena kebutuhan traveling tentu berbeda dengan fotografi pada umumnya, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Beberapa tips berikut ini akan membantu Anda menemukan tripod yang tepat untuk menemani perjalanan traveling Anda.

1. Berat tripod

Yang harus diperhatikan pertama kali adalah berapa berat tripod tersebut. Hal ini penting khususnya bagu mereka yang harus mendaki atau backpacking karena kalau terlalu berat tentu akan menimbulkan masalah. Bahan pembuat juga harus diperhatikan. Serat karbon biasanya lebih ringan daripada aluminium.

2. Tinggi tripod

Bagi orang tinggi, memilih tripod yang bisa pas di tinggi mata tentu bisa jadi kendala tersendiri. Biasanya tripod untuk traveling tidak akan bisa diperpanjang lebih dari 60 inci tanpa kehilangan keseimbangannya. Perhatikan ketebalan dan kolom pusat karena biasanya hal tersebut merupakan kelemahan dari tripod yang membuatnya tak kuat menahan bahkan hembusan angin yang sedikit.

3. Ukuran (lebih tepatnya, ketebalan) tripod

Kenapa ketebalan harus dibicarakan? Well, jika Anda mempunyai tripod yang bisa dilipat hingga 6 kali, tentu secara ketinggian tripod tersebut sangat bagus. Tapi secara ketebalan, apakah akan muat ke dalam tas traveling Anda?

4. Stabilitas tripod

Biasanya hal ini tidak diperhatikan sebelum Anda benar-benar berada di lapangan. Bayangkan jika Anda ingin mengambil selfie di depan Menara Eiffel di suatu siang yang berangin. Kira-kira tripod Anda akan bisa berdiri dengan stabil atau tidak? Hal pertama yang harus diperhatikan adalah ketebalan kaki, walaupun stabilitas tidak hanya ditentukan oleh hal ini. Ada banyak tripod dengan kaki kurus yang bisa berdiri stabil. Stabilitas juga menyangkut berapa berat beban yang bisa disangga. Kaki yang terbuat dari besi akan lebih stabil tapi berat. Serat karbon ringan tapi sangat mahal. Sendi pada kaki tripod bisa menambah masalah juga.

5. Kepala tripod

Tripod untuk traveling biasanya memiliki kepala yang bisa berputar. Kebanyakan tripod mahal dan bagus tidak memiliki kepala. Jadi Anda harus membeli secara terpisah dan ini tentu akan menambah berat bawaan Anda nantinya. Mungkin nantinya Anda bisa meninggalkan tripod di hotel dan hanya membawa pergi ketika dibutuhkan.

6. Harga tripod

Harga juga adalah hal penting lain yang harus diperhatikan khususnya bagi Anda yang memiliki dana terbatas. Yang harus Anda lakukan adalah mencatat apa saja yang Anda butuhkan dan kira-kira tripod macam apa yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Setelah itu, Anda bisa menyesuaikan dengan budget Anda.

Bagi Anda yang tak suka menggunakan DSLR selama traveling dan memilih menggunakan kamera telepon, mungkin aplikasi Android ini akan banyak membantu Anda

 

Sumber: improvephotography.com

]]>
5 Cara Mengakali Kamera untuk Menjadikan Anda Fotografer Handal https://catatanmini.com/5-cara-mengakali-kamera-untuk-menjadikan-anda-fotografer-handal/ Thu, 12 Mar 2015 13:36:02 +0000 http://tekning.com/?p=541 Dengan setiap orang yang bisa memotret dengan smartphone-nya, rasanya susah untuk menjadi ‘terlihat’. Tapi 5 trik mudah berikut ini akan membuat Anda menjadi fotografer handal.

1. Gunakan Vaseline untuk menciptakan kesan vintage

Mungkin Anda hanya punya kamera HP atau kamera jadul dengan lensa yang berfitur terbatas. Anda dapat mencoba mengoleskan Vaseline langsung di tepi lensa Anda untuk memberikan foto Anda kesan jadul atau vintage dari kamera tua.

2. Gunakan stoking untuk mengurangi pencahayaan

Anda bisa membeli filter soft-focus untuk kamera Anda, tapi jika tak ada trik ini bisa membantu. Warna memang mempengaruhi tapi kunci utama dari trik ini adalah ketebalan stoking. Potong stoking secukupnya, tarik, dan tempelkan pada ujung lensa, kemudian tali dengan karet gelang.

3. Gunakan coffee sleeve untuk pengganti tudung lensa

Jika Anda ingin menghindari lensa terbakar matahari (flare) dan Anda akan menunjuk kamera ke arah matahari (bahkan pada sudut), Anda harus menggunakan tudung lensa. Jika Anda tidak memiliki tudung lensa (baik karena Anda tidak memiliki atau kelupaan membawa), ada solusi cepat dan murah: coffee sleeve, yaitu kertas yang biasanya melingkar pada gelas kopi panas yang Anda beli.

4. Gunakan tube Pringles untuk mengkonsentrasikan cahaya pada area tertentu

Dalam kenyamanan sebuah studio, fotografer dapat menggunakan snoot untuk mengkonsentrasikan cahaya pada area tertentu. Ini sangat berguna untuk penerangan garis rambut, memisahkan model dari latar belakang dan untuk membuat hotspot. Anda bisa memanfaatkan tube Pringles untuk membuat efek ini.

5. Gunakan kertas dan jendela sebagai pengganti lightbox

Anda bisa menempelkan kertas di jendela dengan menggunakan isolasi. Setelah itu, beberapa benda yang akan difoto bisa ditempelkan pula dengan menggunakan kertas tersebut sebagai background. Nah, lightbox buatan telah jadi dan Anda siap memotret.

 

Sumber: www.lifehack.org

]]>
Kamera Traveling Terbaik untuk Anda https://catatanmini.com/kamera-traveling-terbaik-untuk-anda/ https://catatanmini.com/kamera-traveling-terbaik-untuk-anda/#respond Thu, 13 Nov 2014 14:13:02 +0000 http://tekning.com/?p=111 Ketika Anda dalam suatu perjalanan traveling dan ingin mengambil beberapa foto, tentu ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Pertama, Anda harus punya tempat di tas traveling Anda untuk menyimpan kamera beserta perlengkapannya. Ingat juga bahwa ada pembatasan berat dan ukuran di bagasi pesawat.

Kedua, Anda harus memperhatikan kegunaan kamera Anda. Jika kamera Anda cuma bagus untuk mengambil gambar portrait, maka kamera tersebut bukan pilihan yang baik untuk teman traveling Anda.

Mungkin Anda juga ingin memilih kamera yang dilengkapi built-in Wi-Fi dan GPS yang memungkinkan Anda meng-upload data ke server back-up, jaga-jaga kalau kamera Anda dicuri atau kartu memorinya rusak. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah apakah Anda menginginkan kamera saku atau kamera yang yang lebih besar yang bisa masuk ke dalam koper.

Berikut ini adalah 3 kamera travel yang bisa Anda perhitungkan untuk keperluan traveling Anda.

1. Canon EOS Rebel SL1 DSLR

Kamera DSLR terkecil dari Canon ini memiliki APS-C sized image sensor. Jika Anda ingin membawa kamera DSLR selama liburan, kamera ini cukup kecil untuk bisa dimasukkan ke dalam koper Anda. SL1 ini menawarkan resolusi 18 megapixel. Rebel SL1 memang dirancang untuk fotografer yang ingin memotret sambil melompat karena dilengkapi dengan interchangeable lens dengan memasukkan mode Scene Intelligent Auto Mode.

SL1 juga menawarkan layar sentuh LCD selebar 1 inci, opsi empat frame per detik, dan full HD video recording. Anda dapat membeli SL1 dengan lensa kit atau dengan body kameranya saja. Body kamera SL1 memiliki berat 14,36 ons, dan merupakan DSLR paling ringan di pasar. Seperti kamera DSLR Canon lainnya, EOS Rebel SL1, yang termasuk dalam daftar kamera terbaik 2013, hanya tersedia dalam warna hitam.

2. Canon PowerShot ELPH 520 HS

ELPH 520 HS menawarkan 12X optical zoom lens yang diklaim sebagai kamera 12X zoom tertipis sedunia. Kamera ini memiliki ketebalan 0.76 inci saja. Kamera ini memiliki kemampuan lensa zoom mid-range tapi tetap masih bisa dimasukkan ke dalam saku.

Tampilan bersudutnya membuat kamera ini terlihat menarik. Selain itu, kamera ini juga dilengkapi beberapa fitur fotografi untuk memuaskan hasrat memotret Anda. Kamera ELPH 520 HS ini menggunakan 10.1MP CMOS image sensor yang akan meningkatkan fotografi dengan cahaya rendah (low-light), LCD beresolusi tinggi dengan lebar 3 inci, dan video full HD. Kamera ini tersedia dalam beberapa pilihan warna yaitu biru, merah, silver dan hitam.

3. Canon PowerShot SX50 HS

SX50 HS memiliki 12.1MP CMOS image sensor, video full HD, dan LCD terartikulasi yang berukuran diagonal 2.8 inci, serta sistem Canon’s High Sensitivity (HS) yang didesain untuk pencahayaan rendah.

Fitur andalan dari kamera ini adalah 50X optical zoom lens yang bisa digunakan pada kisaran 24mm hingga 1200 mm. SX50 HS memiliki salah satu lensa optical zoom terbesar pada kamera lensa tetapnya, yang mungkin menarik bagi Anda saat traveling. Tapi sayangnya, kamera ini tidak bisa dimasukkan ke dalam saku.

 

Sumber: cameras.about.com

]]>
https://catatanmini.com/kamera-traveling-terbaik-untuk-anda/feed/ 0